Minggu, 16 Desember 2018 | 12:00 WIB

Daftar | Login

MacroAd

0 /

Peringatan Hari Perempuan Internasional

Relawan dan santri lakukan penghijauan di kawasan Kendeng Kudus

Senin, 00 0000 - 00:00 WIB    |    Penulis : Sigit Kurniawan    |    Editor : Administrator
Foto : Sutini.
Foto : Sutini.
<p>Seratusan relawan perempuan, pemuda dan santri Gayeng Jawa Tengah menggelar kegiatan penghijauan di kawasan lereng pegunungan Kendeng desa Wonosoco, Kecamatan Undaan, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah. Penghijauan ini dilakukan dalam memperingati Hari Perempuan Internasional yang jatuh tanggal 8 Maret.</p><p><br></p><p>Perempuan Gayeng muncul sebagai gerakan perempuan yang dibentuk oleh sekelompok perempuan, individu, kelompok/ komunitas, lintas agama, budaya, dan profesi yang memiliki kesadaran dan komitmen mewujudkan pembangunan Jawa Tengah yang menyejahterakan perempuan dan anak.&nbsp;</p><p><br></p><p>Ketua Perempuan Gayeng Niniek Jumoenita mengatakan Gerakan ini mengedepankan integritas dan kegotongroyongan. "Kami terbuka menerima siapapun yang peduli pada semangat memperjuangkan hak perempuan dan anak di seluruh daerah di Jawa Tengah. Tidak harus perempuan, bisa laki-laki yang memiliki perspektif terhadap perempuan dan anak", tuturnya, Sabtu (10/3) seperti dilaporkan Kontributor elshinta, Sutini.</p><p><br></p><p>Atikoh Ganjar Pranowo, tokoh perempuan Jawa Tengah yang sekaligus istri Cagub Ganjar Pranowo menyampaikan kegiatan penghijauan yang dilakukan di desa Wonosoco ini dikarenakan merupakan daerah yang rawan terjadinya banjir bandang. Sehingga pihaknya membawa 1000 bibit pohon trembesi dan 150 bibit pohon mangga untuk ditanam.</p><p><br></p><p>Dikatakan Atikoh, terkait permintaan warga sekitar agar sungai yang ada didesa tersebut dinormalisasi secara bersamaan dengan kabupaten tetangga yakni Grobogan dan Pati. Ia menyanggupi untuk menyampaikan kepada Gubernur secara informal namun secara resmi warga harus mengajukan ke Gubernur.</p>
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Liga Italia | 16 Desember 2018 - 11:57 WIB

Juve kokoh di puncak setelah menangi Derby della Mole

Liga lainnya | 16 Desember 2018 - 11:38 WIB

Perbesar peluang ke Eropa, Reims tundukkan Strasbourg

Aktual Dalam Negeri | 16 Desember 2018 - 11:29 WIB

Gagasan PSI soal poligami dinilai tak cerminkan sikap toleran

Aktual Dalam Negeri | 16 Desember 2018 - 11:16 WIB

Presiden umumkan kenaikan tunjangan Babinsa

Liga Italia | 16 Desember 2018 - 10:39 WIB

Penalti Ronaldo jadi penentu kemenangan Juve atas Torino

<p>Seratusan relawan perempuan, pemuda dan santri Gayeng Jawa Tengah menggelar kegiatan penghijauan di kawasan lereng pegunungan Kendeng desa Wonosoco, Kecamatan Undaan, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah. Penghijauan ini dilakukan dalam memperingati Hari Perempuan Internasional yang jatuh tanggal 8 Maret.</p><p><br></p><p>Perempuan Gayeng muncul sebagai gerakan perempuan yang dibentuk oleh sekelompok perempuan, individu, kelompok/ komunitas, lintas agama, budaya, dan profesi yang memiliki kesadaran dan komitmen mewujudkan pembangunan Jawa Tengah yang menyejahterakan perempuan dan anak.&nbsp;</p><p><br></p><p>Ketua Perempuan Gayeng Niniek Jumoenita mengatakan Gerakan ini mengedepankan integritas dan kegotongroyongan. "Kami terbuka menerima siapapun yang peduli pada semangat memperjuangkan hak perempuan dan anak di seluruh daerah di Jawa Tengah. Tidak harus perempuan, bisa laki-laki yang memiliki perspektif terhadap perempuan dan anak", tuturnya, Sabtu (10/3) seperti dilaporkan Kontributor elshinta, Sutini.</p><p><br></p><p>Atikoh Ganjar Pranowo, tokoh perempuan Jawa Tengah yang sekaligus istri Cagub Ganjar Pranowo menyampaikan kegiatan penghijauan yang dilakukan di desa Wonosoco ini dikarenakan merupakan daerah yang rawan terjadinya banjir bandang. Sehingga pihaknya membawa 1000 bibit pohon trembesi dan 150 bibit pohon mangga untuk ditanam.</p><p><br></p><p>Dikatakan Atikoh, terkait permintaan warga sekitar agar sungai yang ada didesa tersebut dinormalisasi secara bersamaan dengan kabupaten tetangga yakni Grobogan dan Pati. Ia menyanggupi untuk menyampaikan kepada Gubernur secara informal namun secara resmi warga harus mengajukan ke Gubernur.</p>

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.

Sabtu, 15 Desember 2018 - 21:27 WIB
Hari Menanam Nasional 2018

PKSM dan Pramuka bagikan 3.500 batang pohon kepada pengguna jalan

Sabtu, 15 Desember 2018 - 21:19 WIB

Disdukcapil Kotabaru memusnahkan ratusan KTP-el rusak

Jumat, 14 Desember 2018 - 17:56 WIB

Capres Jokowi dialog dengan pelaku usaha muda UKM

elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com