Sabtu, 15 Desember 2018 | 17:33 WIB

Daftar | Login

MacroAd

0 /

Pasawat Airfast mendarat di laut karena roda bermasalah

Senin, 00 0000 - 00:00 WIB    |    Penulis : Andi Juandi    |    Editor : Administrator
Sumber Foto: http://bit.ly/2DhgWtu
Sumber Foto: http://bit.ly/2DhgWtu
<p>Pesawat amfibi jenis Twin Otter DHC6 dengan registrasi PK-OCK milik maskapai Airfast Indonesia pada Sabtu siang (10/3) terpaksa mendarat di perairan kawasan pantai Ocarina, Batam, setelah membatalkan pendaratan di Bandara Hang Nadim lantaran roda pesawat bermasalah.</p><p>Pesawat rute Pulau Bawah, Kepulauan Anambas tujuan Batam itu memutuskan mendarat di air karena roda pendaratan sebelah kiri tidak bisa diturunkan, kata Managing Director Airfast Indonesia Arif Wibodo dalam keterangan resminya, Ahad (11/3).</p><p>Airfast juga memastikan bahwa seluruh penumpang yang berjumlah 8 orang semuanya selamat dan dalam kondisi baik tanpa luka, begitu juga pilot pesawatnya.</p><p>Arif mengatakan, pesawat diawaki dua orang pilot terlatih dan berpengalaman menerbangkan pesawat jenis amfibi sehingga berhasil mendaratkan pesawat di pesisir pantai dan menghentikan pesawat di area pantai yang berpasir landai.&nbsp;"Semua penumpang turun dari pesawat secara normal dan diantar oleh petugas Airfast Indonesia ke bandara Hang Nadim Batam oleh petugas Airfast Indonesia untuk meneruskan perjalanan mereka selanjutnya," katanya.</p><p>Mengenai kondisi pesawat, Arif mengatakan, memerlukan perbaikan ringan pada sistem roda pendarat untuk kemudian siap diterbangkan kembali dari wilayah pantai Ocarina menuju ke bandara Hang Nadim untuk pemeriksaan lebih mendalam.&nbsp;Peristiwa ini dilaporkan oleh Airfast dan dikoordinasikan dengan Direktorat Kelaik-Udaraan dan Pengoperasian Pesawat Udara, Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan serta Komite Nasional Keselamatan Transportasi Republik Indonesia. (Ant)</p>
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Travel | 15 Desember 2018 - 17:12 WIB

Menpar tak ingin ada wisata `remang-remang`

Bencana Alam | 15 Desember 2018 - 16:48 WIB

Puting beliung robohkan delapan rumah di Sumba Timur

Aktual Dalam Negeri | 15 Desember 2018 - 16:36 WIB

Ryamizard Ryacudu tegaskan kelompok bersenjata Papua adalah pemberontak

Aktual Luar Negeri | 15 Desember 2018 - 16:11 WIB

Indonesia catat pernyataan Australia mengenai Yerusalem

<p>Pesawat amfibi jenis Twin Otter DHC6 dengan registrasi PK-OCK milik maskapai Airfast Indonesia pada Sabtu siang (10/3) terpaksa mendarat di perairan kawasan pantai Ocarina, Batam, setelah membatalkan pendaratan di Bandara Hang Nadim lantaran roda pesawat bermasalah.</p><p>Pesawat rute Pulau Bawah, Kepulauan Anambas tujuan Batam itu memutuskan mendarat di air karena roda pendaratan sebelah kiri tidak bisa diturunkan, kata Managing Director Airfast Indonesia Arif Wibodo dalam keterangan resminya, Ahad (11/3).</p><p>Airfast juga memastikan bahwa seluruh penumpang yang berjumlah 8 orang semuanya selamat dan dalam kondisi baik tanpa luka, begitu juga pilot pesawatnya.</p><p>Arif mengatakan, pesawat diawaki dua orang pilot terlatih dan berpengalaman menerbangkan pesawat jenis amfibi sehingga berhasil mendaratkan pesawat di pesisir pantai dan menghentikan pesawat di area pantai yang berpasir landai.&nbsp;"Semua penumpang turun dari pesawat secara normal dan diantar oleh petugas Airfast Indonesia ke bandara Hang Nadim Batam oleh petugas Airfast Indonesia untuk meneruskan perjalanan mereka selanjutnya," katanya.</p><p>Mengenai kondisi pesawat, Arif mengatakan, memerlukan perbaikan ringan pada sistem roda pendarat untuk kemudian siap diterbangkan kembali dari wilayah pantai Ocarina menuju ke bandara Hang Nadim untuk pemeriksaan lebih mendalam.&nbsp;Peristiwa ini dilaporkan oleh Airfast dan dikoordinasikan dengan Direktorat Kelaik-Udaraan dan Pengoperasian Pesawat Udara, Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan serta Komite Nasional Keselamatan Transportasi Republik Indonesia. (Ant)</p>

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.

Jumat, 14 Desember 2018 - 17:56 WIB

Capres Jokowi dialog dengan pelaku usaha muda UKM

Kamis, 13 Desember 2018 - 10:51 WIB

KPK panggil Bupati Jepara terkait kasus suap

Rabu, 12 Desember 2018 - 06:25 WIB

Mantan diplomat Kanada dikabarkan ditahan di China

elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com