Sabtu, 15 Desember 2018 | 17:33 WIB

Daftar | Login

MacroAd

0 /

Istilah 'Pesta Demokrasi' lebih pas bagi Tito Karnavian

Senin, 00 0000 - 00:00 WIB    |    Penulis : Angga Kusuma    |    Editor : Administrator
Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian. Sumber foto: http://bit.ly/2GezCx7
Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian. Sumber foto: http://bit.ly/2GezCx7
<p>Dua tahun ini, 2018 dan 2019, menjadi tahun-tahun yang menentukan bagi kekuasaan pemerintahan di Indonesia karena ada Pilkada 2018 dan Pemilu 2019. Diistilahkan sebagai "tahun politik" yang dinilai Kepala Kepolisian Indonesia, Jenderal Polisi Tito Karnavian, memberi impresi tersendiri.</p><p>Dia punya pemikiran, agar istilah "tahun politik" diganti menjadi "pesta demokrasi" dalam upaya memberikan ketenangan serta kenyamanan sejumlah pihak terutama pengusaha dan investor.</p><p>"Istilah 'tahun politik' sepertinya bisa memberikan rasa menakutkan bagi pengusaha, padahal saya yakin pelaksanaan Pilkada serentak akan berjalan baik," kata dia, saat Dialog Nasional ke-8 Indonesia Maju di Universitas Muhammadiyah, Yogyakarta, Minggu (11/3).</p><p>Hadir dalam dialog itu Menteri Perhubungan, Budi Sumadi, Menteri Keuangan, Sri Mulyani, Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta, Sri Sultan Hamengkubuwono X, serta Imam Besar Masjid Istiqlal, Nasaruddin Umar.</p><p>Karnavian mengatakan, Pilkada 2018 yang diselenggarakan serentak di ratusan kabupaten, kota, dan provinsi tidak seharusnya ditakuti pengusaha dan investor karena situasi keamanan dijamin kondusif. Polisi, kata dia, telah memetakan kondisi keamanan di seluruh Indonesia dan dia juga telah memerintahkan kepala Polda dan Polres untuk terus memantau dengan jaringan intelijen yang ada.(Ant)</p>
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Travel | 15 Desember 2018 - 17:12 WIB

Menpar tak ingin ada wisata `remang-remang`

Bencana Alam | 15 Desember 2018 - 16:48 WIB

Puting beliung robohkan delapan rumah di Sumba Timur

Aktual Dalam Negeri | 15 Desember 2018 - 16:36 WIB

Ryamizard Ryacudu tegaskan kelompok bersenjata Papua adalah pemberontak

Aktual Luar Negeri | 15 Desember 2018 - 16:11 WIB

Indonesia catat pernyataan Australia mengenai Yerusalem

<p>Dua tahun ini, 2018 dan 2019, menjadi tahun-tahun yang menentukan bagi kekuasaan pemerintahan di Indonesia karena ada Pilkada 2018 dan Pemilu 2019. Diistilahkan sebagai "tahun politik" yang dinilai Kepala Kepolisian Indonesia, Jenderal Polisi Tito Karnavian, memberi impresi tersendiri.</p><p>Dia punya pemikiran, agar istilah "tahun politik" diganti menjadi "pesta demokrasi" dalam upaya memberikan ketenangan serta kenyamanan sejumlah pihak terutama pengusaha dan investor.</p><p>"Istilah 'tahun politik' sepertinya bisa memberikan rasa menakutkan bagi pengusaha, padahal saya yakin pelaksanaan Pilkada serentak akan berjalan baik," kata dia, saat Dialog Nasional ke-8 Indonesia Maju di Universitas Muhammadiyah, Yogyakarta, Minggu (11/3).</p><p>Hadir dalam dialog itu Menteri Perhubungan, Budi Sumadi, Menteri Keuangan, Sri Mulyani, Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta, Sri Sultan Hamengkubuwono X, serta Imam Besar Masjid Istiqlal, Nasaruddin Umar.</p><p>Karnavian mengatakan, Pilkada 2018 yang diselenggarakan serentak di ratusan kabupaten, kota, dan provinsi tidak seharusnya ditakuti pengusaha dan investor karena situasi keamanan dijamin kondusif. Polisi, kata dia, telah memetakan kondisi keamanan di seluruh Indonesia dan dia juga telah memerintahkan kepala Polda dan Polres untuk terus memantau dengan jaringan intelijen yang ada.(Ant)</p>

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.

Jumat, 14 Desember 2018 - 17:56 WIB

Capres Jokowi dialog dengan pelaku usaha muda UKM

Kamis, 13 Desember 2018 - 10:51 WIB

KPK panggil Bupati Jepara terkait kasus suap

Rabu, 12 Desember 2018 - 06:25 WIB

Mantan diplomat Kanada dikabarkan ditahan di China

elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com