Sabtu, 15 Desember 2018 | 22:11 WIB

Daftar | Login

MacroAd

0 /

Akhiri perselisihan akibat Perang Bubat melalui nama jalan

Senin, 00 0000 - 00:00 WIB    |    Penulis : Angga Kusuma    |    Editor : Administrator
Gubernur Jawa Barat, Ahmad Heryawan, dan Gubernur DI Yogyakarta Sri Sultan HB X saat peresmian nama jalan arteri (ring road) di Yogyakarta, Selasa (3/10). Sumber foto: http://bit.ly/2p0eKlI
Gubernur Jawa Barat, Ahmad Heryawan, dan Gubernur DI Yogyakarta Sri Sultan HB X saat peresmian nama jalan arteri (ring road) di Yogyakarta, Selasa (3/10). Sumber foto: http://bit.ly/2p0eKlI
<p>Perang Bubat pada abad ke-14 berdampak besar bagi kehidupan etnis Sunda dan Jawa. Perang yang terjadi pada 1279 Saka atau 1357 Masehi ini berlangsung saat pemerintahan Raja Majapahit, Hayam Wuruk.</p><p>Perang ini berawal dari perselisihan antara Patih Gajahmada dari Majapahit dengan Prabu Maharaja Linggabuana dari Kerajaan Sunda, di Pesanggrahan Bubat, yang mengakibatkan tewasnya seluruh rombongan Sunda</p><p>Konon katanya, akibat peristiwa inilah maka kemudian orang Sunda dan Jawa tidak bisa disatukan, terutama dalam hal lembaga perkawinan.</p><p>Gubernur Jawa Barat, Ahmad Heryawan, menyebutkan ada semacam "emosi kolektif" antara warga Indonesia etnis Sunda dan Jawa akibat Perang Bubat itu. Tidak ada nama Jalan Majapahit atau Jalan Gajah Mada di banyak kota di Jawa Barat, atau Jalan Pajajaran, di banyak kota dan kabupaten di Jawa Tengah dan Jawa Timur. Itu sekedar gambaran.</p><p>Orang nomor satu di Jawa Barat itu mencoba mengakhiri "perselisihan" yang terjadi selama 661 tahun antara Orang Sunda dan Orang Jawa melalui sebuah rekonsiliasi budaya, yakni melalui nama jalan.(Ant)</p>
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Kriminalitas | 15 Desember 2018 - 21:59 WIB

Petani mengeluh sayurannya banyak dicuri

Politik | 15 Desember 2018 - 21:39 WIB

PDI Perjuangan sanggah tuduhan pengrusakan bendera Demokrat

Aktual Pemilu | 15 Desember 2018 - 21:07 WIB

KPU soal kotak suara berbahan karton

Pendidikan | 15 Desember 2018 - 20:41 WIB

Menristek dorong mahasiwa memiliki semangat bela negara

<p>Perang Bubat pada abad ke-14 berdampak besar bagi kehidupan etnis Sunda dan Jawa. Perang yang terjadi pada 1279 Saka atau 1357 Masehi ini berlangsung saat pemerintahan Raja Majapahit, Hayam Wuruk.</p><p>Perang ini berawal dari perselisihan antara Patih Gajahmada dari Majapahit dengan Prabu Maharaja Linggabuana dari Kerajaan Sunda, di Pesanggrahan Bubat, yang mengakibatkan tewasnya seluruh rombongan Sunda</p><p>Konon katanya, akibat peristiwa inilah maka kemudian orang Sunda dan Jawa tidak bisa disatukan, terutama dalam hal lembaga perkawinan.</p><p>Gubernur Jawa Barat, Ahmad Heryawan, menyebutkan ada semacam "emosi kolektif" antara warga Indonesia etnis Sunda dan Jawa akibat Perang Bubat itu. Tidak ada nama Jalan Majapahit atau Jalan Gajah Mada di banyak kota di Jawa Barat, atau Jalan Pajajaran, di banyak kota dan kabupaten di Jawa Tengah dan Jawa Timur. Itu sekedar gambaran.</p><p>Orang nomor satu di Jawa Barat itu mencoba mengakhiri "perselisihan" yang terjadi selama 661 tahun antara Orang Sunda dan Orang Jawa melalui sebuah rekonsiliasi budaya, yakni melalui nama jalan.(Ant)</p>

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.

Sabtu, 15 Desember 2018 - 21:27 WIB
Hari Menanam Nasional 2018

PKSM dan Pramuka bagikan 3.500 batang pohon kepada pengguna jalan

Sabtu, 15 Desember 2018 - 21:19 WIB

Disdukcapil Kotabaru memusnahkan ratusan KTP-el rusak

Jumat, 14 Desember 2018 - 17:56 WIB

Capres Jokowi dialog dengan pelaku usaha muda UKM

elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com