Selasa, 26 Juni 2018 | 00:22 WIB

Daftar | Login

/

Titiek Soeharto ingin GBHN dihidupkan lagi

Senin, 00 0000 - 00:00 WIB    |    Penulis : Angga Kusuma    |    Editor : Administrator
Siti Hediati Hariyadi (Titiek Soeharto). Sumber foto: http://bit.ly/2Ij9zWj
Siti Hediati Hariyadi (Titiek Soeharto). Sumber foto: http://bit.ly/2Ij9zWj
<p>Siti Hediati Hariyadi (Titiek Soeharto) menginginkan agar Garis-Garis Besar Haluan Negara (GBHN)--yang merupakan ketetapan rencana jangka panjang pembangunan negara era Orde Baru--dihidupkan kembali agar pembangunan dan kebijakan negara berjalan berkesinambungan.</p><p>"Ternyata kita butuh GBHN, kalau tidak ada haluan, negara melenceng, setiap kepala negara tidak ada haluannya, mereka punya kebijakan sendiri-sendiri sehingga saya rasa GBHN perlu," ujar dia dalam acara puncak "Bulan HM Soeharto" di TMII, Jakarta, Minggu (11/3).</p><p>Putri keempat Soeharto itu menyebut selama masa kepemimpinan Soeharto sebagai presiden, Indonesia dapat melaksanakan pembangunan terarah dan terukur dengan adanya GBHN.</p><p>Dengan GBHN, menurut Titiek, pada masa kepemimpinan Presiden kedua itu situasi politik terkendali, ekonomi tumbuh, kebudayaan berkembang baik serta keamanan terjaga.</p><p>Untuk itu, pihaknya berharap pemerintah meneruskan hal yang baik dalam kepemimpinan Soeharto dan mempertimbangkan untuk menghidupkan kembali GBHN. "Semoga pemerintah saat ini dan pemerintah yang akan datang bersedia meneruskan apa yang telah baik di kepemimpinan beliau, mencontoh dan menyelesaikan sesuai pada zamannya," kata Titiek.(Ant)</p>
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Aktual IPTEK | 25 Juni 2018 - 22:06 WIB

Mahasiswa UMM ciptakan prototipe mesin cuci tanpa listrik

Pilkada Serentak 2018 | 25 Juni 2018 - 21:56 WIB

Amankan Pilkada Serentak, Polres Sukoharjo turunkan 452 personel

Pilkada Serentak 2018 | 25 Juni 2018 - 21:36 WIB

KPU Purwakarta prioritaskan distribusi logistik Pilkada ke kecamatan terjauh

Pilkada Serentak 2018 | 25 Juni 2018 - 21:27 WIB

Jaga netralitas, TNI dilarang berada dekat TPS

Aktual Dalam Negeri | 25 Juni 2018 - 21:15 WIB

Sembilan TPS rawan konflik Solo dijaga 10.050 aparat gabungan

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.

Jumat, 22 Juni 2018 - 17:27 WIB

Aceh, Sumsel, Jawa, siaga kebakaran

Kamis, 21 Juni 2018 - 09:50 WIB

Projo apresiasi penanganan mudik 2018

elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com