Sabtu, 15 Desember 2018 | 22:10 WIB

Daftar | Login

MacroAd

0 /

Pemerintah tingkatkan diversifikasi produk ekspor komoditas kelapa

Senin, 00 0000 - 00:00 WIB    |    Penulis : Andi Juandi    |    Editor : Administrator
Ilustrasi. Sumber foto:   http://bit.ly/2FwKoxz
Ilustrasi. Sumber foto: http://bit.ly/2FwKoxz
<p>Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara akan terus berupaya meningkatkan diversifikasi produk ekspor komoditas kelapa pada 2018.</p><p>"Kami melakukan ini karena produk turunan dari kelapa sangat banyak dan belum tergarap dengan baik," kata Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Sulut Jenny Karouw di Manado, Senin (12/3).</p><p>Ia mengatakan ada ratusan produk turunan kelapa yang belum dilakukan pengolahan oleh pelaku usaha dan pengekspor asal Sulut.&nbsp;Diversifikasi tersebut, katanya, pada tahun ini akan didorong agar mampu memberikan dampak yang besar pada perekonomian dan devisa bagi negara.</p><p>Ia mengatakan saat ini produk ekspor komoditas kelapa hanya kelapa utuh, sabut kelapa, minyak kelapa kasar, bungkil kopra, dan kopra.&nbsp;Padahal masih banyak lagi yang masih perlu dikembangkan, seperti santan kelapa, coconut fiber, jok mobil, matras, sapu, keset, coconut cream, cuka, karbon aktif, dan arang briket.&nbsp;"Karena produk tersebut banyak dicari pasar luar negeri," katanya.</p><p>Selain itu, lanjut Jenny, batang kelapa dapat dihasilkan bahan-bahan bangunan, baik untuk kerangka bangunan maupun untuk dinding serta atap, dan peralatan rumah tangga, seperti pot dan mebeler.&nbsp;Daun kelapa dapat diambil lidinya yang dapat dipakai sebagai sapu serta barang-barang produk anyaman. (Ant)</p>
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Kriminalitas | 15 Desember 2018 - 21:59 WIB

Petani mengeluh sayurannya banyak dicuri

Politik | 15 Desember 2018 - 21:39 WIB

PDI Perjuangan sanggah tuduhan pengrusakan bendera Demokrat

Aktual Pemilu | 15 Desember 2018 - 21:07 WIB

KPU soal kotak suara berbahan karton

Pendidikan | 15 Desember 2018 - 20:41 WIB

Menristek dorong mahasiwa memiliki semangat bela negara

<p>Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara akan terus berupaya meningkatkan diversifikasi produk ekspor komoditas kelapa pada 2018.</p><p>"Kami melakukan ini karena produk turunan dari kelapa sangat banyak dan belum tergarap dengan baik," kata Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Sulut Jenny Karouw di Manado, Senin (12/3).</p><p>Ia mengatakan ada ratusan produk turunan kelapa yang belum dilakukan pengolahan oleh pelaku usaha dan pengekspor asal Sulut.&nbsp;Diversifikasi tersebut, katanya, pada tahun ini akan didorong agar mampu memberikan dampak yang besar pada perekonomian dan devisa bagi negara.</p><p>Ia mengatakan saat ini produk ekspor komoditas kelapa hanya kelapa utuh, sabut kelapa, minyak kelapa kasar, bungkil kopra, dan kopra.&nbsp;Padahal masih banyak lagi yang masih perlu dikembangkan, seperti santan kelapa, coconut fiber, jok mobil, matras, sapu, keset, coconut cream, cuka, karbon aktif, dan arang briket.&nbsp;"Karena produk tersebut banyak dicari pasar luar negeri," katanya.</p><p>Selain itu, lanjut Jenny, batang kelapa dapat dihasilkan bahan-bahan bangunan, baik untuk kerangka bangunan maupun untuk dinding serta atap, dan peralatan rumah tangga, seperti pot dan mebeler.&nbsp;Daun kelapa dapat diambil lidinya yang dapat dipakai sebagai sapu serta barang-barang produk anyaman. (Ant)</p>

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.

Sabtu, 15 Desember 2018 - 21:27 WIB
Hari Menanam Nasional 2018

PKSM dan Pramuka bagikan 3.500 batang pohon kepada pengguna jalan

Sabtu, 15 Desember 2018 - 21:19 WIB

Disdukcapil Kotabaru memusnahkan ratusan KTP-el rusak

Jumat, 14 Desember 2018 - 17:56 WIB

Capres Jokowi dialog dengan pelaku usaha muda UKM

elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com