Kamis, 13 Desember 2018 | 12:13 WIB

Daftar | Login

MacroAd

0 /

Tiga tim mobil hemat energi Indonesia lolos ke kompetisi 'DWC' London

Senin, 00 0000 - 00:00 WIB    |    Penulis : Andi Juandi    |    Editor : Administrator
Sumber Foto: http://bit.ly/2FsL3UJ
Sumber Foto: http://bit.ly/2FsL3UJ
<p>Mobil hemat energi, Sapuangin, Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), bersama dengan dua tim Indonesia lainnya , lolos ke ajang Grand Final "Drivers World Championship" (DWC) di London, Inggris, 8 Juli mendatang, setelah menjuarai kompetisi Shell Eco-marathon (SEM) Asia 2018 di Singapura.</p><p>Keterangan pers yang diterima Antara di Surabaya, Senin (12/3), pada lomba yang digelar Changi Exhibition Centre, Minggu (11/3), Sapuangin bersaing ketat dengan sesama tim dari Indonesia, yakni tim Semar Urban Universitas Gadjah Mada yang menjadi peringkat pertama mengungguli Sapuangin di urutan ke-2 dan tim Garuda Universitas Negeri Yogyakarta posisi ke-3.</p><p>Tiga posisi teratas dalam adu kecepatan tersebut berhak melaju ke ajang grand final DWC di London, bertarung dengan tiga besar dari berbagai wilayah lain se-dunia. Meski berada di urutan ke-2 pada balapan, dalam kompetisi, Sapuangin ITS menjadi juara 1 disusul Semar Urban UGM, dan Garuda UNY juara 3.</p><p>General Manager Tim Sapuangin ITS Rafi Rasyad mengungkapkan kegembiraannya atas keberhasilan tim yang dipimpinnya meraih tiket menuju London ini."Alhamdulillah akhirnya Sapuangin berhasil ikut bertarung di DWC London berkat kerja sama tim yang baik, semoga nantinya bisa menjadi terbaik juga di sana (London)," tutur Rafi.</p><p>Sementara General Manager Tim Nogogeni ITS, Muhammad Adietya, mengaku bisa menerima hasil kompetisi ini dengan baik, meski hanya mampu menempati posisi ke-4.&nbsp;"Alhamdulillah hasil dari DWC tadi kami cukup puas, karena dari tiga tim peserta kelas Urban Concepts Electric hanya Nogogeni yang bisa mencapai finish meskipun tidak bisa lolos ke London," kata mahasiswa D3 Teknik Mesin Industri ini. (Ant)</p>
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Aktual Pemilu | 13 Desember 2018 - 12:12 WIB

KPU akan gelar pertemuan dengan parpol bahas DPT hasil perbaikan II

Kriminalitas | 13 Desember 2018 - 12:04 WIB

BNN gagalkan penyelundupan 15 ribu pil ekstasi dari pasutri

Aktual Dalam Negeri | 13 Desember 2018 - 11:53 WIB

Presiden berikan pengarahan pada Jambore Sumber Daya PKH

Aktual Dalam Negeri | 13 Desember 2018 - 11:43 WIB

KSAU resmikan Sathar 65 di Lanud Iswahjudi

Manajemen | 13 Desember 2018 - 11:35 WIB

Waspadai investasi bodong dengan melihat ciri-cirinya

Aktual Dalam Negeri | 13 Desember 2018 - 11:26 WIB

Sandiaga tanggapi soal isu HAM dalam visi misi

<p>Mobil hemat energi, Sapuangin, Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), bersama dengan dua tim Indonesia lainnya , lolos ke ajang Grand Final "Drivers World Championship" (DWC) di London, Inggris, 8 Juli mendatang, setelah menjuarai kompetisi Shell Eco-marathon (SEM) Asia 2018 di Singapura.</p><p>Keterangan pers yang diterima Antara di Surabaya, Senin (12/3), pada lomba yang digelar Changi Exhibition Centre, Minggu (11/3), Sapuangin bersaing ketat dengan sesama tim dari Indonesia, yakni tim Semar Urban Universitas Gadjah Mada yang menjadi peringkat pertama mengungguli Sapuangin di urutan ke-2 dan tim Garuda Universitas Negeri Yogyakarta posisi ke-3.</p><p>Tiga posisi teratas dalam adu kecepatan tersebut berhak melaju ke ajang grand final DWC di London, bertarung dengan tiga besar dari berbagai wilayah lain se-dunia. Meski berada di urutan ke-2 pada balapan, dalam kompetisi, Sapuangin ITS menjadi juara 1 disusul Semar Urban UGM, dan Garuda UNY juara 3.</p><p>General Manager Tim Sapuangin ITS Rafi Rasyad mengungkapkan kegembiraannya atas keberhasilan tim yang dipimpinnya meraih tiket menuju London ini."Alhamdulillah akhirnya Sapuangin berhasil ikut bertarung di DWC London berkat kerja sama tim yang baik, semoga nantinya bisa menjadi terbaik juga di sana (London)," tutur Rafi.</p><p>Sementara General Manager Tim Nogogeni ITS, Muhammad Adietya, mengaku bisa menerima hasil kompetisi ini dengan baik, meski hanya mampu menempati posisi ke-4.&nbsp;"Alhamdulillah hasil dari DWC tadi kami cukup puas, karena dari tiga tim peserta kelas Urban Concepts Electric hanya Nogogeni yang bisa mencapai finish meskipun tidak bisa lolos ke London," kata mahasiswa D3 Teknik Mesin Industri ini. (Ant)</p>

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
loading...

Kamis, 13 Desember 2018 - 10:51 WIB

KPK panggil Bupati Jepara terkait kasus suap

Rabu, 12 Desember 2018 - 06:25 WIB

Mantan diplomat Kanada dikabarkan ditahan di China

Senin, 10 Desember 2018 - 10:28 WIB

IHSG alami tekanan searah bursa Asia

Minggu, 09 Desember 2018 - 21:53 WIB

Kapolri: Separuh polisi belum punya rumah

elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com