Senin, 25 Juni 2018 | 13:00 WIB

Daftar | Login

/

Direktur CIA : Amerika 'mengetahui' risiko pertemuan Donald Trump-Kim Jong-un

Senin, 00 0000 - 00:00 WIB    |    Penulis : Mitra Elshinta Feeder    |    Editor : Administrator
BBC Indonesia
BBC Indonesia
<figure> <img alt="Donald Trump dan Kim Jong-un" src="http://c.files.bbci.co.uk/17B3D/production/_100358079_mediaitem100358078.jpg" height="549" width="976" /> <footer>AFP/GETTY IMAGES</footer> <figcaption>Jadwal Donald Trump dan Kim Jong-un belum ditentukan.</figcaption> </figure><p>Direktur badan intelejen AS CIA Mike Pompeo membela keputusan Donald Trump untuk bertemu dengan pemimpim Korea Utara Kim Jong-un, dengan mengatakan presiden memahami risikonya. </p><p>Trump &quot;tidak melakukannya untuk bersandiwara, dia akan ke sana untuk mengatasi masalah,&quot; kata kepala intelejen AS dalam wawancara dengan Fox News Sunday.</p><p>Presiden telah mengatakan bahwa pertemuan itu dapat menghasilkan &quot;kesepakatan yang terbesar di dunia&quot;.</p><p>Namun kritik menyebutkan jika pertemuan berlangsung kurang baik, maka posisi kedua negara akan lebih buruk dibandingkan sebelumnya. </p><p>Sejuah ini belum pernah ada Presiden AS bertemu dengan pemimpin Korea Utara. Trump dilaporkan menerima tawaran tersebut secara langsung ketika utusan Korea Selatan menyampaikan undangan tersebut pada Kamis lalu. Keputusan Trump itu mengejutkan pemerintahannya. </p> <ul> <li><a href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/dunia-43354804">Trump: &quot;Kesepakatan dengan Korea Utara tengah dibuat&quot;. </a></li> <li><a href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/dunia-43343416">Korea Utara-AS: Setelah saling ancam, mengapa Donald Trump dan Kim Jong-un mau bertemu?</a></li> <li><a href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/dunia-43341578">Korea Utara-AS: Apa yang ganjil dari rencana KTT Kim-Trump?</a></li> </ul><p>Upaya negosiasi pemberian bantuan yang ditukar dengan kesepakatan melucuti senjata telah gagal sejak 2003 lalu, setelah Korea Utara menarik diri dari Pakta Non-Proliferasi Nuklir NPT.</p><p>Pompeo mengatakan kepada CBS bahwa pemerintah telah &quot;membuka mata lebar-lebar&quot; terhadap tantangan untuk berurusan dengan Korea Utara. </p><p>Dia mengatakan bahwa Korut ingin melakukan pembicaraan karena pemberian sanksi yang dipimpin oleh AS itu telah memukul ekonominya. </p><p>&quot;Tidak pernah terjadi sebelumnya Korea Utara dalam posisi ekonomi yang begitu berisiko, di mana pemimpinan mereka berada dalam tekanan,&quot; jelas dia pada Fox News.</p><p>Pejabat tinggi Gedung Putih lainnya, Menteri Keuangan Steve Mnuchin, menekankan bahwa target pembicaraan adalah menyingkirkan senjata nuklir di Semenanjung Korea, dan menyampaikan kembali bahwa AS berharap tidak ada uji coba rudal atau nuklir menjelang pertemuan. </p><h3>Kekhawatiran Kim akan 'mengambil keuntungan'</h3><p>Para politisi dari kedua partai besar di AS Republik dan Demokrat menyampaikan kekhawatiran mereka terhadap rencana pertemuan Trump-Kim. </p><p>Senator Partai Republik Cory Gardner mengatakan kepada CBS bahwa dia menginginkan &quot;langkah yang nyata dan konkrit untuk denuklirisasi&quot; sebelum pertemuan berlangsung.</p><p>Senator Republik yang lain, Jeff Flake, mengatakan kepada NBC bahwa dia pesimistis mengenai apakah denuklirisasi merupakan target yang realistis. </p><figure> <img alt="Militer Korea Utara" src="http://c.files.bbci.co.uk/12D1D/production/_100358077_mediaitem100358076.jpg" height="549" width="976" /> <footer>Getty Images</footer> <figcaption>Korea Utara dengan cepat telah mengembangkan program rudal nuklirnya</figcaption> </figure><p>Di saluran televisi yang sama, Senator Demokrat Elizabeth Warren menyampaikan kekhawatiran bahwa Departemen Luar Negeri AS tidak memahami metode yang dilakukan Pyongyang.</p><p>&quot;Saya ingin menyaksikan kesuksesan presiden kita, karena jika dia sukses, Amerika sukses. Dunia menjadi lebih aman,&quot; kata dia. </p><p>&quot;Tetapi saya sangat khawatir bahwa mereka akan mengambil keuntungan dari dia&quot;.</p><h3>Trump: Korea Utara 'ingin perdamaian'</h3><p>Saat pawai politik di Pennsylvania pada Sabtu lalu, Trump mengatakan kepada wartawan bahwa dia yakin Korea Utara menginginkan 'perdamaian'.</p><p>Namun Trump juga mengatakan mungkin akan menghentikan pembicaraan secepatnya jika dia tidak melihat kemajuan dalam pelucutan senjata nuklir. </p><p><a href="https://twitter.com/realDonaldTrump/status/972563247160274947">https://twitter.com/realDonaldTrump/status/972563247160274947</a></p><p>&quot;Hei, siapa yang tahu apa yang akan terjadi?&quot; kata Trump saat pawai untuk kandidat kongres Partai Republik. &quot;Saya mungkin akan meninggalkan pertemuan secepatnya atau kita bisa duduk dan membuat kesepakatan terbesar untuk dunia.&quot;</p><p>Dia berharap kesepakatan untuk menurunkan ketegangan terkait senjata nuklir akan terjadi, terutama untuk membantu negara seperti Korea Utara. </p> <ul> <li><a href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/dunia-43068200">'Senjata rahasia' Korea Utara itu bernama Kim Yo-jong, adik Kim Jong-un</a></li> <li><a href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/dunia-41139372">Korea Utara memiliki 'bom nuklir siap rudal'</a></li> </ul><p>Sejauh ini, belum ada tanggal ataupun lokasi di mana pertemuan Trump-Kim akan dilakukan, meskipun laporan sebelumnya menyebutkan bahwa pembicaraan antara kedua pemimpin negara itu akan dilakukan pada akhir Mei. </p><p>Kantor Presiden Korea Selatan mengatakan Desa Panmunjom yang menjadi lokasi gencatan senjata, yang berada di zona demiliterisasi antara Korea Utara dan Selatan merupakan salah satu pilihan, seperti dilaporkan kantor berita Yonhap. </p><p>Swedia, Swiss dan Cina juga disebutkan kemungkinan menjadi tuan rumah.</p>
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Aktual Dalam Negeri | 25 Juni 2018 - 12:55 WIB

LRT Palembang dijadwalkan diresmikan Presiden pertengahan Juli

Pilkada Serentak 2018 | 25 Juni 2018 - 12:45 WIB

Bawaslu temukan masalah DPT-C6 di Sumut

Aktual Dalam Negeri | 25 Juni 2018 - 12:34 WIB

Ganjar senang sistem tetap berjalan lancar selama cuti kampanye

Aktual Dalam Negeri | 25 Juni 2018 - 12:24 WIB

Wagub Malut imbau masyarakat jangan golput

Aktual Dalam Negeri | 25 Juni 2018 - 12:07 WIB

Panglima Hadi Tjahjanto kembali tegaskan netralitas TNI

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.

Jumat, 22 Juni 2018 - 17:27 WIB

Aceh, Sumsel, Jawa, siaga kebakaran

Kamis, 21 Juni 2018 - 09:50 WIB

Projo apresiasi penanganan mudik 2018

elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com