Minggu, 16 Desember 2018 | 11:57 WIB

Daftar | Login

MacroAd

0 /

Olahraga rutin sepanjang hidup perlambat proses penuaan

Senin, 00 0000 - 00:00 WIB    |    Penulis : Mario Vau    |    Editor : Administrator
sumber foto: http://bit.ly/2FGV8gh
sumber foto: http://bit.ly/2FGV8gh
<p>Manfaat olahraga selain untuk menjaga kesehatan ternyata memainkan peran besar dalam memperlambat proses penuaan. Terutama apabila kebiasaan olahraga itu dilakukan sebagai gaya hidup dan secara rutin.</p><p>Hal ini ditemukan dalam penelitian oleh sejumlah ilmuwan dari <i>University of Birmingham</i> dan <i>King’s College, London</i> yang berupaya mengevaluasi kaitan antara tingkat penuaan lansia atas dasar kebiasaan mereka&nbsp; berolahraga sepanjang hidupnya, demikian dilansir <i>Science Daily</i>. Riset mendukung teori bahwa tetap aktif menjadi kunci mempertahankan tubuh tetap sehat dan awet muda. </p><p>Melibatkan 125 pesepeda amatir dari usia 55 – 79 tahun, di antaranya 84 lelaki dan 41 perempuan. Mereka harus memenuhi kriteria bersepeda sejauh 100 km dalam waktu 6.5 jam (lelaki) dan 60 km dalam waktu 5.5 jam (perempuan). Para lansia dengan kebiasaan merokok, minum alkohol dan dengan tekanan darah tinggi atau riwayat penyakit lainnya tidak diikutsertakan dalam studi ini. </p><p>Para partisipan kemudian dibandingkan kondisi kesehatannya dengan menjalankan sejumlah tes yang dibandingkan dengan orang dewasa yang tidak rutin berolahraga dari rentang usia 57 – 80 tahun dan mereka yang berusia 20 – 36 tahun. </p><p>Secara tidak mengejutkan, mereka yang rajin berolahraga tidak kehilangan massa otot dan kekuatan. Para pesepeda juga tidak menambah lemak tubuh mereka atau tingkat kolesterolnya seiring usia yang menua. Selain itu, tingkat testosteron bagi pria yang berolahraga tetap tinggi, yang mengindikasikan bahwa mereka berhasil menghindari “menopause pria” yang ditandai dengan penurunan drastic hormon kejantanan tersebut. </p><p>Bukan saja itu, tapi tingkat kekebalan tubuh para pesepeda rutin itu juga tetap tinggi, seolah-olah tidak terjadi proses penuaan yang berarti. Kemampuan tubuh mereka untuk memproduksi sel imunitas sama tingginya dengan mereka yang berusia sekitar 20 tahunan. </p><p>“Hipokrates pada 400 SM telah menyatakan bahwa olahraga merupakan obat terbaik, tetapi pesan ini hilang seiring waktu, dan masyarakat cenderung kurang bergerak,” kata Profesor Janet Lord&nbsp; yang memimpin studi ini, dari <i>University of Birmingham. </i></p><p>“Riset kami berarti ada bukti kuat bahwa menghimbau orang untuk berkomitmen olahraga secara rutin sepanjang hidupnya adalah solusi menghadapi kenyataan bahwa kita hidup semakin panjang, tetapi semakin tidak sehat juga,” lanjutnya. </p><p>Sementara Norman Lazarus dari <i>King’s College</i> yang juga seorang pesepeda senior dan ikut serta dalam penelitian ini menyatakan, “Kita berolahraga utamanya untuk hiburan kita sendiri. Hampir semua orang dapat berpartisipasi dalam kegiatan olahraga yang sesuai dengan kemampuan fisiologis mereka,” katanya. </p>
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Liga lainnya | 16 Desember 2018 - 11:38 WIB

Perbesar peluang ke Eropa, Reims tundukkan Strasbourg

Aktual Dalam Negeri | 16 Desember 2018 - 11:29 WIB

Gagasan PSI soal poligami dinilai tak cerminkan sikap toleran

Aktual Dalam Negeri | 16 Desember 2018 - 11:16 WIB

Presiden umumkan kenaikan tunjangan Babinsa

Liga Italia | 16 Desember 2018 - 10:39 WIB

Penalti Ronaldo jadi penentu kemenangan Juve atas Torino

Liga lainnya | 16 Desember 2018 - 10:28 WIB

Dortmund kembali unggul sembilan poin atas rival terdekatnya

<p>Manfaat olahraga selain untuk menjaga kesehatan ternyata memainkan peran besar dalam memperlambat proses penuaan. Terutama apabila kebiasaan olahraga itu dilakukan sebagai gaya hidup dan secara rutin.</p><p>Hal ini ditemukan dalam penelitian oleh sejumlah ilmuwan dari <i>University of Birmingham</i> dan <i>King’s College, London</i> yang berupaya mengevaluasi kaitan antara tingkat penuaan lansia atas dasar kebiasaan mereka&nbsp; berolahraga sepanjang hidupnya, demikian dilansir <i>Science Daily</i>. Riset mendukung teori bahwa tetap aktif menjadi kunci mempertahankan tubuh tetap sehat dan awet muda. </p><p>Melibatkan 125 pesepeda amatir dari usia 55 – 79 tahun, di antaranya 84 lelaki dan 41 perempuan. Mereka harus memenuhi kriteria bersepeda sejauh 100 km dalam waktu 6.5 jam (lelaki) dan 60 km dalam waktu 5.5 jam (perempuan). Para lansia dengan kebiasaan merokok, minum alkohol dan dengan tekanan darah tinggi atau riwayat penyakit lainnya tidak diikutsertakan dalam studi ini. </p><p>Para partisipan kemudian dibandingkan kondisi kesehatannya dengan menjalankan sejumlah tes yang dibandingkan dengan orang dewasa yang tidak rutin berolahraga dari rentang usia 57 – 80 tahun dan mereka yang berusia 20 – 36 tahun. </p><p>Secara tidak mengejutkan, mereka yang rajin berolahraga tidak kehilangan massa otot dan kekuatan. Para pesepeda juga tidak menambah lemak tubuh mereka atau tingkat kolesterolnya seiring usia yang menua. Selain itu, tingkat testosteron bagi pria yang berolahraga tetap tinggi, yang mengindikasikan bahwa mereka berhasil menghindari “menopause pria” yang ditandai dengan penurunan drastic hormon kejantanan tersebut. </p><p>Bukan saja itu, tapi tingkat kekebalan tubuh para pesepeda rutin itu juga tetap tinggi, seolah-olah tidak terjadi proses penuaan yang berarti. Kemampuan tubuh mereka untuk memproduksi sel imunitas sama tingginya dengan mereka yang berusia sekitar 20 tahunan. </p><p>“Hipokrates pada 400 SM telah menyatakan bahwa olahraga merupakan obat terbaik, tetapi pesan ini hilang seiring waktu, dan masyarakat cenderung kurang bergerak,” kata Profesor Janet Lord&nbsp; yang memimpin studi ini, dari <i>University of Birmingham. </i></p><p>“Riset kami berarti ada bukti kuat bahwa menghimbau orang untuk berkomitmen olahraga secara rutin sepanjang hidupnya adalah solusi menghadapi kenyataan bahwa kita hidup semakin panjang, tetapi semakin tidak sehat juga,” lanjutnya. </p><p>Sementara Norman Lazarus dari <i>King’s College</i> yang juga seorang pesepeda senior dan ikut serta dalam penelitian ini menyatakan, “Kita berolahraga utamanya untuk hiburan kita sendiri. Hampir semua orang dapat berpartisipasi dalam kegiatan olahraga yang sesuai dengan kemampuan fisiologis mereka,” katanya. </p>

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.

Sabtu, 15 Desember 2018 - 21:27 WIB
Hari Menanam Nasional 2018

PKSM dan Pramuka bagikan 3.500 batang pohon kepada pengguna jalan

Sabtu, 15 Desember 2018 - 21:19 WIB

Disdukcapil Kotabaru memusnahkan ratusan KTP-el rusak

Jumat, 14 Desember 2018 - 17:56 WIB

Capres Jokowi dialog dengan pelaku usaha muda UKM

elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com