Senin, 17 Desember 2018 | 18:06 WIB

Daftar | Login

MacroAd

0 /

Polisi gerebek pabrik pupuk ilegal di Sukabumi

Senin, 00 0000 - 00:00 WIB    |    Penulis : Devi Novitasari    |    Editor : Administrator
Sumber foto: http://bit.ly/2hyn4pn
Sumber foto: http://bit.ly/2hyn4pn
<p>Polsek Jampang Tengah, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat menggerebek pabrik pupuk ilegal yang beroperasi di Kampung Gunungsiereum pada Senin, (12/3) dini hari.</p><p>Pada penggerebekan tersebut polisi juga menangkap tujuh pembuat pupuk ilegal dan pengelola pabrik tersebut. Ketujuhnya yakni AS (39) warga Kampung Mayak, RT 3/2, Desa Bojongkembar, Kecamatan Cikembar, RS (33) warga Kampung Cibatu, RT 2/2, Desa Cibatu, Kecamatan Cikembar,&nbsp;Dian (24) warga Kampung Cikawung, RT 16/4, Desa Padabeunghar, Kecamatan Jampangtengah, SH (29) warga Kampung Kosambi, RT 13/3, Desa Padabeunghar, Kecamatan Jampangtengah.</p><p>Kemudian, AK (33) warga Kampung Cieumbe, RT 12/3, Desa Padabeunghar, Kecamatan Jampangtengah, CS (40) warga Kampung Mekarsari, RT 1/13, Desa Parakanlima, Kecamatan Cikembar dan AN (27) warga Kampung Margasari, RT 4/8, Desa Bojongkembar, Kecamatan Cikembar.</p><p>Dari hasil penyelidikan tersebut pabrik tersebut membuat pupuk tanpa izin alias ilegal adapun merek dagangnya yakni Toll Ush produksi CV Multi Guna Gresik Indonesia.</p><p>Adapun barang bukti yang disita satu unit kendaraan truck Mitsubishi Colt Diesel 120 PS warna kuning bernomor polisi F 8726 WR yang berisikan 161 karung pupuk merek Toll Ush Produksi CV Multi Guna Gresik Indonesia. (Ant)</p>
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Asia Pasific | 17 Desember 2018 - 17:55 WIB

Sembilan orang tewas akibat bom mobil di Suriah

Aktual Pemilu | 17 Desember 2018 - 17:33 WIB

KPU jamin hak pemilih yang belum masuk DPT

Pileg 2019 | 17 Desember 2018 - 17:12 WIB

Jokowi sebut caleg PKB punya militansi tinggi

<p>Polsek Jampang Tengah, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat menggerebek pabrik pupuk ilegal yang beroperasi di Kampung Gunungsiereum pada Senin, (12/3) dini hari.</p><p>Pada penggerebekan tersebut polisi juga menangkap tujuh pembuat pupuk ilegal dan pengelola pabrik tersebut. Ketujuhnya yakni AS (39) warga Kampung Mayak, RT 3/2, Desa Bojongkembar, Kecamatan Cikembar, RS (33) warga Kampung Cibatu, RT 2/2, Desa Cibatu, Kecamatan Cikembar,&nbsp;Dian (24) warga Kampung Cikawung, RT 16/4, Desa Padabeunghar, Kecamatan Jampangtengah, SH (29) warga Kampung Kosambi, RT 13/3, Desa Padabeunghar, Kecamatan Jampangtengah.</p><p>Kemudian, AK (33) warga Kampung Cieumbe, RT 12/3, Desa Padabeunghar, Kecamatan Jampangtengah, CS (40) warga Kampung Mekarsari, RT 1/13, Desa Parakanlima, Kecamatan Cikembar dan AN (27) warga Kampung Margasari, RT 4/8, Desa Bojongkembar, Kecamatan Cikembar.</p><p>Dari hasil penyelidikan tersebut pabrik tersebut membuat pupuk tanpa izin alias ilegal adapun merek dagangnya yakni Toll Ush produksi CV Multi Guna Gresik Indonesia.</p><p>Adapun barang bukti yang disita satu unit kendaraan truck Mitsubishi Colt Diesel 120 PS warna kuning bernomor polisi F 8726 WR yang berisikan 161 karung pupuk merek Toll Ush Produksi CV Multi Guna Gresik Indonesia. (Ant)</p>

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.

Minggu, 16 Desember 2018 - 16:13 WIB

Ini cara cegah kejahatan `SIM swap fraud` ala Bareskrim

Sabtu, 15 Desember 2018 - 21:27 WIB
Hari Menanam Nasional 2018

PKSM dan Pramuka bagikan 3.500 batang pohon kepada pengguna jalan

Sabtu, 15 Desember 2018 - 21:19 WIB

Disdukcapil Kotabaru memusnahkan ratusan KTP-el rusak

Jumat, 14 Desember 2018 - 17:56 WIB

Capres Jokowi dialog dengan pelaku usaha muda UKM

elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com