Rabu, 19 September 2018 | 22:37 WIB

Daftar | Login

kuping kiri paragames kuping kanan paragames
emajels

/

Dedi Mulyadi pastikan tiada politik balas budi

Senin, 00 0000 - 00:00 WIB    |    Penulis : Devi Novitasari    |    Editor : Administrator
Calon Wakil Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi. Sumber foto: http://bit.ly/2FI1WdB
Calon Wakil Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi. Sumber foto: http://bit.ly/2FI1WdB
<p>Calon Wakil Gubernur Jawa Barat nomor urut empat Dedi Mulyadi memastikan pasangan DM4Jabar (Deddy Mizwar-Dedi Mulyadi) tidak melakukan politik balas budi kepada sponsor, terlebih tidak ada sponsor politik yang membiayai kegiatan kampanye pasangan calon ini.</p><p>Hal itu disampaikan Dedi Mulyadi dalam salah satu sesi acara Debat Publik Pertama Pilgub Jabar yang diadakan oleh KPU Provinsi Jawa Barat di Gedung Sasana Budaya Ganesha, Kota Bandung, Senin (12/3) malam.</p><p>Mantan Bupati Purwakarta dua periode tersebut mengatakan politik balas budi sangat bisa dihindari dan caranya ialah dengan tidak melibatkan peran swasta yang memiliki kepentingan politik terhadap daerah Jawa Barat.&nbsp;"Kita bisa menjauhi politik balas budi asal dalam proses politik, jangan melibatkan peran swasta. Kita tidak boleh mengajak sponsor yang memiliki kepentingan terhadap wilayah Jawa Barat," katanya.</p><p>Menurut dia seorang pejabat publik harus berangkat dari proses kaderisasi politik dan sosial baik di internal kader maupun masyarakat dan hal ini agar, saat nanti menjabat, dirinya tidak tersandera oleh kepentingan lain selain kepentingan masyarakatnya.&nbsp;"Kalau seorang pejabat itu berangkat dari soliditas relawan dan kader, maka kita bekerja untuk kemajuan masyarakat. Ini berbeda halnya dengan seseorang yang maju dalam kontestasi politik atas keinginan sponsor. Tentu saat menjabat, akan ikut kepentingan sponsor," ujarnya.</p><p>Program pro rakyat menurut dia, akan terganggu efektivitasnya saat tangan-tangan jahil sponsor mulai bermain dan bahkan keberlangsungan program tidak akan menuai kesuksesan ketika didasarkan pada asas hutang budi. (Ant)</p>
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Aktual Dalam Negeri | 19 September 2018 - 21:39 WIB

Dua paket misterius dari China buat heboh Bawaslu Sumut

Sosbud | 19 September 2018 - 21:12 WIB

Bubur Asyura, makanan khas penanda buka luwur Sunan Kudus

Pemilihan Presiden 2019 | 19 September 2018 - 20:57 WIB

Pakar: Perang kata-kata dan tagar bisa picu perpecahan

Aktual Dalam Negeri | 19 September 2018 - 20:36 WIB

Bekraf gelar sosialisasi hak kekayaan intelektual untuk pelaku ekonomi kreatif

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
loading...

Rabu, 19 September 2018 - 16:23 WIB

Gubernur Babel kunjungi balita positif virus Rubella

Rabu, 19 September 2018 - 11:20 WIB

Pengemudi ojek online serbu Kantor Grab

Senin, 17 September 2018 - 06:47 WIB

Kemenkominfo buka beasiswa pelatihan digital

Minggu, 16 September 2018 - 14:48 WIB

Kalapas Sukamiskin benarkan Sel Setnov lebih luas

elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com