Senin, 17 Desember 2018 | 18:08 WIB

Daftar | Login

MacroAd

0 /

Pilkada serentak 2018

Kandidat pemimpin tidak hanya jago bicara

Senin, 00 0000 - 00:00 WIB    |    Penulis :    |    Editor : Administrator
Sumber Foto : http://bit.ly/2Hsd1fN
Sumber Foto : http://bit.ly/2Hsd1fN
<p>Dalam debat calon gubernur Jawa Barat babak pertama untuk pemilihan kepala daerah (Pilkada) 2018 yang diadakan Senin (12/3), para kandidat telah memaparkan visi misi yang diusungnya.</p><p>Kepada <i>Elshinta</i>, Selasa (13/3) pagi, pengamat politik dari Akar Rumput Strategic Consulting, Dimas Oky Nugroho mengatakan, dalam debat kandidat yang berkualitas itu tidak semata-mata hanya mencari keserasian antara kandidat untuk menjaga harmonisasi. “Tapi juga dalam berdebat itu kita bisa berbeda secara tajam, karena terkait dengan gagasan ide, apalagi kaitannya dengan calon pemimpin rakyat Jawa Barat, artinya memang betul ditunjukkan adalah kematangan dan konsistensi gagasan yang hendak diperjuangkan jika ia terpilih sebagai gubernur dan wakil gubernur,” paparnya.</p><p>"Perdebatan memang harus ada dan mereka harus di challenge tidak hanya oleh kandidatnya tetapi juga oleh penyelenggara itu sendiri," imbuhnya.</p><p>Menurut Dimas, penyelenggara berkepentingan untuk menghadirkan Pilkada yang demokratis. Sedangkan untuk masyarakat sipil mereka ingin mengetahui sejauh mana integritas yang dimiliki calon pemimpin tersebut.</p><p>“Bagi penyelenggaraan yang terpenting adalah jangan sampai kandidat yang tampil itu hanya mencoba untuk mengecat langit, menghias kata-kata, mengarang indah, dan seterusnya. Karena rakyat tidak butuh itu, rakyat butuh yang hal yang sifatnya detail dan sederhana. Jadi pemimpin itu harus bisa menyampaikan gagasannya serumit apapun atau sekompleks apapun dengan kata-kata sederhana sehingga rakyat dapat memahami,” kata dia.</p><p><br></p><p><br></p><p>Penulis : Yuno.</p><p>Editor : Dewi Rusiana.</p>
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Asia Pasific | 17 Desember 2018 - 17:55 WIB

Sembilan orang tewas akibat bom mobil di Suriah

Aktual Pemilu | 17 Desember 2018 - 17:33 WIB

KPU jamin hak pemilih yang belum masuk DPT

Pileg 2019 | 17 Desember 2018 - 17:12 WIB

Jokowi sebut caleg PKB punya militansi tinggi

<p>Dalam debat calon gubernur Jawa Barat babak pertama untuk pemilihan kepala daerah (Pilkada) 2018 yang diadakan Senin (12/3), para kandidat telah memaparkan visi misi yang diusungnya.</p><p>Kepada <i>Elshinta</i>, Selasa (13/3) pagi, pengamat politik dari Akar Rumput Strategic Consulting, Dimas Oky Nugroho mengatakan, dalam debat kandidat yang berkualitas itu tidak semata-mata hanya mencari keserasian antara kandidat untuk menjaga harmonisasi. “Tapi juga dalam berdebat itu kita bisa berbeda secara tajam, karena terkait dengan gagasan ide, apalagi kaitannya dengan calon pemimpin rakyat Jawa Barat, artinya memang betul ditunjukkan adalah kematangan dan konsistensi gagasan yang hendak diperjuangkan jika ia terpilih sebagai gubernur dan wakil gubernur,” paparnya.</p><p>"Perdebatan memang harus ada dan mereka harus di challenge tidak hanya oleh kandidatnya tetapi juga oleh penyelenggara itu sendiri," imbuhnya.</p><p>Menurut Dimas, penyelenggara berkepentingan untuk menghadirkan Pilkada yang demokratis. Sedangkan untuk masyarakat sipil mereka ingin mengetahui sejauh mana integritas yang dimiliki calon pemimpin tersebut.</p><p>“Bagi penyelenggaraan yang terpenting adalah jangan sampai kandidat yang tampil itu hanya mencoba untuk mengecat langit, menghias kata-kata, mengarang indah, dan seterusnya. Karena rakyat tidak butuh itu, rakyat butuh yang hal yang sifatnya detail dan sederhana. Jadi pemimpin itu harus bisa menyampaikan gagasannya serumit apapun atau sekompleks apapun dengan kata-kata sederhana sehingga rakyat dapat memahami,” kata dia.</p><p><br></p><p><br></p><p>Penulis : Yuno.</p><p>Editor : Dewi Rusiana.</p>

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.

Minggu, 16 Desember 2018 - 16:13 WIB

Ini cara cegah kejahatan `SIM swap fraud` ala Bareskrim

Sabtu, 15 Desember 2018 - 21:27 WIB
Hari Menanam Nasional 2018

PKSM dan Pramuka bagikan 3.500 batang pohon kepada pengguna jalan

Sabtu, 15 Desember 2018 - 21:19 WIB

Disdukcapil Kotabaru memusnahkan ratusan KTP-el rusak

Jumat, 14 Desember 2018 - 17:56 WIB

Capres Jokowi dialog dengan pelaku usaha muda UKM

elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com