Senin, 22 Oktober 2018 | 05:15 WIB

Daftar | Login

MacroAd

/

Inspeksi kebocoran, saluran pintu air Jatiluhur dikeringkan

Senin, 00 0000 - 00:00 WIB    |    Penulis : Andi Juandi    |    Editor : Administrator
Istimewa. Foto: Tita Sopandy/Radio Elshinta
Istimewa. Foto: Tita Sopandy/Radio Elshinta
<p>Antisipasi kerusakan Bendungan Juanda Waduk Jatiluhur, Purwakarta, Jawa Barat, Tailrace/saluran air bawah tanah Bendungan Juanda untuk mengairi pertanian ke wilayah utara Jawa Barat  dikeringkan selama satu bulan ke depan.</p><p>Tailrace Juanda adalah satu-satunya saluran air bawah tanah untuk mengeluarkan air ke hilir bendungan dengan debit air yang dapat dilewatkan sekitar 3.000 meter kubik/detik dan dapat mengairi pertanian sekitar 240.000 hektar di wilayah utara Jawa Barat.</p><p>Ada dua tailrace yang terdapat di bendungan itu, satu diantaranya bagian kiri saat ini telah dikeringkan dan akan berlangsung hingga 22 Maret mendatang, sementara tailrace bagian kanan sudah dikeringkan pada 2016 lalu.</p><p>Kepada <i>Kontributor Elshinta, Tita Sopandy</i>, Selasa (13/3) Direktur utama Pt Jasa Tirta 2 Jatiluhur Purwakarta Joko Saputro mengatakan, bahwa pengeringan ini bertujuan untuk keselamatan dan keamanan bendungan dari ancaman yang membahayakan.</p><p>Pengeringan tailrase ini terutama untuk dilakukan pemeriksaan terhadap kekuatan tekanan beton bendungan serta pemeriksaan struktur lainya dan dilanjutkan dengan pengujian laboratorium, selain itu mengidentifikasi sumber kebocoran dan juga memeriksa lantai beton, serta melakukan pengukuran getaran pada dinding beton dengan menggunakan alat mikrotremor.</p><p>Dijelaskan Joko bahwa bendungan yang didesign dengan memiliki kekuatan selama seratus tahun dan sesuai SOP, bahwa keamanan bendungan dari ancaman yang sangat membahayakan harus dilakukan inspeksi terhadap saluran bawah tanah atau <i>tailrace </i>selama 5 tahun sekali.</p><p><br></p><p><br></p><p> Penulis: Andi Juandi</p><p> Editor: Sigit Kurniawan.</p>
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Ekonomi | 21 Oktober 2018 - 22:22 WIB

Jelang sidang tahunan ICCIA, ISABC dan SAIBC gelar pertemuan

Aktual Dalam Negeri | 21 Oktober 2018 - 21:35 WIB

Menag: Hari Santri Nasional bentuk pengakuan negara

Aktual Dalam Negeri | 21 Oktober 2018 - 21:29 WIB

Soekarwo: Tunggu 27 Oktober kepastian Suramadu gratis

Bencana Alam | 21 Oktober 2018 - 21:12 WIB

Desa Salua Kabupaten Sigi diterjang banjir

Arestasi | 21 Oktober 2018 - 20:35 WIB

10 pelajar pelaku tawuran tewaskan Rizky dibekuk

<p>Antisipasi kerusakan Bendungan Juanda Waduk Jatiluhur, Purwakarta, Jawa Barat, Tailrace/saluran air bawah tanah Bendungan Juanda untuk mengairi pertanian ke wilayah utara Jawa Barat  dikeringkan selama satu bulan ke depan.</p><p>Tailrace Juanda adalah satu-satunya saluran air bawah tanah untuk mengeluarkan air ke hilir bendungan dengan debit air yang dapat dilewatkan sekitar 3.000 meter kubik/detik dan dapat mengairi pertanian sekitar 240.000 hektar di wilayah utara Jawa Barat.</p><p>Ada dua tailrace yang terdapat di bendungan itu, satu diantaranya bagian kiri saat ini telah dikeringkan dan akan berlangsung hingga 22 Maret mendatang, sementara tailrace bagian kanan sudah dikeringkan pada 2016 lalu.</p><p>Kepada <i>Kontributor Elshinta, Tita Sopandy</i>, Selasa (13/3) Direktur utama Pt Jasa Tirta 2 Jatiluhur Purwakarta Joko Saputro mengatakan, bahwa pengeringan ini bertujuan untuk keselamatan dan keamanan bendungan dari ancaman yang membahayakan.</p><p>Pengeringan tailrase ini terutama untuk dilakukan pemeriksaan terhadap kekuatan tekanan beton bendungan serta pemeriksaan struktur lainya dan dilanjutkan dengan pengujian laboratorium, selain itu mengidentifikasi sumber kebocoran dan juga memeriksa lantai beton, serta melakukan pengukuran getaran pada dinding beton dengan menggunakan alat mikrotremor.</p><p>Dijelaskan Joko bahwa bendungan yang didesign dengan memiliki kekuatan selama seratus tahun dan sesuai SOP, bahwa keamanan bendungan dari ancaman yang sangat membahayakan harus dilakukan inspeksi terhadap saluran bawah tanah atau <i>tailrace </i>selama 5 tahun sekali.</p><p><br></p><p><br></p><p> Penulis: Andi Juandi</p><p> Editor: Sigit Kurniawan.</p>

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
loading...
elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com