Rabu, 20 Juni 2018 | 16:18 WIB

Daftar | Login

Banner Lebaran Banner Lebaran
Top header banner

/

KPK periksa walikota dan ayahnya terkait suap di Kendari

Senin, 00 0000 - 00:00 WIB    |    Penulis : Sigit Kurniawan    |    Editor : Administrator
Foto: Dody Handoko.
Foto: Dody Handoko.
<p>Kabiro Humas KPK, Febri Diansyah mengatakan, KPK memeriksa Wali Kota Kendari, Adriatma Dwi Putra (ADR) dan &nbsp;ayahnya yang maju dalam Pilkada&nbsp;Sulawesi Tenggara, &nbsp;Asrun dalam kasus dugaan suap pengadaan barang dan jasa di Pemkot&nbsp;&nbsp;Kendari &nbsp;tahun anggaran 2017-2018.</p><p>&nbsp;</p><p>"Mereka diperiksa sebagai tersangka terkait tindak pidana korupsi suap pengadaan barang dan jasa di Pemkot&nbsp;&nbsp;Kendari&nbsp;&nbsp;tahun anggaran 2017-2018,"katanya ketika dikonfirmasi di Jakarta, Selasa (13/3).</p><p>&nbsp;</p><p>Dua tersangka lainnya yang diperiksa adalah Direktur Utama PT Sarana Bangun Nusantara (SBN), Hasmun Hamzah dan Mantan Kepala BPKAD Kota&nbsp;&nbsp;Kendari, Fatmawati Faqih.</p><p>&nbsp;</p><p>Sebelumnya KPK menetapkan empat orang tersangka, Wali Kota&nbsp;&nbsp;Kendari &nbsp;Adriatma Dwi Putra, calon Gubernur&nbsp;&nbsp;Sulawesi Tenggara, Asrun, Direktur Utama PT Sarana Bangun Nusantara (SBN), Hasmun Hamzah dan Mantan Kepala BPKAD Kota&nbsp;Kendari, &nbsp;Fatmawati Faqih. (Dody/SiK)</p>
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Arestasi | 20 Juni 2018 - 16:15 WIB

Nahkoda KM Sinar Bangun diamankan polisi

Aktual Dalam Negeri | 20 Juni 2018 - 15:56 WIB

Iriawan usul polisi tambah waktu penjagaan arus balik

Aktual Dalam Negeri | 20 Juni 2018 - 15:46 WIB

Mendagri: Iriawan memenuhi syarat Pj Gubernur Jabar

Musibah | 20 Juni 2018 - 15:35 WIB

Dua wisatawan terseret gelombang Pantai Teluk Penyu

Aktual Dalam Negeri | 20 Juni 2018 - 15:26 WIB

Kapolres Langkat : Bukit Lawang ramai pengunjung, arus lalin padat

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com