Minggu, 16 Desember 2018 | 11:55 WIB

Daftar | Login

MacroAd

0 /

KPK periksa walikota dan ayahnya terkait suap di Kendari

Senin, 00 0000 - 00:00 WIB    |    Penulis : Sigit Kurniawan    |    Editor : Administrator
Foto: Dody Handoko.
Foto: Dody Handoko.
<p>Kabiro Humas KPK, Febri Diansyah mengatakan, KPK memeriksa Wali Kota Kendari, Adriatma Dwi Putra (ADR) dan &nbsp;ayahnya yang maju dalam Pilkada&nbsp;Sulawesi Tenggara, &nbsp;Asrun dalam kasus dugaan suap pengadaan barang dan jasa di Pemkot&nbsp;&nbsp;Kendari &nbsp;tahun anggaran 2017-2018.</p><p>&nbsp;</p><p>"Mereka diperiksa sebagai tersangka terkait tindak pidana korupsi suap pengadaan barang dan jasa di Pemkot&nbsp;&nbsp;Kendari&nbsp;&nbsp;tahun anggaran 2017-2018,"katanya ketika dikonfirmasi di Jakarta, Selasa (13/3).</p><p>&nbsp;</p><p>Dua tersangka lainnya yang diperiksa adalah Direktur Utama PT Sarana Bangun Nusantara (SBN), Hasmun Hamzah dan Mantan Kepala BPKAD Kota&nbsp;&nbsp;Kendari, Fatmawati Faqih.</p><p>&nbsp;</p><p>Sebelumnya KPK menetapkan empat orang tersangka, Wali Kota&nbsp;&nbsp;Kendari &nbsp;Adriatma Dwi Putra, calon Gubernur&nbsp;&nbsp;Sulawesi Tenggara, Asrun, Direktur Utama PT Sarana Bangun Nusantara (SBN), Hasmun Hamzah dan Mantan Kepala BPKAD Kota&nbsp;Kendari, &nbsp;Fatmawati Faqih. (Dody/SiK)</p>
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Liga lainnya | 16 Desember 2018 - 11:38 WIB

Perbesar peluang ke Eropa, Reims tundukkan Strasbourg

Aktual Dalam Negeri | 16 Desember 2018 - 11:29 WIB

Gagasan PSI soal poligami dinilai tak cerminkan sikap toleran

Aktual Dalam Negeri | 16 Desember 2018 - 11:16 WIB

Presiden umumkan kenaikan tunjangan Babinsa

Liga Italia | 16 Desember 2018 - 10:39 WIB

Penalti Ronaldo jadi penentu kemenangan Juve atas Torino

Liga lainnya | 16 Desember 2018 - 10:28 WIB

Dortmund kembali unggul sembilan poin atas rival terdekatnya

<p>Kabiro Humas KPK, Febri Diansyah mengatakan, KPK memeriksa Wali Kota Kendari, Adriatma Dwi Putra (ADR) dan &nbsp;ayahnya yang maju dalam Pilkada&nbsp;Sulawesi Tenggara, &nbsp;Asrun dalam kasus dugaan suap pengadaan barang dan jasa di Pemkot&nbsp;&nbsp;Kendari &nbsp;tahun anggaran 2017-2018.</p><p>&nbsp;</p><p>"Mereka diperiksa sebagai tersangka terkait tindak pidana korupsi suap pengadaan barang dan jasa di Pemkot&nbsp;&nbsp;Kendari&nbsp;&nbsp;tahun anggaran 2017-2018,"katanya ketika dikonfirmasi di Jakarta, Selasa (13/3).</p><p>&nbsp;</p><p>Dua tersangka lainnya yang diperiksa adalah Direktur Utama PT Sarana Bangun Nusantara (SBN), Hasmun Hamzah dan Mantan Kepala BPKAD Kota&nbsp;&nbsp;Kendari, Fatmawati Faqih.</p><p>&nbsp;</p><p>Sebelumnya KPK menetapkan empat orang tersangka, Wali Kota&nbsp;&nbsp;Kendari &nbsp;Adriatma Dwi Putra, calon Gubernur&nbsp;&nbsp;Sulawesi Tenggara, Asrun, Direktur Utama PT Sarana Bangun Nusantara (SBN), Hasmun Hamzah dan Mantan Kepala BPKAD Kota&nbsp;Kendari, &nbsp;Fatmawati Faqih. (Dody/SiK)</p>

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.

Sabtu, 15 Desember 2018 - 21:27 WIB
Hari Menanam Nasional 2018

PKSM dan Pramuka bagikan 3.500 batang pohon kepada pengguna jalan

Sabtu, 15 Desember 2018 - 21:19 WIB

Disdukcapil Kotabaru memusnahkan ratusan KTP-el rusak

Jumat, 14 Desember 2018 - 17:56 WIB

Capres Jokowi dialog dengan pelaku usaha muda UKM

elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com