Senin, 17 Desember 2018 | 18:06 WIB

Daftar | Login

MacroAd

0 /

Menko Polhukam sebut muncul ancaman proxy war

Senin, 00 0000 - 00:00 WIB    |    Penulis : Sigit Kurniawan    |    Editor : Administrator
Foto: Dody Handoko.
Foto: Dody Handoko.
<p>Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Wiranto mengatakan  ancaman proxy war adalah ancaman yang lahir dari media sosial, meracuni pikiran masyarakat melalui hoax dan ujaran kebencian, sehingga terjadi pertikaian sesama bangsa.</p><p> </p><p>“Ada satu ancaman baru lebih murah enggak keliatan tapi efektif, bagaimana bisa menghancurkan dengan cara lebih halus. Dimana sekarang muncul lagi teror proxy war untuk memberikan perpecahan,” ujarnya di Hotel Millenium, Tanah Abang, Jakarta Pusat, Selasa (13/3).</p><p> </p><p>Ia meminta masyarakat Indonesia tetap bersatu untuk melawan ancaman itu. “Tapi intinya bahwa adalah untuk mencapai keadilan sosial, adil dan makmur butuh persatuan dan kesatuan bangsa,” ungkapnya.</p><p> </p><p>Dikatakannya, seluruh masyarakat untuk bersama-sama melawan serangan proxy war ini. “Untuk melawan gempuran media sosial, jika ada ujaran kebencian kita hadapi ujaran kebaikan. Dengan cara itu kesadaran membela negeri ini,” ucapnya.(Dody/SiK)</p>
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Asia Pasific | 17 Desember 2018 - 17:55 WIB

Sembilan orang tewas akibat bom mobil di Suriah

Aktual Pemilu | 17 Desember 2018 - 17:33 WIB

KPU jamin hak pemilih yang belum masuk DPT

Pileg 2019 | 17 Desember 2018 - 17:12 WIB

Jokowi sebut caleg PKB punya militansi tinggi

<p>Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Wiranto mengatakan  ancaman proxy war adalah ancaman yang lahir dari media sosial, meracuni pikiran masyarakat melalui hoax dan ujaran kebencian, sehingga terjadi pertikaian sesama bangsa.</p><p> </p><p>“Ada satu ancaman baru lebih murah enggak keliatan tapi efektif, bagaimana bisa menghancurkan dengan cara lebih halus. Dimana sekarang muncul lagi teror proxy war untuk memberikan perpecahan,” ujarnya di Hotel Millenium, Tanah Abang, Jakarta Pusat, Selasa (13/3).</p><p> </p><p>Ia meminta masyarakat Indonesia tetap bersatu untuk melawan ancaman itu. “Tapi intinya bahwa adalah untuk mencapai keadilan sosial, adil dan makmur butuh persatuan dan kesatuan bangsa,” ungkapnya.</p><p> </p><p>Dikatakannya, seluruh masyarakat untuk bersama-sama melawan serangan proxy war ini. “Untuk melawan gempuran media sosial, jika ada ujaran kebencian kita hadapi ujaran kebaikan. Dengan cara itu kesadaran membela negeri ini,” ucapnya.(Dody/SiK)</p>

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.

Minggu, 16 Desember 2018 - 16:13 WIB

Ini cara cegah kejahatan `SIM swap fraud` ala Bareskrim

Sabtu, 15 Desember 2018 - 21:27 WIB
Hari Menanam Nasional 2018

PKSM dan Pramuka bagikan 3.500 batang pohon kepada pengguna jalan

Sabtu, 15 Desember 2018 - 21:19 WIB

Disdukcapil Kotabaru memusnahkan ratusan KTP-el rusak

Jumat, 14 Desember 2018 - 17:56 WIB

Capres Jokowi dialog dengan pelaku usaha muda UKM

elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com