Selasa, 26 Juni 2018 | 00:29 WIB

Daftar | Login

/

Kata ahli soal keramas

Senin, 00 0000 - 00:00 WIB    |    Penulis : Dewi Rusiana    |    Editor : Administrator
Ilustrasi keramas. Sumber foto: http://bit.ly/2FFTTdG
Ilustrasi keramas. Sumber foto: http://bit.ly/2FFTTdG
<p>Ahli dermatologi sekaligus pakar rambut, Dr. Francesca Fusco mengungkapkan seberapa sering harus keramas tergantung pada jenis kulit dan rambut.<br></p><p>"Secara umum, dengan mempertimbangkan semua jenis kulit dan jenis rambut, minimal seminggu sekali sudah cukup. Nah, jika Anda cenderung memiliki kulit kepala yang benar-benar berminyak, maka tak masalah untuk keramas setiap hari," kata dia.</p><p>Selain itu, Anda juga harus benar-benar memilih shampo yang paling sesuai untuk jenis rambut dan kulit kepala Anda. "Jika Anda menggunakan banyak produk styling, Anda mungkin merasa perlu mencuci rambut Anda lebih sering, ini normal dan menyehatkan bila dilakukan," tutur Fusco.</p><p>Sementara itu, untuk melihat tanda-tanda lain harus keramas, perhatikan kulit kepala Anda, jika terasa gatal yang tidak biasa, ada aroma tak enak, pada rambut mulai terasa sakit, berarti saatnya keramas.</p><p>Fusco menambahkan, salah satu kesalahan yang paling sering orang lakukan adalah jika kulit kepala mereka terasa gatal dan kering, mereka tidak keramas menggunakan shampo.</p><p>Selain alasan kosmetik seperti ketombe, mengatasi kulit kepala yang bau, dan rambut yang terbebani oleh minyak, keramas tidak teratur tidak akan menghilangkan bakteri, dan sel kulit mati. Demikian seperti dilansir laman Health.com. (Ant) </p><p><br></p>
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Aktual IPTEK | 25 Juni 2018 - 22:06 WIB

Mahasiswa UMM ciptakan prototipe mesin cuci tanpa listrik

Pilkada Serentak 2018 | 25 Juni 2018 - 21:56 WIB

Amankan Pilkada Serentak, Polres Sukoharjo turunkan 452 personel

Pilkada Serentak 2018 | 25 Juni 2018 - 21:36 WIB

KPU Purwakarta prioritaskan distribusi logistik Pilkada ke kecamatan terjauh

Pilkada Serentak 2018 | 25 Juni 2018 - 21:27 WIB

Jaga netralitas, TNI dilarang berada dekat TPS

Aktual Dalam Negeri | 25 Juni 2018 - 21:15 WIB

Sembilan TPS rawan konflik Solo dijaga 10.050 aparat gabungan

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.

Jumat, 22 Juni 2018 - 17:27 WIB

Aceh, Sumsel, Jawa, siaga kebakaran

Kamis, 21 Juni 2018 - 09:50 WIB

Projo apresiasi penanganan mudik 2018

elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com