Minggu, 16 Desember 2018 | 18:48 WIB

Daftar | Login

MacroAd

0 /

Risiko Mata Rusak Akibat Terlalu Dekat Nonton Video Online

Senin, 00 0000 - 00:00 WIB    |    Penulis : Mitra Elshinta Feeder    |    Editor : Administrator
(Courtesy: AustraliaPlus) Menonton lewat ponsel sebaiknya berjarak sepanjang siku.
(Courtesy: AustraliaPlus) Menonton lewat ponsel sebaiknya berjarak sepanjang siku.
<p>Banyak diantara kita yang masih ingat saat diperingatkan untuk menonton televisi terlalu dekat saat masih kecil. </p><p>Menurut dokter mata asal Australia, Helen Summers, orang tua jaman sekarang pun seharusnya memperingatkan anak-anak mereka agar tidak menonton dari layar kecil, seperti layar ponsel, terlalu dekat.</p><p>Dr Summers memperingatkan menonton terlalu dekat di layar kecil dalam waktu lama bisa menyebabkan gangguan pengelihatan bagi generasi mendatang.</p><p>"Kita menghadapi tsunami miopi atau rabun jauh," ujarnya kepada ABC Radio Darwin. </p><p>"Di Australia ada 4 juta orang yang tidak bisa melihat jauh, di tahun 2050 jumlahnya akan mencapai 22 juta."</p><p>Sejumlah peneliti sebelumnya menemukan meningkatnya rabun jauh bukan disebabkan oleh penggunaan ponsel, melainkan karena masalah terkait kurangnya aktivitas di luar ruangan.</p><p>Tapi Dr Summers mengatakan dampak dari jumlah waktu melihat layar telah meluas dan jarak pandang ke layar menjadi faktornya.</p><p>Sama dengan kurangnya waktu di luar ruangan, penyebab lainnya adalah postur yang tidak baik saat menonton dan kurangnya pergerakan mata karena kita menatap layar hingga berjam-jam. </p><p>"Kita ingin manfaatkan teknologi untuk belajar, jadi ada iPad, barang-barang eletronik dan komputer di sekolah kita, di kantor, dan saat kembali ke rumah ini menjadi berlebihan. Inilah yang jadi masalah," jelas Dr Summers.</p><p>"Saat kita menggunakan jejaring sosial, bersandar di sofa, menonton Netflik di iPad, ini yang menyebabkan jadi berlebihan."</p><p>Dr Summers, yang sudah membuka klinik mata di kota Darwin sejak tahun 1998, mengatakan dampak dari menatap layar ini sudah terlihat di ruang kelas sekolah.</p><p>"Kita juga melihat peningkatan besar dari pengelihatan yang stress, sensitif terhadap cahaya, dan bagi anak-anak kita, ada perubahan yang berdampak pada perkembangan membaca dan kemampuan belajar."</p><div class="view-image-embed-full" > <div class="view-richTallCaptionByline linked" > <figure> <div class="component comp-image"> <img src="http://www.abc.net.au/cm/rimage/6974778-4x3-thumbnail.jpg?v=2" data-sizes="auto" data-src="http://www.abc.net.au/cm/rimage/6974778-4x3-thumbnail.jpg?v=2" data-srcset="http://www.abc.net.au/cm/rimage/6974778-4x3-thumbnail.jpg?v=2 160w, http://www.abc.net.au/cm/rimage/6974778-4x3-small.jpg?v=2 220w, http://www.abc.net.au/cm/rimage/6974778-4x3-medium.jpg?v=2 460w, http://www.abc.net.au/cm/rimage/6974778-4x3-large.jpg?v=2 700w " title="Menatap layar dalam waktu lama memiliki dampak yang juga berjangka panjang." alt="Empat orang anak menonton televisi." class="lazyload" data-expand="0" /> </div> <figcaption> <div class="caption">Menatap layar dalam waktu lama memiliki dampak yang juga berjangka panjang.</div> <div class="comp-rich-text credit clearfix" id="comp-rich-text7" > <p>Flickr: Michael Cramer</p> </div> </figcaption> </figure> </div> </div><h2>Anak-anak paling berisiko</h2><p>Layar memiliki peranan penting dalam kehidupan kita sehari-hari, tapi Dr Summers menjelaskan cara kita menggunakannya memiliki peran yang signifikan pada dampaknya.</p><p>"Kebanyakan tempat kerja diatur secara ergonomik," katanya.</p><p>"Saat kita duduk, ada banyak layar di depan kita, tapi kita mengalihkan pandangan, kita tidak menatapnya."</p><p>Di rumah, hal ini bisa jadi berbeda, terutama bagi anak-anak.</p><p>"Saya tahu ini adalah alat untuk menenangkan anak... tapi kita harus menggunakannya berhati-hati, tidak untuk waktu yang lama," ujarnya.</p><p>"Mereka menatapnya dan tidak menggunakan kemampuan untuk fokusnya dengan benar."</p><p>"Jadi saat mereka mulai sekolah, jika mereka banyak menatap dengan jarak dekat, akan berdampak pada mengontrol gerakan mata kiri ke kanan.:"</p><div class="view-image-embed-full" > <div class="view-richTallCaptionByline linked" > <figure> <div class="component comp-image"> <img src="http://www.abc.net.au/cm/rimage/9246588-16x9-thumbnail.jpg?v=4" data-sizes="auto" data-src="http://www.abc.net.au/cm/rimage/9246588-16x9-thumbnail.jpg?v=4" data-srcset="http://www.abc.net.au/cm/rimage/9246588-16x9-thumbnail.jpg?v=4 160w, http://www.abc.net.au/cm/rimage/9246588-16x9-small.jpg?v=4 220w, http://www.abc.net.au/cm/rimage/9246588-16x9-medium.jpg?v=4 460w, http://www.abc.net.au/cm/rimage/9246588-16x9-large.jpg?v=4 700w " title="Sebelumnya peneliti menemukan rabun jauh disebabkan karena kurangnya beraktivitas di luar ruangan." alt="Empat orang anak bermain bola di taman." class="lazyload" data-expand="0" /> </div> <figcaption> <div class="caption">Sebelumnya peneliti menemukan rabun jauh disebabkan karena kurangnya beraktivitas di luar ruangan.</div> <div class="comp-rich-text credit clearfix" id="comp-rich-text8" > <p>Unsplash: Robert Collins, CC0</p> </div> </figcaption> </figure> </div> </div><h2>Istirahat sejenak</h2><p>Di Australia, 'twenty-twenty' adalah istilah yang sering digunakan oleh para dokter mata untuk menjelaskan pengelihatan yang sempurna. Tapi Dr Summers mulai menggunakan istilah ini untuk mengatur bagaimana cara kita mengkonsumsi media lewat layar. </p><p>"Jika kita menggunakan iPad selama 20 menit, pastikan duduk tegak dan istirahat juga selama 20 menit. </p><p>"Jika kita menggunakan telepon, buatlah menjadi 10/10, jadi kalau menggunakan layar telepon 10 menit, matikan juga selama 10 menit."</p><p>"Jadi lebih banyak beristirahat dan membuatnya tidak telalu sering.</p><p>"Pilihan yang lebih baik lagi, menurutnya, adalah mengalihkan pandangan ke televisi dengan jarak tiga meter lebih jauh agar mencegah menatap jarak dekat terlalu lama."</p><p>Jika tak mungkin, kita juga bisa memegang layar lebih jauh, tidak terlalu dekat dari jarak lengan ke mata, ujar Dr Summers.</p><p>"Atau jika kita meluruskan lengan, setengah antara siku dan panjang tangan, jangan lebih dekat dari itu."</p><p>Beristirahat dengan menghabiskan waktu di luar rumah adalah pilihan yang sudah teruji karena alasannya.</p><p>"Kita harus memiliki mata dengan pandangan yang mencapai seluruh penjuru, tidak dibatasi seukuran layar ponsel atau iPad."</p><p>Simak laporannya dalam bahasa Inggris <a class="external" href="http://www.abc.net.au/news/2018-03-13/watching-videos-on-phone-leading-to-surge-in-eyesight-issues/9538776" target="_blank" title="">disini</a>.</p>
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Badminton | 16 Desember 2018 - 18:36 WIB

Hafiz/Gloria tak ingin terbebani prestasi Owi/Butet

Aktual Dalam Negeri | 16 Desember 2018 - 18:24 WIB

Presiden minta masyarakat tak tanam kelapa sawit

Bencana Alam | 16 Desember 2018 - 18:10 WIB

Gempa M 6,1 guncang Keerom, Papua

Aktual Dalam Negeri | 16 Desember 2018 - 17:52 WIB

Presiden bagikan 31.998 hektare SK Perhutanan Sosial Jambi

Megapolitan | 16 Desember 2018 - 17:38 WIB

Ini faktor penyebab mahalnya hunian di Jakarta

Megapolitan | 16 Desember 2018 - 17:25 WIB

19.612 wisatawan kunjungi Pulau Pramuka sepanjang 2018

<p>Banyak diantara kita yang masih ingat saat diperingatkan untuk menonton televisi terlalu dekat saat masih kecil. </p><p>Menurut dokter mata asal Australia, Helen Summers, orang tua jaman sekarang pun seharusnya memperingatkan anak-anak mereka agar tidak menonton dari layar kecil, seperti layar ponsel, terlalu dekat.</p><p>Dr Summers memperingatkan menonton terlalu dekat di layar kecil dalam waktu lama bisa menyebabkan gangguan pengelihatan bagi generasi mendatang.</p><p>"Kita menghadapi tsunami miopi atau rabun jauh," ujarnya kepada ABC Radio Darwin. </p><p>"Di Australia ada 4 juta orang yang tidak bisa melihat jauh, di tahun 2050 jumlahnya akan mencapai 22 juta."</p><p>Sejumlah peneliti sebelumnya menemukan meningkatnya rabun jauh bukan disebabkan oleh penggunaan ponsel, melainkan karena masalah terkait kurangnya aktivitas di luar ruangan.</p><p>Tapi Dr Summers mengatakan dampak dari jumlah waktu melihat layar telah meluas dan jarak pandang ke layar menjadi faktornya.</p><p>Sama dengan kurangnya waktu di luar ruangan, penyebab lainnya adalah postur yang tidak baik saat menonton dan kurangnya pergerakan mata karena kita menatap layar hingga berjam-jam. </p><p>"Kita ingin manfaatkan teknologi untuk belajar, jadi ada iPad, barang-barang eletronik dan komputer di sekolah kita, di kantor, dan saat kembali ke rumah ini menjadi berlebihan. Inilah yang jadi masalah," jelas Dr Summers.</p><p>"Saat kita menggunakan jejaring sosial, bersandar di sofa, menonton Netflik di iPad, ini yang menyebabkan jadi berlebihan."</p><p>Dr Summers, yang sudah membuka klinik mata di kota Darwin sejak tahun 1998, mengatakan dampak dari menatap layar ini sudah terlihat di ruang kelas sekolah.</p><p>"Kita juga melihat peningkatan besar dari pengelihatan yang stress, sensitif terhadap cahaya, dan bagi anak-anak kita, ada perubahan yang berdampak pada perkembangan membaca dan kemampuan belajar."</p><div class="view-image-embed-full" > <div class="view-richTallCaptionByline linked" > <figure> <div class="component comp-image"> <img src="http://www.abc.net.au/cm/rimage/6974778-4x3-thumbnail.jpg?v=2" data-sizes="auto" data-src="http://www.abc.net.au/cm/rimage/6974778-4x3-thumbnail.jpg?v=2" data-srcset="http://www.abc.net.au/cm/rimage/6974778-4x3-thumbnail.jpg?v=2 160w, http://www.abc.net.au/cm/rimage/6974778-4x3-small.jpg?v=2 220w, http://www.abc.net.au/cm/rimage/6974778-4x3-medium.jpg?v=2 460w, http://www.abc.net.au/cm/rimage/6974778-4x3-large.jpg?v=2 700w " title="Menatap layar dalam waktu lama memiliki dampak yang juga berjangka panjang." alt="Empat orang anak menonton televisi." class="lazyload" data-expand="0" /> </div> <figcaption> <div class="caption">Menatap layar dalam waktu lama memiliki dampak yang juga berjangka panjang.</div> <div class="comp-rich-text credit clearfix" id="comp-rich-text7" > <p>Flickr: Michael Cramer</p> </div> </figcaption> </figure> </div> </div><h2>Anak-anak paling berisiko</h2><p>Layar memiliki peranan penting dalam kehidupan kita sehari-hari, tapi Dr Summers menjelaskan cara kita menggunakannya memiliki peran yang signifikan pada dampaknya.</p><p>"Kebanyakan tempat kerja diatur secara ergonomik," katanya.</p><p>"Saat kita duduk, ada banyak layar di depan kita, tapi kita mengalihkan pandangan, kita tidak menatapnya."</p><p>Di rumah, hal ini bisa jadi berbeda, terutama bagi anak-anak.</p><p>"Saya tahu ini adalah alat untuk menenangkan anak... tapi kita harus menggunakannya berhati-hati, tidak untuk waktu yang lama," ujarnya.</p><p>"Mereka menatapnya dan tidak menggunakan kemampuan untuk fokusnya dengan benar."</p><p>"Jadi saat mereka mulai sekolah, jika mereka banyak menatap dengan jarak dekat, akan berdampak pada mengontrol gerakan mata kiri ke kanan.:"</p><div class="view-image-embed-full" > <div class="view-richTallCaptionByline linked" > <figure> <div class="component comp-image"> <img src="http://www.abc.net.au/cm/rimage/9246588-16x9-thumbnail.jpg?v=4" data-sizes="auto" data-src="http://www.abc.net.au/cm/rimage/9246588-16x9-thumbnail.jpg?v=4" data-srcset="http://www.abc.net.au/cm/rimage/9246588-16x9-thumbnail.jpg?v=4 160w, http://www.abc.net.au/cm/rimage/9246588-16x9-small.jpg?v=4 220w, http://www.abc.net.au/cm/rimage/9246588-16x9-medium.jpg?v=4 460w, http://www.abc.net.au/cm/rimage/9246588-16x9-large.jpg?v=4 700w " title="Sebelumnya peneliti menemukan rabun jauh disebabkan karena kurangnya beraktivitas di luar ruangan." alt="Empat orang anak bermain bola di taman." class="lazyload" data-expand="0" /> </div> <figcaption> <div class="caption">Sebelumnya peneliti menemukan rabun jauh disebabkan karena kurangnya beraktivitas di luar ruangan.</div> <div class="comp-rich-text credit clearfix" id="comp-rich-text8" > <p>Unsplash: Robert Collins, CC0</p> </div> </figcaption> </figure> </div> </div><h2>Istirahat sejenak</h2><p>Di Australia, 'twenty-twenty' adalah istilah yang sering digunakan oleh para dokter mata untuk menjelaskan pengelihatan yang sempurna. Tapi Dr Summers mulai menggunakan istilah ini untuk mengatur bagaimana cara kita mengkonsumsi media lewat layar. </p><p>"Jika kita menggunakan iPad selama 20 menit, pastikan duduk tegak dan istirahat juga selama 20 menit. </p><p>"Jika kita menggunakan telepon, buatlah menjadi 10/10, jadi kalau menggunakan layar telepon 10 menit, matikan juga selama 10 menit."</p><p>"Jadi lebih banyak beristirahat dan membuatnya tidak telalu sering.</p><p>"Pilihan yang lebih baik lagi, menurutnya, adalah mengalihkan pandangan ke televisi dengan jarak tiga meter lebih jauh agar mencegah menatap jarak dekat terlalu lama."</p><p>Jika tak mungkin, kita juga bisa memegang layar lebih jauh, tidak terlalu dekat dari jarak lengan ke mata, ujar Dr Summers.</p><p>"Atau jika kita meluruskan lengan, setengah antara siku dan panjang tangan, jangan lebih dekat dari itu."</p><p>Beristirahat dengan menghabiskan waktu di luar rumah adalah pilihan yang sudah teruji karena alasannya.</p><p>"Kita harus memiliki mata dengan pandangan yang mencapai seluruh penjuru, tidak dibatasi seukuran layar ponsel atau iPad."</p><p>Simak laporannya dalam bahasa Inggris <a class="external" href="http://www.abc.net.au/news/2018-03-13/watching-videos-on-phone-leading-to-surge-in-eyesight-issues/9538776" target="_blank" title="">disini</a>.</p>

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.

Minggu, 16 Desember 2018 - 16:13 WIB

Ini cara cegah kejahatan `SIM swap fraud` ala Bareskrim

Sabtu, 15 Desember 2018 - 21:27 WIB
Hari Menanam Nasional 2018

PKSM dan Pramuka bagikan 3.500 batang pohon kepada pengguna jalan

Sabtu, 15 Desember 2018 - 21:19 WIB

Disdukcapil Kotabaru memusnahkan ratusan KTP-el rusak

Jumat, 14 Desember 2018 - 17:56 WIB

Capres Jokowi dialog dengan pelaku usaha muda UKM

elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com