Kamis, 20 September 2018 | 04:37 WIB

Daftar | Login

kuping kiri paragames kuping kanan paragames
emajels

/

Arcandra negosiasi impor gas dari Aljazair

Senin, 00 0000 - 00:00 WIB    |    Penulis : Andi Juandi    |    Editor : Administrator
Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arcandra Tahar. Sumber Foto:  http://bit.ly/2FFfBhZ
Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arcandra Tahar. Sumber Foto: http://bit.ly/2FFfBhZ
<p>Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arcandra Tahar menyatakan sedang bernegosiasi dengan perusahaan minyak dan gas bumi (migas) Sonatrach Oil asal Aljazair untuk menjajaki kemungkinan impor LPG.</p><p>"Ini sedang negosiasi langsung, karena tidak ada pihak ketiga maka kami harapkan bisa dapat harga spesial," kata Arcandra di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Selasa (13/3).</p><p>Arcandra mengatakan nantinya bentuk kerja sama tersebut akan langsung dengan PT Pertamina melalui skema "business to business" (b to b), sedangkan pemerintah berperan membantu melancarkan negosiasi tersebut.</p><p>Pada penjajakan sebelumnya ditemukan harga LPG senilai 1 dolar AS per MMBTU di Aljazair, namun harga tersebut untuk pemenuhan masyarakat domestik di Aljazair, bukan harga yang dilempar ke pasar internasional. "Mereka punya pipa untuk mengalirkan gas dari Aljair ke Spanyol. Itu 10 persen dari 'crude oil' atau minyak mentah. Artinya 6 dolar AS per MMBTU biayanya, jadi 1 dolar untuk ekspor itu tidak mungkin," ucap Arcandra.</p><p>Namun demikian, kalau seandainya perusahaan migas nasional bisa mendapatkan kontrak yang harganya lebih murah daripada harga gas dalam negeri, maka pemerintah mempersilahkan Pertamina untuk tetap impor. "Infrastruktur silakan dibangun dan 'plain gate' dibawah dari 14,5 persen dari aturan yang ada. Silakan impor jika harganya lebih murah," ujarnya.</p><p>Dalam pertemuan tersebut, Arcandra juga menceritakan hasil kunjungan ke beberapa negara (Amerika Serikat, Prancis, dan Aljazair). Ia menjelaskan bahwa investor Amerika Serikat, mengapresiasi skema bagi hasil atau "Gross Split" yang diterapkan di Indonesia. "Mereka pada dasarnya mengapresiasi, baik Gross Split maupun penyederhanaan perizinan yang saat ini sedang diterapkan di Indonesia," tutur Wamen Arcandra. (Ant)</p>
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
FitRadioSemarang
elshinta.com
Aktual Dalam Negeri | 19 September 2018 - 21:39 WIB

Dua paket misterius dari China buat heboh Bawaslu Sumut

Sosbud | 19 September 2018 - 21:12 WIB

Bubur Asyura, makanan khas penanda buka luwur Sunan Kudus

Pemilihan Presiden 2019 | 19 September 2018 - 20:57 WIB

Pakar: Perang kata-kata dan tagar bisa picu perpecahan

Aktual Dalam Negeri | 19 September 2018 - 20:36 WIB

Bekraf gelar sosialisasi hak kekayaan intelektual untuk pelaku ekonomi kreatif

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
loading...

Rabu, 19 September 2018 - 16:23 WIB

Gubernur Babel kunjungi balita positif virus Rubella

Rabu, 19 September 2018 - 11:20 WIB

Pengemudi ojek online serbu Kantor Grab

Senin, 17 September 2018 - 06:47 WIB

Kemenkominfo buka beasiswa pelatihan digital

Minggu, 16 September 2018 - 14:48 WIB

Kalapas Sukamiskin benarkan Sel Setnov lebih luas

elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com