Sabtu, 15 Desember 2018 | 08:24 WIB

Daftar | Login

MacroAd

0 /

5.000 ton beras impor dari Thailand dibongkar di Pelabuhan Tanjung Wangi Banyuwangi

Senin, 00 0000 - 00:00 WIB    |    Penulis : Andi Juandi    |    Editor : Administrator
Sumber Foto: http://bit.ly/2p6FcdC
Sumber Foto: http://bit.ly/2p6FcdC
<p>Sebanyak 5.000 ton beras impor dari Thailand di bongkar di Pelabuhan Tanjung Wangi Banyuwangi, yang akan di pasok ke berbagai daerah di wilayah Pulau Bali dan Indonesia Timur.</p><p>Ribuan ton beras impor tersebut di angkut kapal MV Pegasus 01 berbendera Panama yang memiliki panjang 98,17 meter dengan berat 5.552 GT. Selanjutnya, beras tersebut akan di titipkan di 5 gudang milik Bulog Banyuwangi.</p><p>Manager SDM, Umum dan Kesisteman pada PT Pelindo III Cabang Banyuwangi, Adi Nurcahya mengatakan, pembongkaran beras impor ini di lakukan sejak Senin (12/3) yang di rencanakan hingga 5 hari ke depan, namun tergantung cuaca.</p><p>“Jika cuaca mendung atau hujan maka pembongkaran di hentikan sementara dan akan di lanjutkan jika cuaca kembali membaik,” ujar Adi, seperti dilaporkanKontributor Elshinta, Suhaili, Selasa (13/3).</p><p>Berdasarkan estimasi waktu, beras yang akan di bongkar di targetkan 1.000 hingga 1.500 ton setiap hari.</p><p>Adi mengaku, kapal itu sebenarnya bernagkat dari Ho Chi Munh City, Vietnam namun yang di angkut adalah beras impor dari Thailand. Dan sebelum bongkar muat, kapal tersebut sudah di periksa oleh Kantor Balai Besar Karantina Pertanian Surabaya Wilayah Kerja Tanjung Wangi Banyuwangi dan Pelindo III, seputar surat-surat dan pengambilan sample beras import.</p><p>Dijelaskan Adi, setelah di simpan di gudang bulog Banyuwangi, nantinya beras impor ini akan di distribusikan ke wilayah Indonesia Timur.</p><p>Lebih lanjut Adi mengatakan, hingga saat ini sudah ada dua kapal yang mengangkut beras impor melakukan pembongkaran di dermaga Pelabuhan Tanjung Wangi Banyuwangi.</p><p>Sebelumnya, beras impor dari Vietnam sebanyak 20 ribu ton yang di angkut kapal MV.Vinaship Diamond, yang merupakan alokasi pengiriman beras impor di wilayah Jawa Timur sebesar 150.000 ton. Dengan rincian, di bongkar di Pelabuhan Tanjung Wangi sebanyak 20.000 ton dan di Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya sebanyak 130.000 ton.</p><p><br></p><p><br></p><p><br></p><p>Penulis: Andi Juandi</p><p>Editor: Sigit Kurniawan.</p>
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Megapolitan | 15 Desember 2018 - 08:12 WIB

Polda Metro Jaya perkirakan 150 ribu Jakmania ikut perayaan Persija

Arestasi | 15 Desember 2018 - 07:49 WIB

Siber Polri ungkap jaringan pemalsu kartu kredit

Megapolitan | 15 Desember 2018 - 07:37 WIB

Ini pengaturan lalu lintas saat pawai Persija

Megapolitan | 15 Desember 2018 - 07:25 WIB

Pemprov DKI siapkan acara selebrasi Persija

Hukum | 15 Desember 2018 - 06:51 WIB

Polisi periksa 17 saksi kasus KTP-el tercecer

<p>Sebanyak 5.000 ton beras impor dari Thailand di bongkar di Pelabuhan Tanjung Wangi Banyuwangi, yang akan di pasok ke berbagai daerah di wilayah Pulau Bali dan Indonesia Timur.</p><p>Ribuan ton beras impor tersebut di angkut kapal MV Pegasus 01 berbendera Panama yang memiliki panjang 98,17 meter dengan berat 5.552 GT. Selanjutnya, beras tersebut akan di titipkan di 5 gudang milik Bulog Banyuwangi.</p><p>Manager SDM, Umum dan Kesisteman pada PT Pelindo III Cabang Banyuwangi, Adi Nurcahya mengatakan, pembongkaran beras impor ini di lakukan sejak Senin (12/3) yang di rencanakan hingga 5 hari ke depan, namun tergantung cuaca.</p><p>“Jika cuaca mendung atau hujan maka pembongkaran di hentikan sementara dan akan di lanjutkan jika cuaca kembali membaik,” ujar Adi, seperti dilaporkanKontributor Elshinta, Suhaili, Selasa (13/3).</p><p>Berdasarkan estimasi waktu, beras yang akan di bongkar di targetkan 1.000 hingga 1.500 ton setiap hari.</p><p>Adi mengaku, kapal itu sebenarnya bernagkat dari Ho Chi Munh City, Vietnam namun yang di angkut adalah beras impor dari Thailand. Dan sebelum bongkar muat, kapal tersebut sudah di periksa oleh Kantor Balai Besar Karantina Pertanian Surabaya Wilayah Kerja Tanjung Wangi Banyuwangi dan Pelindo III, seputar surat-surat dan pengambilan sample beras import.</p><p>Dijelaskan Adi, setelah di simpan di gudang bulog Banyuwangi, nantinya beras impor ini akan di distribusikan ke wilayah Indonesia Timur.</p><p>Lebih lanjut Adi mengatakan, hingga saat ini sudah ada dua kapal yang mengangkut beras impor melakukan pembongkaran di dermaga Pelabuhan Tanjung Wangi Banyuwangi.</p><p>Sebelumnya, beras impor dari Vietnam sebanyak 20 ribu ton yang di angkut kapal MV.Vinaship Diamond, yang merupakan alokasi pengiriman beras impor di wilayah Jawa Timur sebesar 150.000 ton. Dengan rincian, di bongkar di Pelabuhan Tanjung Wangi sebanyak 20.000 ton dan di Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya sebanyak 130.000 ton.</p><p><br></p><p><br></p><p><br></p><p>Penulis: Andi Juandi</p><p>Editor: Sigit Kurniawan.</p>

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.

Jumat, 14 Desember 2018 - 17:56 WIB

Capres Jokowi dialog dengan pelaku usaha muda UKM

Kamis, 13 Desember 2018 - 10:51 WIB

KPK panggil Bupati Jepara terkait kasus suap

Rabu, 12 Desember 2018 - 06:25 WIB

Mantan diplomat Kanada dikabarkan ditahan di China

elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com