Senin, 25 Juni 2018 | 03:04 WIB

Daftar | Login

/

Rancangan Resolusi Supervisi Akan Dibahas KRN

Senin, 00 0000 - 00:00 WIB    |    Penulis : Mitra Elshinta Feeder    |    Editor : Administrator
<p>Undang-undang anti korupsi Tiongkok yang pertama yaitu draf Hukum Supervisi RRT hari ini (13/3) diserahkan kepada sidang pertama Kongres Rakyat Nasional (KRN) ke-13 untuk dibahas. Menurut amandemen konstitusi yang baru diluluskan KRN, draf Hukum Supervisi membuat aturan keras mengenai posisi hukum, tanggung jawab dan batas kekuasaan pengawasan badan supervise, serta penjaminan hak yang sah dari orang diperiksa. Draf hukum tersebut berkemungkinan besar akan diluluskan KRN. Undang-undang ini sekaligus akan memberikan jaminan hukum bagi perjuangan anti-korupsi Tiongkok pada era baru. <p>Wakil Ketua Komite Tetap KRN ke-12, Li Jianguo dalam sidang yang berlangsung hari ini menyatakan, diperdalamnya reformasi supervisi negara adalah reformasi penting terhadap sistem politik yang diadakan oleh Komite Sentral PKT yang berintikan Xi Jinping. Pada akhir 2016, Tiongkok mulai mengadakan uji coba reformasi sistem supervisi negara di Beijing, Provinsi Shanxi dan Zhejiang, dan sekarang telah diadakan di seluruh negeri. Reformasi tersebut bertujuan untuk mengintegrasikan sumber daya yang dimiliki badan supervisi dan badan pemeriksa, serta membentuk sebuah komisi supervisi yang dapat berkoordinasi dengan Komisi Pengawasan Disiplin PKT di berbagai tingkat, dalam rangka meningkatkan kepemimpinan tunggal dan terpusat PKT dalam tugas anti korupsi, membangun mekanisme supervisi negara yang terpusat, berwibawa dan efektif, sehingga tidak ada satupun pejabat publik yang terlepas dari supervisi. <p>Adapun tugas komisi supervisi yang ditetapkan dalam draf Hukum Supervisi tersebut, yaitu: melakukan pengawasan dan pemeriksaan terhadap semua pejabat publik, agar mereka melaksanakan tugas sesuai hukum, menggunakan kekuasaan untuk kepentingan umum, dan menjalankan praktik politik yang bersih dan jujur; melakukan pemeriksaan terhadap pejabat publik yang diduga melakukan pelanggaran dalam menjalankan tugasnya, misalnya korupsi, suap, penyalahgunaan kekuasaan, dan lain-lain; menjatuhkan hukuman dan mengusut pertanggungjawaban pejabat publik yang melanggar hukum, serta menyerahkan hasil pemeriksaan kepada badan kejaksaan agar pelanggar hukum diadili dan dituntut berdasarkan hukum.</p>
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Aktual Luar Negeri | 24 Juni 2018 - 20:23 WIB

Transaksi kopi Indonesia capai Rp80 miliar pada WoC

Aktual Dalam Negeri | 24 Juni 2018 - 20:11 WIB

18.273 pemudik tiba di Gambir hingga H+8 Lebaran

Aktual Dalam Negeri | 24 Juni 2018 - 19:49 WIB

Pemkab Banyuwangi normalkan saluran irigasi pasca banjir

Pembangunan | 24 Juni 2018 - 19:37 WIB

Pembangunan jembatan Bengawan Solo hampir selesai

Lingkungan | 24 Juni 2018 - 19:13 WIB

Bunga bangkai langka siap mekar di Bengkulu

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.

Jumat, 22 Juni 2018 - 17:27 WIB

Aceh, Sumsel, Jawa, siaga kebakaran

Kamis, 21 Juni 2018 - 09:50 WIB

Projo apresiasi penanganan mudik 2018

elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com