Sabtu, 15 Desember 2018 | 17:36 WIB

Daftar | Login

MacroAd

0 /

Kasus pemalsuan dokumen

Cristoforus Richard kecewa tuntutan Jaksa tidak sesuai fakta

Senin, 00 0000 - 00:00 WIB    |    Penulis : Sigit Kurniawan    |    Editor : Administrator
Foto: Supriyarto Rudatin.
Foto: Supriyarto Rudatin.
<p>Kubu Cristoforus Richard merasa kecewa atas hasil sidang tuntutan yang dibacakan hari ini di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan. Bukan hanya soal besarnya tuntutan jaksa, namun Cristoforus merasa dirugikan atas keputusan jaksa yang tidak menghadirkan saksi penting dalam perkara ini.</p><p><br></p><p>"Harusnya jaksa ini tidak layak menjadi jaksa di indonesia. Pertama dia melanggar pasal 160 ayat 1 c, atau jangan-jangan dia tidak tahu jaksa itu," kata Penasihat Hukum Cristoforus, Wayan Sudirta kepada wartawan, Selasa (13/3)</p><p><br></p><p>Pasal 160 ayat 1 c berisi tentang diperbolehkannya pemanggilan saksi meskipun sudah masuk sidang tuntutan. Sebab sejak awal kasus ini bergulir dipersidangan, tak sekalipun jaksa menghadirkan saksi atas nama Eny Sulaksono.</p><p><br></p><p>"Sehingga saksi Eny Sulaksono yang sudah ada dalam BAP, dibacakan tidak, dihadirkan juga tidak. itu pelanggaran fatal," ungkapnya seperti dilaporkan Reporter elshinta Supriyarto Rudatin.</p><p><br></p><p>Padahal dalam surat dakwaan, saksi Eny punya porsi cukup besar yakni 19 halaman. Wayan menekankan seberapa penting kesaksian Eny dalam memperjelas perkara hukum yang menjerat kliennya tersebut.</p><p><br></p><p>"Seumur hidup saya baru ini melihat jaksa senekat ini melanggar UU. Belum ada jaksa yang mengabaikan keterangan saksi yang ada di BAP," keluhnya.</p>
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Travel | 15 Desember 2018 - 17:12 WIB

Menpar tak ingin ada wisata `remang-remang`

Bencana Alam | 15 Desember 2018 - 16:48 WIB

Puting beliung robohkan delapan rumah di Sumba Timur

Aktual Dalam Negeri | 15 Desember 2018 - 16:36 WIB

Ryamizard Ryacudu tegaskan kelompok bersenjata Papua adalah pemberontak

Aktual Luar Negeri | 15 Desember 2018 - 16:11 WIB

Indonesia catat pernyataan Australia mengenai Yerusalem

<p>Kubu Cristoforus Richard merasa kecewa atas hasil sidang tuntutan yang dibacakan hari ini di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan. Bukan hanya soal besarnya tuntutan jaksa, namun Cristoforus merasa dirugikan atas keputusan jaksa yang tidak menghadirkan saksi penting dalam perkara ini.</p><p><br></p><p>"Harusnya jaksa ini tidak layak menjadi jaksa di indonesia. Pertama dia melanggar pasal 160 ayat 1 c, atau jangan-jangan dia tidak tahu jaksa itu," kata Penasihat Hukum Cristoforus, Wayan Sudirta kepada wartawan, Selasa (13/3)</p><p><br></p><p>Pasal 160 ayat 1 c berisi tentang diperbolehkannya pemanggilan saksi meskipun sudah masuk sidang tuntutan. Sebab sejak awal kasus ini bergulir dipersidangan, tak sekalipun jaksa menghadirkan saksi atas nama Eny Sulaksono.</p><p><br></p><p>"Sehingga saksi Eny Sulaksono yang sudah ada dalam BAP, dibacakan tidak, dihadirkan juga tidak. itu pelanggaran fatal," ungkapnya seperti dilaporkan Reporter elshinta Supriyarto Rudatin.</p><p><br></p><p>Padahal dalam surat dakwaan, saksi Eny punya porsi cukup besar yakni 19 halaman. Wayan menekankan seberapa penting kesaksian Eny dalam memperjelas perkara hukum yang menjerat kliennya tersebut.</p><p><br></p><p>"Seumur hidup saya baru ini melihat jaksa senekat ini melanggar UU. Belum ada jaksa yang mengabaikan keterangan saksi yang ada di BAP," keluhnya.</p>

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.

Jumat, 14 Desember 2018 - 17:56 WIB

Capres Jokowi dialog dengan pelaku usaha muda UKM

Kamis, 13 Desember 2018 - 10:51 WIB

KPK panggil Bupati Jepara terkait kasus suap

Rabu, 12 Desember 2018 - 06:25 WIB

Mantan diplomat Kanada dikabarkan ditahan di China

elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com