Kamis, 20 September 2018 | 04:33 WIB

Daftar | Login

kuping kiri paragames kuping kanan paragames
emajels

/

Bos Angkatan Perbatasan Australia Di Ambang Pemecatan

Senin, 00 0000 - 00:00 WIB    |    Penulis : Mitra Elshinta Feeder    |    Editor : Administrator
(Courtesy: AustraliaPlus) Roman Quaedvlieg telah mengungkapkan rasa frustrasinya selama penyelidikan berlangsung
(Courtesy: AustraliaPlus) Roman Quaedvlieg telah mengungkapkan rasa frustrasinya selama penyelidikan berlangsung
<p>Salah satu pejabat publik Pemerintah Federal Australia yang dibayar paling tinggi dapat diberhentikan atau mengundurkan diri dalam beberapa minggu mendatang menyusul dilakukannya dua penyelidikan pelanggaran yang berbeda.</p><p>Sejumlah sumber di pemerintahan telah mengkonfirmasi bahwa salah satu penyelidikan itu merekomendasikan agar Komisioner Angkatan Perbatasan Roman Quaedvlieg dipecat.</p><p>Roman Quaedvlieg telah memperoleh pendapatan lebih dari $ 500.000 atau setara Rp 5,4 miliar sejak mengambil cuti di bulan Mei tahun lalu ketika dugaan pelanggaran yang dilakukannya diselidiki.</p><p>Dugaan hubungan antara komisioner Roman Quaedvlieg dengan seorang mantan stafnya juga telah diperiksa oleh Komisi Australia untuk Integritas Penegakan Hukum atau Australian Commission for Law Enforcement Integrity.</p><p>Sekretaris Departemen Perdana Menteri dan Kabinet, Martin Parkinson juga telah menyelesaikan sebuah peninjauan atas dugaan kesalahan yang dilakukan oleh Roman Quaedvlieg.</p><div class="comp-embedded-float-right"> <div class="view-wysiwyg" > <div class="comp-rich-text clearfix" id="comp-rich-text7" > <h3>Poin kunci:</h3><ul><li>Roman Quaedvlieg telah mendapatkan penghasilan lebih dari $ 500k sejak mengambil cuti di tengah penyelidikan Mei lalu</li><li>Jaksa Agung Christian Porter akan membuat keputusan akhir mengenai apakah dia harus diberhentikan</li><li>Informasi yang diperoleh ABC menunjukan begitu keputusan dibuat dan Gubernur Jenderal telah menandatangani keputusan itu, Menteri Dalam Negeri Australia, Peter Dutton perlu memberitahukan Parlemen</li></ul> </div> </div></div><p>Kajian tersebut telah diajukan ke Jaksa Agung Christian Porter sejak bulan Februari lalu dan dia akan membuat keputusan akhir mengenai apakah Komisioner Angkatan Perbatasan Australia tersebut harus diberhentikan.</p><p>Sementara Roman Quaedvlieg berada dalam kewenangan portofolio Menteri Urusan Dalam Negeri Federal, Peter Dutton, Jaksa Agung Christian Porter telah diminta untuk membuat keputusan akhir untuk menghindari munculnya bias.</p><p>"Ini untuk mencegah kekhawatiran bias karena kewajiban pelaporan Roman Quaedvlieg kepada Menteri Dutton di bawah Angkatan Perbatasan Australia,” kata Porter.</p><p>"Sebagai hasil dari permintaan ini, dan sebelum menerima laporan Dr Martin Parkinson, saya telah meminta nasihat hukum dari Pengacara Pemerintah Australia untuk meyakinkan diri saya bahwa saya dapat mempertimbangkan dan menentukan masalah ini."</p><p>Informasi yang diperoleh ABC menunjukan bahwa setelah sebuah keputusan dibuat dan Gubernur Jenderal telah menandatanganinya, Menteri Dalam Negeri perlu memberi tahu Parlemen.</p><p>Roman Quaedvlieg telah dihubungi untuk memberikan komentar. Dia sebelumnya membantah melakukan kesalahan.</p><p>Dia dipahami sangat frustrasi dengan lamanya penyelidikan ini berlangsung, seperti juga pihak  Oposisi Federal, yang telah meminta jawaban atas proses yang berlarut-larut.</p><p><a class="external" href="http://www.abc.net.au/news/2017-07-03/border-force-commissioner-on-leave-amid-external-investigation/8674600" target="_self" title=""><em>Simak beritanya dalam Bahasa Inggris disini.</em></a></p>
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
FitRadioSemarang
elshinta.com
Aktual Dalam Negeri | 19 September 2018 - 21:39 WIB

Dua paket misterius dari China buat heboh Bawaslu Sumut

Sosbud | 19 September 2018 - 21:12 WIB

Bubur Asyura, makanan khas penanda buka luwur Sunan Kudus

Pemilihan Presiden 2019 | 19 September 2018 - 20:57 WIB

Pakar: Perang kata-kata dan tagar bisa picu perpecahan

Aktual Dalam Negeri | 19 September 2018 - 20:36 WIB

Bekraf gelar sosialisasi hak kekayaan intelektual untuk pelaku ekonomi kreatif

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
loading...

Rabu, 19 September 2018 - 16:23 WIB

Gubernur Babel kunjungi balita positif virus Rubella

Rabu, 19 September 2018 - 11:20 WIB

Pengemudi ojek online serbu Kantor Grab

Senin, 17 September 2018 - 06:47 WIB

Kemenkominfo buka beasiswa pelatihan digital

Minggu, 16 September 2018 - 14:48 WIB

Kalapas Sukamiskin benarkan Sel Setnov lebih luas

elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com