Rabu, 19 September 2018 | 22:42 WIB

Daftar | Login

kuping kiri paragames kuping kanan paragames
emajels

/

Peningkatan remunerasi ternyata tidak menghapus praktik KKN

Senin, 00 0000 - 00:00 WIB    |    Penulis :    |    Editor : Administrator
Sumber Foto : http://bit.ly/2FRqmB7
Sumber Foto : http://bit.ly/2FRqmB7
<p>Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah menetapkan empat tersangka terkait praktik dugaan suap pengurusan putusan perkara di Pengadilan Negeri Tangerang, setelah sebelumnya mengamankan tujuh orang dalam operasi tangkap tangan (OTT) di PN Tangerang.</p><p>Wakil Ketua Komisi Yudisial (KY), Sukma Violetta, saat dihubungi <i>Elshinta</i> guna menanggapi OTT tersebut, Rabu (14/3) pagi, mengatakan bahwa kasus tersebut sebenarnya menggunakan modus yang konvensional. “Modus konvensional itu melibatkan panitera, pengacara, dan kemudian hakim dan bentuk transaksinya tunai serta jumlahnya tidak besar. Hal ini sebenarnya sudah sering sekali terjadi sebelum adanya peningkatan remunerasi kepada hakim sejak tahun 2012, yang kemudian diimplementasikan tahun 2013,” kata dia.&nbsp;</p><p>Sukma menjelaskan, pada remunerasi tersebut, janji Mahkamah Agung pada saat itu, karena saat itu yang mengurus adalah Komisi Yudisial bersama dengan Kementerian Keuangan, adalah ke depan dengan adanya peningkatan remunerasi tidak akan ada lagi praktik KKN di pengadilan.</p><p>“Akan tetapi seperti kita ketahui bersama sejak bulan Februari tahun 2016, kemudian di tahun berikutnya tahun 2017, ditutup dengan adanya penangkapan terhadap hakim ketua pengadilan tinggi Manado yang semuanya terkait dengan KKN karena semuanya tertangkap OTT oleh KPK,” ujarnya.&nbsp;</p><p>"Ada begitu banyak, jadi kembali lagi ini apa maknanya? Berarti peningkatan remunerasi yang seharusnya bisa menekan terjadinya praktik KKN ternyata tidak menghapus kebiasaan buruk tersebut,” imbuhnya.&nbsp;</p><p><br></p><p><br></p><p>Penulis : Yuno.</p><p>Editor : Dewi Rusiana.</p>
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Aktual Dalam Negeri | 19 September 2018 - 21:39 WIB

Dua paket misterius dari China buat heboh Bawaslu Sumut

Sosbud | 19 September 2018 - 21:12 WIB

Bubur Asyura, makanan khas penanda buka luwur Sunan Kudus

Pemilihan Presiden 2019 | 19 September 2018 - 20:57 WIB

Pakar: Perang kata-kata dan tagar bisa picu perpecahan

Aktual Dalam Negeri | 19 September 2018 - 20:36 WIB

Bekraf gelar sosialisasi hak kekayaan intelektual untuk pelaku ekonomi kreatif

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
loading...

Rabu, 19 September 2018 - 16:23 WIB

Gubernur Babel kunjungi balita positif virus Rubella

Rabu, 19 September 2018 - 11:20 WIB

Pengemudi ojek online serbu Kantor Grab

Senin, 17 September 2018 - 06:47 WIB

Kemenkominfo buka beasiswa pelatihan digital

Minggu, 16 September 2018 - 14:48 WIB

Kalapas Sukamiskin benarkan Sel Setnov lebih luas

elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com