Senin, 25 Juni 2018 | 09:19 WIB

Daftar | Login

/

Integritas hakim kembali dipertanyakan

Senin, 00 0000 - 00:00 WIB    |    Penulis :    |    Editor : Administrator
Sumber Foto : http://bit.ly/2DpqZwO
Sumber Foto : http://bit.ly/2DpqZwO
<p>Kembali tertangkapnya hakim dalam operasi tangkap tangan (OTT) yang dilakukan oleh KPK, serta penangkapan advokat dan panitera di Pengadilan Negeri Tangerang, Banten, membuat integritas hakim kembali dipertanyakan.</p><p>Kepada Elshinta, Rabu (14/3) pagi, Wakil Ketua Komisi Yudisial (KY), Sukma Violetta mengatakan bahwa persoalan utama pada dunia peradilan Indonesia adalah mengenai integritas. Bagaimana membangun integritas? Sukma menjelaskan bahwa membangun integritas tidak mungkin hanya dilakukan dengan meningkatkan pengawasan.</p><p>“Karena di dalam rantai manajemen SDM, dalam hal ini manajemen hakim itu kan dimulai dari rekrutmen, diklat, penilaian kinerja, kemudian promosi, mutasi, dan pengawasan. Jadi kalau hanya di satu titik saja itu diperkuat tapi kemudian di titik-titik yang dari awal sampai hampir di akhirnya sebelum pengawasan itu ternyata tidak ada pembenahan yang cukup, maka akan seperti ini,” kata dia. </p><p>Menurutnya, langkah yang dapat diambil jika ingin mempromosikan seorang hakim adalah dengan melakukan tes untuk melihat kemampuan dan kualitas orang itu sendiri. Namun, bukan berarti bahwa tidak ada penilaian terhadap integritas seseorang.</p><p>"Integritas hakim terutama karena hakim di negeri kita ini hakim karir, artinya walaupun berada di tempat berbeda-beda tetapi dengan tupoksi yang sama, pekerjaan yang sama, kemudian dengan pola yang selama ini, yang menjadi pertanyaan sejauh mana cek integritas ini sudah dilakukan terhadap hakim,” tanyanya.</p><p><br></p><p><br></p><p>Penulis : Yuno</p><p>Editor : Dewi Rusiana. </p>
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Aktual Luar Negeri | 25 Juni 2018 - 09:17 WIB

Yuan Tiongkok melemah jadi 6,4893 terhadap dolar AS

Aktual Dalam Negeri | 25 Juni 2018 - 08:45 WIB

Operasi Ketupat 2018: Angka kecelakaan dan korban meninggal turun drastis

Aktual Dalam Negeri | 25 Juni 2018 - 08:20 WIB

Ombudsman ajak media ikut awasi layanan publik

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.

Jumat, 22 Juni 2018 - 17:27 WIB

Aceh, Sumsel, Jawa, siaga kebakaran

Kamis, 21 Juni 2018 - 09:50 WIB

Projo apresiasi penanganan mudik 2018

elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com