Minggu, 16 Desember 2018 | 18:49 WIB

Daftar | Login

MacroAd

0 /

Parpol dinilai tidak siap cetak kader berkualitas

Senin, 00 0000 - 00:00 WIB    |    Penulis : Devi Novitasari    |    Editor : Administrator
Gubernur Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas) RI Letjen TNI (Purn) Agus Widjojo. Sumber foto: http://bit.ly/2FP3zWO
Gubernur Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas) RI Letjen TNI (Purn) Agus Widjojo. Sumber foto: http://bit.ly/2FP3zWO
<p>Gubernur Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas) RI Letjen TNI (Purn) Agus Widjojo, mengatakan partai politik tidak siap untuk mencetak kader-kader berkualitas sebagai calon pemimpin masa depan, padahal sosok pemimpin berkualitas sangat dibutuhkan untuk ketahanan nasional.</p><p>"Partai belum sadar mengapa mereka kalah dan mengapa tidak ada figur baru dari kader mereka untuk dicalonkan. Akibatnya, calon peserta pemilu diambil dari kader baru dari luar partai atau yang ada dalam incumbent untuk zona nyaman," kata Agus pada acara Forum Komunikasi Pimpinan Lemhannas RI dengan Pemimpin Redaksi Media Massa, bertema "Tantangan Pengelolaan Ketahanan Nasional Menghadapi Pilkada 2018", di Gedung Lemhannas, Jakarta, Rabu (14/3).</p><p>Menurut dia, parpol tidak menggunakan waktu lima tahun dengan baik untuk mengkonsolidasikan kader.Kondisi itu membuktikan bahwa selama ini tidak ada perubahan dari sisi keseriusan partai politik untuk menjalankan salah satu fungsinya, yakni melakukan rekrutmen politik.</p><p>"Parpol masih begitu-begitu saja, akhirnya saat mendekati pemilu kesulitan karena tidak punya kader. Partai masih belum sadar melakukan introspeksi mengapa tidak bisa menampilkan kader-kader dalam menghadapi pemilu," ucap Agus.</p><p>Akibat minimnya upaya rekrutmen politik, tidak heran calon pemimpin yang muncul akan itu-itu saja, baik itu dalam perhelatan demokrasi Pilkada maupun Pilpres. Minimnya kader berkualitas juga mengakibatkan Indonesia sulit untuk mengembangkan diri. (Ant)</p>
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Badminton | 16 Desember 2018 - 18:36 WIB

Hafiz/Gloria tak ingin terbebani prestasi Owi/Butet

Aktual Dalam Negeri | 16 Desember 2018 - 18:24 WIB

Presiden minta masyarakat tak tanam kelapa sawit

Bencana Alam | 16 Desember 2018 - 18:10 WIB

Gempa M 6,1 guncang Keerom, Papua

Aktual Dalam Negeri | 16 Desember 2018 - 17:52 WIB

Presiden bagikan 31.998 hektare SK Perhutanan Sosial Jambi

Megapolitan | 16 Desember 2018 - 17:38 WIB

Ini faktor penyebab mahalnya hunian di Jakarta

Megapolitan | 16 Desember 2018 - 17:25 WIB

19.612 wisatawan kunjungi Pulau Pramuka sepanjang 2018

<p>Gubernur Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas) RI Letjen TNI (Purn) Agus Widjojo, mengatakan partai politik tidak siap untuk mencetak kader-kader berkualitas sebagai calon pemimpin masa depan, padahal sosok pemimpin berkualitas sangat dibutuhkan untuk ketahanan nasional.</p><p>"Partai belum sadar mengapa mereka kalah dan mengapa tidak ada figur baru dari kader mereka untuk dicalonkan. Akibatnya, calon peserta pemilu diambil dari kader baru dari luar partai atau yang ada dalam incumbent untuk zona nyaman," kata Agus pada acara Forum Komunikasi Pimpinan Lemhannas RI dengan Pemimpin Redaksi Media Massa, bertema "Tantangan Pengelolaan Ketahanan Nasional Menghadapi Pilkada 2018", di Gedung Lemhannas, Jakarta, Rabu (14/3).</p><p>Menurut dia, parpol tidak menggunakan waktu lima tahun dengan baik untuk mengkonsolidasikan kader.Kondisi itu membuktikan bahwa selama ini tidak ada perubahan dari sisi keseriusan partai politik untuk menjalankan salah satu fungsinya, yakni melakukan rekrutmen politik.</p><p>"Parpol masih begitu-begitu saja, akhirnya saat mendekati pemilu kesulitan karena tidak punya kader. Partai masih belum sadar melakukan introspeksi mengapa tidak bisa menampilkan kader-kader dalam menghadapi pemilu," ucap Agus.</p><p>Akibat minimnya upaya rekrutmen politik, tidak heran calon pemimpin yang muncul akan itu-itu saja, baik itu dalam perhelatan demokrasi Pilkada maupun Pilpres. Minimnya kader berkualitas juga mengakibatkan Indonesia sulit untuk mengembangkan diri. (Ant)</p>

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.

Minggu, 16 Desember 2018 - 16:13 WIB

Ini cara cegah kejahatan `SIM swap fraud` ala Bareskrim

Sabtu, 15 Desember 2018 - 21:27 WIB
Hari Menanam Nasional 2018

PKSM dan Pramuka bagikan 3.500 batang pohon kepada pengguna jalan

Sabtu, 15 Desember 2018 - 21:19 WIB

Disdukcapil Kotabaru memusnahkan ratusan KTP-el rusak

Jumat, 14 Desember 2018 - 17:56 WIB

Capres Jokowi dialog dengan pelaku usaha muda UKM

elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com