BNN tembak mati bandar narkoba asal Malaysia
Senin, 00 0000 - 00:00 WIB | Penulis : Andi Juandi | Editor : Administrator
Istimewa. Foto: Nasir Putra/Radio Elshinta
<p>Badan Narkotika Nasional (BNN) menembak mati bandar narkoba Eng Aun alias Piter warga negara Malaysia dengan barang bukti 30 ribu butir ekstasi dan dua kilogram sabu-sabu.</p><p>"Terungkapnya upaya penyeludupan ekstasi dan sabu-sabu ini, berdasarkan informasi masyarakat yang langsung ditindaklanjuti dengan melakukan penyelidikan," kata Deputi Bidang Pemberantasan BNN Arman Depari di Pontianak, Rabu (14/3).</p><p>Dalam kasus tersebut, BNN menangkap dua tersangka, yakni berinisial EA (kurir) warga negara Indonesia, dan Eng Aun alias Piter warga negara Malaysia (meninggal).&nbsp;"Awalnya, Selasa (13/3) berdasarkan informasi masyarakat akan ada penyelundupan narkotika jenis sabu-sabu dan ekstasi dari Kuching, Malaysia ke Indonesia melalui perbatasan tidak resmi, Sanggau, Kalbar. Selanjutnya petugas BNN gabungan dengan petugas Bea Cukai melakukan penyelidikan di lintas Trans Kalimantan," ungkapnya.</p><p>Kemudian, menurut dia petugas BNN dan Bea Cukai menangkap EA yang menggunakan mobil KB 1437 SN.&nbsp;"Dari hasil penggeledahan dalam mobil tersangka, ditemukan sabu-sabu seberat dua kilogram, dan ekstasi sebanyak 30 ribu butir," ungkapnya.</p><p>Selanjutnya berdasarkan keterangan tersangka EA diketahui bahwa yang menyuruhnya adalah seseorang yg bernama Piter WN Malaysia yang menginap menginap di Hotel Haris Pontianak sehingga langsung diamankan.&nbsp;"Pada saat akan dilakukan pengembangan terhadap tersangka lainnya di wilayah Siantan Pontianak, tersangka Piter berusaha melarikan diri dan melawan petugas, sehingga petugas BNN terpaksa melakukan tindakan tegas dan terukur kepada tersangka," katanya. (Ant)</p>
DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Kamis, 15 November 2018 - 00:00 WIB
<P>Pesawat Air Asia diduga hilang kontak dalam penerbangan dari Surabaya menuju Singapura pada...
Minggu, 22 April 2018 - 10:04 WIB
<p>Ketua DPR RI Bambang Soesatyo meminta pemerintah terus mengawasi peredaran uang menjelang P...
Minggu, 22 April 2018 - 06:04 WIB
<p> Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara-Reformasi Birokrasi (Menpan-RB) Asman Abnur mengatak...
Minggu, 22 April 2018 - 06:04 WIB
Menteri Ketenagakerjaan Hanif Dhakiri mengatakan saat ini terjadi fenomena menurunnya jumlah pekerja...
Minggu, 22 April 2018 - 01:04 WIB
<p> Mantan Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi Abraham Samad minta supaya kasus Novel Baswedan ...
Minggu, 22 April 2018 - 01:04 WIB
<p>Kementerian Perdagangan menggandeng badan usaha milik negara (BUMN) untuk menjaga stabilita...
Sabtu, 21 April 2018 - 12:04 WIB
<p>Pemerintah menyiapkan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-undang (Perppu)  untuk menga...
Sabtu, 21 April 2018 - 09:04 WIB
<p>Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Yohana Yembise mengatakan saat ini per...
Sabtu, 21 April 2018 - 08:04 WIB
<p>Konsulat Jenderal Republik Indonesia di Hong Kong mencabut izin lima agen penyalur tenaga k...
Sabtu, 21 April 2018 - 06:04 WIB
<p>Festival Kuliner Indonesia bertema "Kampung Jajan Campania" diadakan Kedutaan Bes...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV
InfodariAnda (IdA)