Sabtu, 15 Desember 2018 | 17:38 WIB

Daftar | Login

MacroAd

0 /

Pelarian Bripka Suparmin berakhir dengan dua peluru di kakinya

Senin, 00 0000 - 00:00 WIB    |    Penulis : Andi Juandi    |    Editor : Administrator
Sumber Foto: http://bit.ly/2FDfB68
Sumber Foto: http://bit.ly/2FDfB68
<p>Pelarian Bripka Suparmin, anggota Unit Reskrim Polsekta Banjarmasin Tengah yang melepaskan tersangka kasus narkoba, telah berakhir dengan dua proyektil peluru bersarang di kakinya.</p><p>Dua peluru tajam dari senjata api petugas yang menangkapnya bersarang di kedua kaki hingga membuatnya terbaring lemah di ranjang rumah sakit.</p><p>Geram dengan tindakannya, Kapolra Kalimantan Selatan Brigjen Pol Rachmat Mulyana pun menjuluki Suparmin sebagai pengkhianat institusi Polri.&nbsp;"Oknum ini bajingan, selain KKE (Komisi Kode Etik), saya sudah perintahkan Krimum (bagian kriminal umum) melakukan penyidikan soal pemalsuan dokumen yang dilakukannya," kata Kapolda di Banjarmasin, Rabu (14/3).</p><p>Bahkan Kapolda juga mengungkapkan jika oknum anggota Polri yang telah mencoreng nama baik institusi itu ternyata sudah dua kali dijatuhi sanksi disiplin lantaran urinenya positif mengandung narkoba, serta pelanggan penggelapan.</p><p>Seakan ingin menunjukkan ketegasannya dalam menindak anak buah yang berbuat pelanggaran fatal tersebut, Kapolda pun meminta Bripka Suparmin dihadirkan saat ekspose di hadapan media.&nbsp;"Semua ini gara-gara narkoba, pelaku disinyalir tidak hanya pengguna namun juga terlibat dalam jaringan pengedar, makanya sampai bisa berbuat nekat seperti ini. Motifnya sendiri hanya dijanjikan imbalan uang oleh tersangka yang kini masih terus kita kejar," tegas Rachmat.</p><p>Bripka Suparmin ditangkap pada Selasa (13/3) di Jalan Ahmad Yani, Kelurahan Langkai, Kecamatan Pahandut, Kota Palangka Raya, Provinsi Kalimantan Tengah. (Ant)</p>
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Travel | 15 Desember 2018 - 17:12 WIB

Menpar tak ingin ada wisata `remang-remang`

Bencana Alam | 15 Desember 2018 - 16:48 WIB

Puting beliung robohkan delapan rumah di Sumba Timur

Aktual Dalam Negeri | 15 Desember 2018 - 16:36 WIB

Ryamizard Ryacudu tegaskan kelompok bersenjata Papua adalah pemberontak

Aktual Luar Negeri | 15 Desember 2018 - 16:11 WIB

Indonesia catat pernyataan Australia mengenai Yerusalem

<p>Pelarian Bripka Suparmin, anggota Unit Reskrim Polsekta Banjarmasin Tengah yang melepaskan tersangka kasus narkoba, telah berakhir dengan dua proyektil peluru bersarang di kakinya.</p><p>Dua peluru tajam dari senjata api petugas yang menangkapnya bersarang di kedua kaki hingga membuatnya terbaring lemah di ranjang rumah sakit.</p><p>Geram dengan tindakannya, Kapolra Kalimantan Selatan Brigjen Pol Rachmat Mulyana pun menjuluki Suparmin sebagai pengkhianat institusi Polri.&nbsp;"Oknum ini bajingan, selain KKE (Komisi Kode Etik), saya sudah perintahkan Krimum (bagian kriminal umum) melakukan penyidikan soal pemalsuan dokumen yang dilakukannya," kata Kapolda di Banjarmasin, Rabu (14/3).</p><p>Bahkan Kapolda juga mengungkapkan jika oknum anggota Polri yang telah mencoreng nama baik institusi itu ternyata sudah dua kali dijatuhi sanksi disiplin lantaran urinenya positif mengandung narkoba, serta pelanggan penggelapan.</p><p>Seakan ingin menunjukkan ketegasannya dalam menindak anak buah yang berbuat pelanggaran fatal tersebut, Kapolda pun meminta Bripka Suparmin dihadirkan saat ekspose di hadapan media.&nbsp;"Semua ini gara-gara narkoba, pelaku disinyalir tidak hanya pengguna namun juga terlibat dalam jaringan pengedar, makanya sampai bisa berbuat nekat seperti ini. Motifnya sendiri hanya dijanjikan imbalan uang oleh tersangka yang kini masih terus kita kejar," tegas Rachmat.</p><p>Bripka Suparmin ditangkap pada Selasa (13/3) di Jalan Ahmad Yani, Kelurahan Langkai, Kecamatan Pahandut, Kota Palangka Raya, Provinsi Kalimantan Tengah. (Ant)</p>

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.

Jumat, 14 Desember 2018 - 17:56 WIB

Capres Jokowi dialog dengan pelaku usaha muda UKM

Kamis, 13 Desember 2018 - 10:51 WIB

KPK panggil Bupati Jepara terkait kasus suap

Rabu, 12 Desember 2018 - 06:25 WIB

Mantan diplomat Kanada dikabarkan ditahan di China

elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com