Minggu, 16 Desember 2018 | 18:49 WIB

Daftar | Login

MacroAd

0 /

Kalimantan pengguna narkotika nomor dua tertinggi

Senin, 00 0000 - 00:00 WIB    |    Penulis : Andi Juandi    |    Editor : Administrator
ilustrasi. Foto: Elshinta.com
ilustrasi. Foto: Elshinta.com
<p>Deputi Bidang Pemberantasan BNN, Arman Depari, menyatakan, BNN mencatat Pulau Kalimantan pengguna narkotika nomor dua tertinggi di Indonesia setelah Jakarta.</p><p>"Kami catat, tertinggi di Kalimantan Timur, kemudian disusul daerah lain, karena menjadi perhatian serius kami dalam memutus pasokannya, tetapi juga kepada para penggunanya," kata Depari, di Pontianak, Rabu (14/3).</p><p>Karena menurut dia, secara teori dalam mengurangi hal itu, harus ada keseimbangan antara pasokan dan keperluan, artinya harus mengurangi pasokan narkotika tersebut, dan juga mengurangi pengguna barang haram tersebut.&nbsp;Apalagi, Pulau Kalimantan sangat rentan, karena memiliki perbatasan baik darat, laut dan udara secara langsung dengan negara tetangga, sehingga sangat rawan menjadi pintu masuk narkotika sindikar internasional, katanya.</p><p>Dalam kesempatan itu, Depari menambahkan, sindikat narkotika kini beralih ke Kalimantan dalam memasarkan barang haram tersebut. "Karena kami sedang giat-giatnya melakukan operasi di pantai timur Sumatera yang hasilnya diamankan ton-tonan narkotika jenis 'shabu-shabu', maka sindikat narkotika internasional itu beralih ke Kalimantan," katanya.</p><p>Karena, menurut dia, besar kemungkinan sindikat tersebut yang selama ini masuk melalui jalur laut, lalu kemudian melalui perbatasan darat masuk dari negara tetangga ke Kalimantan, termasuk ke Kalimantan Barat.&nbsp;"Mungkin pengiriman 'shabu-shabu' ini masih dalam tahap kecil karena mereka masih dalam tahap mengetes di lapangan," katanya. (Ant)</p>
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Badminton | 16 Desember 2018 - 18:36 WIB

Hafiz/Gloria tak ingin terbebani prestasi Owi/Butet

Aktual Dalam Negeri | 16 Desember 2018 - 18:24 WIB

Presiden minta masyarakat tak tanam kelapa sawit

Bencana Alam | 16 Desember 2018 - 18:10 WIB

Gempa M 6,1 guncang Keerom, Papua

Aktual Dalam Negeri | 16 Desember 2018 - 17:52 WIB

Presiden bagikan 31.998 hektare SK Perhutanan Sosial Jambi

Megapolitan | 16 Desember 2018 - 17:38 WIB

Ini faktor penyebab mahalnya hunian di Jakarta

<p>Deputi Bidang Pemberantasan BNN, Arman Depari, menyatakan, BNN mencatat Pulau Kalimantan pengguna narkotika nomor dua tertinggi di Indonesia setelah Jakarta.</p><p>"Kami catat, tertinggi di Kalimantan Timur, kemudian disusul daerah lain, karena menjadi perhatian serius kami dalam memutus pasokannya, tetapi juga kepada para penggunanya," kata Depari, di Pontianak, Rabu (14/3).</p><p>Karena menurut dia, secara teori dalam mengurangi hal itu, harus ada keseimbangan antara pasokan dan keperluan, artinya harus mengurangi pasokan narkotika tersebut, dan juga mengurangi pengguna barang haram tersebut.&nbsp;Apalagi, Pulau Kalimantan sangat rentan, karena memiliki perbatasan baik darat, laut dan udara secara langsung dengan negara tetangga, sehingga sangat rawan menjadi pintu masuk narkotika sindikar internasional, katanya.</p><p>Dalam kesempatan itu, Depari menambahkan, sindikat narkotika kini beralih ke Kalimantan dalam memasarkan barang haram tersebut. "Karena kami sedang giat-giatnya melakukan operasi di pantai timur Sumatera yang hasilnya diamankan ton-tonan narkotika jenis 'shabu-shabu', maka sindikat narkotika internasional itu beralih ke Kalimantan," katanya.</p><p>Karena, menurut dia, besar kemungkinan sindikat tersebut yang selama ini masuk melalui jalur laut, lalu kemudian melalui perbatasan darat masuk dari negara tetangga ke Kalimantan, termasuk ke Kalimantan Barat.&nbsp;"Mungkin pengiriman 'shabu-shabu' ini masih dalam tahap kecil karena mereka masih dalam tahap mengetes di lapangan," katanya. (Ant)</p>

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.

Minggu, 16 Desember 2018 - 16:13 WIB

Ini cara cegah kejahatan `SIM swap fraud` ala Bareskrim

Sabtu, 15 Desember 2018 - 21:27 WIB
Hari Menanam Nasional 2018

PKSM dan Pramuka bagikan 3.500 batang pohon kepada pengguna jalan

Sabtu, 15 Desember 2018 - 21:19 WIB

Disdukcapil Kotabaru memusnahkan ratusan KTP-el rusak

Jumat, 14 Desember 2018 - 17:56 WIB

Capres Jokowi dialog dengan pelaku usaha muda UKM

elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com