Jumat, 21 September 2018 | 12:03 WIB

Daftar | Login

kuping kiri paragames kuping kanan paragames
emajels

/

Kemkominfo bantah data pelanggan seluler dijual, yang ada penyalahgunaan data

Senin, 00 0000 - 00:00 WIB    |    Penulis : Andi Juandi    |    Editor : Administrator
Sumber Foto:  http://bit.ly/2FAnbP5
Sumber Foto: http://bit.ly/2FAnbP5
<p>Kementerian Komunikasi dan Informatika menepis adanya penjualan data pelanggan kartu prabayar ke negara lain dan kebocoran data nomor induk kependudukan (NIK) serta kartu keluarga (KK) menyusul keharusan registrasi ulang pelanggan seluler di seluruh Indonesia.</p><p>"Ada isu kebocoran data, penjualan data ke negara asing, semuanya sama sekali tidak benar. Pak Menteri juga sudah membantah di Twitter soal penjualan data karena data ini sama sekali tidak kami utak atik," ujar Dirjen Penyelenggaraan Pos dan Informatika (PPI) Kemkominfo Ahmad M. Ramli dalam Forum Merdeka Barat 9 di Jakarta, Rabu (14/3).</p><p>Terkait adanya pelanggan salah satu operator yang mengaku NIK-nya dipakai oleh 50 nomor seluler, Ahmad Ramli mengatakan yang terjadi adalah penyalahgunaan data kependudukan oleh oknum untuk melakukan registrasi ulang nomor seluler.</p><p>Ia menegaskan seluruh data kependudukan aman karena Kementerian Dalam Negeri mempunyai SOP yang ketat untuk melindunginya, selain itu operator memiliki ISO 270001. Kemendagri punya SOP yang ketat untuk melindungi itu, operator seluler juga dengan ISO 270001. Jadi kata-kata kebocoran itu terlalu tendensius, yang terjadi penyalahgunaan data untuk registrasi," tutur Ahmad Ramli.</p><p>Kebijakan registrasi kartu seluler prabayar selain untuk kenyamanan dan keamanan pelanggan jasa telekomunikasi juga disampaikannya akan membawa dunia digital Indonesia lebih baik. Berkembangnya teknologi mengubah fungsi telepon seluler dari hanya untuk melakukan panggilan dan mengirim SMS menjadi untuk berbagai transaksi keuangan.</p><p>Dalam kesempatan tersebut, Dirjen Dukcapil Kemendagri Zudan Arif Fakrulloh menegaskan Undang-Undang Nomor 24 tahun 2013 tentang Administrasi Kependudukan melindungi kerahasiaan semua data penduduk. "Pengamanan data diatur, semua data penduduk dirahasiakan. Adminduk level pemanfaatan data. Dengan hak akses. Operator boleh membuka dibatasi hanya NIK dan KK dengan hak akses. Melalui sistem virtual, private network. Boleh mengakses, tetapi tidak diberi data," ujar dia. (Ant)</p>
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Arestasi | 21 September 2018 - 11:59 WIB

Tikam polisi saat ditangkap, kapten begal sadis ditembak mati

Ekonomi | 21 September 2018 - 11:48 WIB

Bank Dunia picu penguatan rupiah terhadap dolar AS

Kriminalitas | 21 September 2018 - 11:29 WIB

Granat minta napi hentikan edarkan narkoba dalam lapas

Gadget | 21 September 2018 - 11:20 WIB

Huawei hadirkan ponsel lipat didukung jaringan 5G

Arestasi | 21 September 2018 - 11:12 WIB

Polisi bongkar sindikat uang palsu miliaran rupiah

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
loading...

Kamis, 20 September 2018 - 16:37 WIB

KPU gelar pleno penetapan capres/cawapres Pilpres 2019

Kamis, 20 September 2018 - 16:00 WIB

KPU Muko-muko tetapkan 281 DCT anggota legislatif

Kamis, 20 September 2018 - 14:56 WIB

1.350 bibit pohon ditanam di lahan kritis

Rabu, 19 September 2018 - 16:23 WIB

Gubernur Babel kunjungi balita positif virus Rubella

Rabu, 19 September 2018 - 11:20 WIB

Pengemudi ojek online serbu Kantor Grab

elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com