Minggu, 16 Desember 2018 | 18:49 WIB

Daftar | Login

MacroAd

0 /

Pemerintah bangun tiga jembatan di Gunung Kidul

Senin, 00 0000 - 00:00 WIB    |    Penulis : Andi Juandi    |    Editor : Administrator
Presiden Jokowi melihat jembatan yang putus di Bojing, Karangmojo, Gunungkidul, Sabtu (9/12/2017).  Sumber Foto:  http://bit.ly/2FIkiI0
Presiden Jokowi melihat jembatan yang putus di Bojing, Karangmojo, Gunungkidul, Sabtu (9/12/2017). Sumber Foto: http://bit.ly/2FIkiI0
<p>Pemerintah Pusat akan membangun tiga jembatan gantung di Kabupaten Gunung Kidul, Daerah Istimewa Yogyakarta, yang rusak akibat bencana akhir November 2017 lalu.</p><p>Kepala Dinas Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (DPUPRKP) Gunung Kidul Edy Praptono di Gunung Kidul, Rabu (14/3), menyampaikan dari laporan masuk ada 11 jembatan putus maupun anjlok, menyebabkan ratusan warga terisolasi, atau untuk menuju daerah lain harus memutar jalan puluhan kilometer.&nbsp;"Awal tahun ini tiga jembatan gantung akan dibangun oleh Pemerintah Pusat," katanya.</p><p>Ia mengatakan tiga jembatan itu yakni Jelok, Desa Beji, Patuk; Wonolagi, Desa Ngleri, Playen dan Mojorejo, Desa Katongan, Nglipar. Targetnya tahun ini ketiga jembatan itu akan bisa dioperasikan.&nbsp;"Tahun ini bisa digunakan kembali jembatan yang dibangun," katanya.</p><p>Edy menjelaskan jika pihaknya menyiapkan dokumen Upaya Pengelolaan Lingkungan Hidup dan Upaya Pemantauan Lingkungan Hidup (UKL-UPL) untuk melengkapi agar pemerintah pusat segera membangun.&nbsp;"Setelah UKL-UPL selesai, pemerintah pusat baru membangun jembatan gantung di tiga lokasi tersebut," katanya.</p><p>Salah warga Dusun Jelok, Beji, Patuk, Sukri mengatakan Jembatan Jelok rusak karena banjir akhir November 2017, hingga kini belum diperbaiki. Masyarakat yang akan beraktifitas harus berputar sejauh 10 km atau menaiki perahu.&nbsp;"Semoga segera dibangun jembatan lagi, sehingga masyarakat bisa beraktivitas dengan normal," katanya. (Ant)</p>
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Badminton | 16 Desember 2018 - 18:36 WIB

Hafiz/Gloria tak ingin terbebani prestasi Owi/Butet

Aktual Dalam Negeri | 16 Desember 2018 - 18:24 WIB

Presiden minta masyarakat tak tanam kelapa sawit

Bencana Alam | 16 Desember 2018 - 18:10 WIB

Gempa M 6,1 guncang Keerom, Papua

Aktual Dalam Negeri | 16 Desember 2018 - 17:52 WIB

Presiden bagikan 31.998 hektare SK Perhutanan Sosial Jambi

Megapolitan | 16 Desember 2018 - 17:38 WIB

Ini faktor penyebab mahalnya hunian di Jakarta

Megapolitan | 16 Desember 2018 - 17:25 WIB

19.612 wisatawan kunjungi Pulau Pramuka sepanjang 2018

<p>Pemerintah Pusat akan membangun tiga jembatan gantung di Kabupaten Gunung Kidul, Daerah Istimewa Yogyakarta, yang rusak akibat bencana akhir November 2017 lalu.</p><p>Kepala Dinas Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (DPUPRKP) Gunung Kidul Edy Praptono di Gunung Kidul, Rabu (14/3), menyampaikan dari laporan masuk ada 11 jembatan putus maupun anjlok, menyebabkan ratusan warga terisolasi, atau untuk menuju daerah lain harus memutar jalan puluhan kilometer.&nbsp;"Awal tahun ini tiga jembatan gantung akan dibangun oleh Pemerintah Pusat," katanya.</p><p>Ia mengatakan tiga jembatan itu yakni Jelok, Desa Beji, Patuk; Wonolagi, Desa Ngleri, Playen dan Mojorejo, Desa Katongan, Nglipar. Targetnya tahun ini ketiga jembatan itu akan bisa dioperasikan.&nbsp;"Tahun ini bisa digunakan kembali jembatan yang dibangun," katanya.</p><p>Edy menjelaskan jika pihaknya menyiapkan dokumen Upaya Pengelolaan Lingkungan Hidup dan Upaya Pemantauan Lingkungan Hidup (UKL-UPL) untuk melengkapi agar pemerintah pusat segera membangun.&nbsp;"Setelah UKL-UPL selesai, pemerintah pusat baru membangun jembatan gantung di tiga lokasi tersebut," katanya.</p><p>Salah warga Dusun Jelok, Beji, Patuk, Sukri mengatakan Jembatan Jelok rusak karena banjir akhir November 2017, hingga kini belum diperbaiki. Masyarakat yang akan beraktifitas harus berputar sejauh 10 km atau menaiki perahu.&nbsp;"Semoga segera dibangun jembatan lagi, sehingga masyarakat bisa beraktivitas dengan normal," katanya. (Ant)</p>

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.

Minggu, 16 Desember 2018 - 16:13 WIB

Ini cara cegah kejahatan `SIM swap fraud` ala Bareskrim

Sabtu, 15 Desember 2018 - 21:27 WIB
Hari Menanam Nasional 2018

PKSM dan Pramuka bagikan 3.500 batang pohon kepada pengguna jalan

Sabtu, 15 Desember 2018 - 21:19 WIB

Disdukcapil Kotabaru memusnahkan ratusan KTP-el rusak

Jumat, 14 Desember 2018 - 17:56 WIB

Capres Jokowi dialog dengan pelaku usaha muda UKM

elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com