Rabu, 19 September 2018 | 22:38 WIB

Daftar | Login

kuping kiri paragames kuping kanan paragames
emajels

/

KPK ungkap penyidik lain juga diserang

Senin, 00 0000 - 00:00 WIB    |    Penulis : Angga Kusuma    |    Editor : Administrator
Juru Bicara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Febri Diansyah. Sumber foto: http://bit.ly/2FspV0b
Juru Bicara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Febri Diansyah. Sumber foto: http://bit.ly/2FspV0b
<p>Juru Bicara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Febri Diansyah mengungkapkan bahwa terdapat juga serangan teror kepada penyidik KPK selain terhadap Novel Baswedan.</p><p>"Kalau disampaikan bahwa ada serangan, ada teror, yang ditujukan kepada penyidik KPK sebelumnya selain serangan air keras 11 April itu benar," kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah di Jakarta, Rabu (14/3).</p><p>Ia pun menyatakan bahwa KPK sebenarnya tidak ingin mempublikasikan soal serangan itu. "KPK sebenarnya tidak ingin mempublikasikan hal tersebut untuk mencegah teror itu karena tujuan teror itu kan untuk menakut-nakuti ketika kami sampaikan kemudian membuat efek takut itu lebih luas kan justru tidak bagus," ungkap Febri.</p><p>Namun, kata dia, lembaganya mau mempublikasikan adanya serangan itu agar teror-teror itu segera terungkap. "Tetapi karena kejadiannya seperti ini dan kepentingan yang lebih utama adalah agar teror-teror itu terungkap maka kami konfirmasi memang ada beberapa serangan sebelumnya baik terhadap Novel ataupun terhadap penyidik KPK yang lain," tuturnya.</p><p>Ia menjelaskan bahwa sekitar 2015 ada orang-orang tidak kenal yang bolak-balik di rumah salah satu penyidik KPK bahkan melakukan pengrusakan terhadap mobil penyidik itu. "Sekitar tahun 2015 ada orang-orang yang tidak dikenal yang terindentifikasi bolak-balik di rumah salah satu penyidik KPK, bahkan mobil penyidik saat itu disiram dengan soda api sampai tentu terjadi kerusakan," ucap Febri.</p><p>Setelah kejadian tersebut, Febri menyatakan KPK melapor kepada Polri, namun sampai saat ini pelaku teror tersebut belum ditemukan. "Karena peristiwa tersebut maka kami melaporkan ke Polri saat itu. Penyidik yang menjadi korban itu diperiksa tapi memang sampai saat ini belum ditemukan pelakunya," kata Febri.</p><p>Menurut dia, jika pelaku serangan belum ditemukan tentu berisiko kepada penyidik lain atau pegawai KPK yang bekerja di jalan pemberantasan korupsi. "Ini yang kami sebut berulang kali kalau pelaku teror atau pelaku serangan tidak ditemukan bukan hanya berisiko untuk pihak yang diserang pada saat itu tetapi kepada penyidik atau pegawai KPK lain atau kepada siapapun yang bekerja di jalan pemberantasan korupsi. Termasuk teror kepada jurnalis-jurnalis yang mengungkap kasus korupsi," ujarnya.</p><p>Sebelumnya, Ketua KPK Agus Rahardjo juga membenarkan bahwa terdapat serangan terhadap penyidik KPK lainnya.(Ant)</p>
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Aktual Dalam Negeri | 19 September 2018 - 21:39 WIB

Dua paket misterius dari China buat heboh Bawaslu Sumut

Sosbud | 19 September 2018 - 21:12 WIB

Bubur Asyura, makanan khas penanda buka luwur Sunan Kudus

Pemilihan Presiden 2019 | 19 September 2018 - 20:57 WIB

Pakar: Perang kata-kata dan tagar bisa picu perpecahan

Aktual Dalam Negeri | 19 September 2018 - 20:36 WIB

Bekraf gelar sosialisasi hak kekayaan intelektual untuk pelaku ekonomi kreatif

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
loading...

Rabu, 19 September 2018 - 16:23 WIB

Gubernur Babel kunjungi balita positif virus Rubella

Rabu, 19 September 2018 - 11:20 WIB

Pengemudi ojek online serbu Kantor Grab

Senin, 17 September 2018 - 06:47 WIB

Kemenkominfo buka beasiswa pelatihan digital

Minggu, 16 September 2018 - 14:48 WIB

Kalapas Sukamiskin benarkan Sel Setnov lebih luas

elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com