Sabtu, 15 Desember 2018 | 17:34 WIB

Daftar | Login

MacroAd

0 /

Saat Presiden Jokowi jengkel difitnah PKI

Senin, 00 0000 - 00:00 WIB    |    Penulis : Dewi Rusiana    |    Editor : Administrator
Presiden Jokowi berdialog dengan masyarakat pada acara Penyerahan Sertifikat Tanah untuk Rakyat, di Alun-alun Barat Kota Serang, Serang, Provinsi Banten, Rabu (14/3) sore. Sumber foto: http://bit.ly/2Hz58Fn
Presiden Jokowi berdialog dengan masyarakat pada acara Penyerahan Sertifikat Tanah untuk Rakyat, di Alun-alun Barat Kota Serang, Serang, Provinsi Banten, Rabu (14/3) sore. Sumber foto: http://bit.ly/2Hz58Fn
<p>Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengajak masyarakat agar berhati-hati jika melihat media sosial (medsos). Presiden menyebut hal itu karena di medsos juga ada fitnah, ada saling mencela, ada saling menjelekkan, dan ada kabar bohong.</p><p>Presiden mengimbau jika mendengar kabar seperti itu maka harus hati-hati dan jangan ditelan mentah-mentah kabar tersebut.</p><p>“Ada yang menyampaikan itu suara di medsos Presiden Jokowi PKI, ada yang omong seperti itu coba, fitnah seperti itu coba,” kata Presiden Jokowi pada acara Penyerahan Sertifikat Tanah untuk Rakyat, di Alun-alun Barat Kota Serang, Banten, Rabu (14/3). </p><p>Presiden Jokowi menegaskan, PKI itu bubar tahun 1965, sementara dirinya lahir tahun 1961. “Baru berumur 3 tahun, masa ada PKI umur 3 tahun, ada PKI balita. Ini gimana,” ucapnya.</p><p>Presiden Jokowi mengaku kadang merasa jengkel terhadap fitnah seperti itu. Ia menyampaikan bahwa melakukan pencarian terhadap orang yang menyebarkan fitnah itu tapi tidak ketemu-ketemu. “Awas ketemu tak gebuk betul itu. Jangan seperti itu fitnah, ngawur kan seperti itu. Logikanya enggak masuk tapi ada yang percaya gitu loh, ada itu yang percaya, logikanya enggak masuk tapi ada yang percaya,” ujar Presiden. </p>
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Travel | 15 Desember 2018 - 17:12 WIB

Menpar tak ingin ada wisata `remang-remang`

Bencana Alam | 15 Desember 2018 - 16:48 WIB

Puting beliung robohkan delapan rumah di Sumba Timur

Aktual Dalam Negeri | 15 Desember 2018 - 16:36 WIB

Ryamizard Ryacudu tegaskan kelompok bersenjata Papua adalah pemberontak

Aktual Luar Negeri | 15 Desember 2018 - 16:11 WIB

Indonesia catat pernyataan Australia mengenai Yerusalem

<p>Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengajak masyarakat agar berhati-hati jika melihat media sosial (medsos). Presiden menyebut hal itu karena di medsos juga ada fitnah, ada saling mencela, ada saling menjelekkan, dan ada kabar bohong.</p><p>Presiden mengimbau jika mendengar kabar seperti itu maka harus hati-hati dan jangan ditelan mentah-mentah kabar tersebut.</p><p>“Ada yang menyampaikan itu suara di medsos Presiden Jokowi PKI, ada yang omong seperti itu coba, fitnah seperti itu coba,” kata Presiden Jokowi pada acara Penyerahan Sertifikat Tanah untuk Rakyat, di Alun-alun Barat Kota Serang, Banten, Rabu (14/3). </p><p>Presiden Jokowi menegaskan, PKI itu bubar tahun 1965, sementara dirinya lahir tahun 1961. “Baru berumur 3 tahun, masa ada PKI umur 3 tahun, ada PKI balita. Ini gimana,” ucapnya.</p><p>Presiden Jokowi mengaku kadang merasa jengkel terhadap fitnah seperti itu. Ia menyampaikan bahwa melakukan pencarian terhadap orang yang menyebarkan fitnah itu tapi tidak ketemu-ketemu. “Awas ketemu tak gebuk betul itu. Jangan seperti itu fitnah, ngawur kan seperti itu. Logikanya enggak masuk tapi ada yang percaya gitu loh, ada itu yang percaya, logikanya enggak masuk tapi ada yang percaya,” ujar Presiden. </p>

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.

Jumat, 14 Desember 2018 - 17:56 WIB

Capres Jokowi dialog dengan pelaku usaha muda UKM

Kamis, 13 Desember 2018 - 10:51 WIB

KPK panggil Bupati Jepara terkait kasus suap

Rabu, 12 Desember 2018 - 06:25 WIB

Mantan diplomat Kanada dikabarkan ditahan di China

elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com