Kamis, 13 Desember 2018 | 12:09 WIB

Daftar | Login

MacroAd

0 /

Ambil Ular di Rumah Tetangga, Pengasuh Satwa Liar Didenda Rp 45 Juta

Senin, 00 0000 - 00:00 WIB    |    Penulis : Mitra Elshinta Feeder    |    Editor : Administrator
(Courtesy: AustraliaPlus) Harry Kunz telah mengelola Rumah Sakit Satwa Liar Eagle Nest selama 3 dekade terakhir.
(Courtesy: AustraliaPlus) Harry Kunz telah mengelola Rumah Sakit Satwa Liar Eagle Nest selama 3 dekade terakhir.
<p>Pemilik rumah sakit satwa liar di ujung utara Queensland telah didenda $ 4.500 (atau setara Rp 45 juta) karena memelihara satwa liar tanpa izin setelah mengambil seekor ular dari halaman tetangganya.</p><p>Harry Kunz dinyatakan bersalah di Pengadilan Magistrasi Atherton karena memelihara hewan yang dilindungi setelah dituduh mengambil seekor ular piton dari tempat tinggal seorang penduduk.</p><p>"Selain denda $ 4.500 (atau setara Rp 45 juta), saya juga harus membayar biaya hukum sebesar $ 6.000 (atau setara Rp 60 juta)," katanya.</p><p>Pria berusia 70 tahun itu merawat dan melepaskan ribuan hewan asli Australia yang terluka dan yatim piatu selama tiga dekade terakhir di Rumah Sakit Satwa Liar Eagle Nest yang didirikannya di wilayah Millstream di Atherton Tablelands, sebelah barat Cairns.</p><p>Tempat perlindungan tersebut memiliki tingkat keberhasilan 78 persen untuk satwa liar yang diselamatkan dan telah dikategorikan sebagai badan amal sejak tahun 2003.</p><h2>Dianggap tak bersalah</h2><p>Kunz, yang berasal dari Austria, mengatakan bahwa ia sangat terpukul oleh keputusan pengadilan tersebut, terutama karena tempat perlindungan satwa liarnya yang tidak mencari keuntungan sangat bergantung pada sumbangan masyarakat.</p><div class="view-image-embed-full" > <div class="view-richTallCaptionByline linked" > <figure> <div class="component comp-image"> <img src="http://www.abc.net.au/cm/rimage/9548638-16x9-thumbnail.jpg?v=2" data-sizes="auto" data-src="http://www.abc.net.au/cm/rimage/9548638-16x9-thumbnail.jpg?v=2" data-srcset="http://www.abc.net.au/cm/rimage/9548638-16x9-thumbnail.jpg?v=2 160w, http://www.abc.net.au/cm/rimage/9548638-16x9-small.jpg?v=2 220w, http://www.abc.net.au/cm/rimage/9548638-16x9-medium.jpg?v=2 460w, http://www.abc.net.au/cm/rimage/9548638-16x9-large.jpg?v=2 700w " title="Harry" alt="Ada lebih dari 1200 hewan asli Australia yang terluka dan yatim piatu di Rumah Sakit Satwa Liar Eagles Nest." class="lazyload" data-expand="0" /> </div> <figcaption> <div class="caption">Ada lebih dari 1200 hewan asli Australia yang terluka dan yatim piatu di Rumah Sakit Satwa Liar Eagles Nest.</div> <div class="comp-rich-text credit clearfix" id="comp-rich-text7" > <p>ABC Far North: Brendan Mounter</p> </div> </figcaption> </figure> </div> </div><p>Ia mengatakan, dirinya hanya melakukan bantuan untuk seorang tetangga.</p><p>"Seorang perempuan menelepon saya dan meminta saya untuk mengeluarkan seekor ular yang ia temukan di rumahnya sehingga saya mengambilnya dan memasukkannya ke dalam kandang di tempat perlindungan, berniat untuk melepaskannya seperti yang telah saya lakukan ribuan kali sebelumnya," kata Kunz .</p><p>"Tapi petugas EHP (Departemen Perlindungan Lingkungan dan Pelestarian Warisan) melakukan inspeksi dan mengatakan bahwa saya menyimpan ular itu.</p><aside class="comp-rich-text-blockquote comp-embedded-float-full source-pullquote" > <i class="fa fa-quote-left quote-marks" aria-hidden="true"></i> <div class="quote"> <p>&quot;Saya tidak akan membayar denda karena saya masih percaya bahwa saya tidak melakukan kesalahan.&quot;</p> </div> <i class="fa fa-quote-right quote-marks" aria-hidden="true"></i> </aside><p>Kunz, yang mewakili dirinya di pengadilan, mengatakan bahwa ia tidak memiliki izin yang diperlukan untuk menyimpan ular itu karena ia tidak mampu membayar biaya hampir $ 6.000 (atau setara Rp 60 juta).</p><p>Izin itu juga melibatkan beberapa kursus pelatihan wajib, termasuk pertolongan pertama, untuk memenuhi kepatuhan.</p><h2>Denda berat menyusul pembunuhan buaya</h2><div class="view-image-embed-full" > <div class="view-richTallCaptionByline linked" > <figure> <div class="component comp-image"> <img src="http://www.abc.net.au/cm/rimage/9548640-16x9-thumbnail.jpg?v=2" data-sizes="auto" data-src="http://www.abc.net.au/cm/rimage/9548640-16x9-thumbnail.jpg?v=2" data-srcset="http://www.abc.net.au/cm/rimage/9548640-16x9-thumbnail.jpg?v=2 160w, http://www.abc.net.au/cm/rimage/9548640-16x9-small.jpg?v=2 220w, http://www.abc.net.au/cm/rimage/9548640-16x9-medium.jpg?v=2 460w, http://www.abc.net.au/cm/rimage/9548640-16x9-large.jpg?v=2 700w " title="Australia" alt="Rumah Sakit Satwa Liar Eagle Nest yang berusia 36 tahun" class="lazyload" data-expand="0" /> </div> <figcaption> <div class="caption">Rumah Sakit Satwa Liar Eagle Nest yang berusia 36 tahun memiliki tingkat kesuksesan sebesar 78% dalam membebaskan hewan Australia yang terluka dan yatim piatu.</div> <div class="comp-rich-text credit clearfix" id="comp-rich-text8" > <p>ABC Far North: Brendan Mounter</p> </div> </figcaption> </figure> </div> </div><p>Denda tersebut dikeluarkan hanya dua minggu setelah petani tebu Queensland utara, Errol Copley, 69 tahun, didenda $ 500 (atau setara Rp 5 juta) karena membunuh seekor buaya, meskipun hukuman maksimum untuk pelanggaran tersebut adalah $ 28.383 (atau setara Rp 283 juta).</p><p>Pada tahun 2016, Kunz menjadi berita utama ketika ia menawarkan untuk memberi tempat perlindungan hewan itu secara gratis kepada orang yang tepat, mengatakan bahwa usianya tak memungkinkan lagi untuk mengelola tempat itu.</p><p>Penjaga satwa liar itu masih mencari-cari meski lebih dari 6.000 kandidat dari seluruh dunia mengekspresikan ketertarikan mereka.</p><p>Departemen Perlindungan Lingkungan dan Warisan telah dihubungi untuk memberikan komentar mengenai denda tersebut.</p><p><a class="external" href="http://www.abc.net.au/news/2018-03-14/wildlife-carer-fined-for-removing-snake-for-neighbour/9546518" target="_blank" title="">Simak berita ini dalam bahasa Inggris di sini.</a></p>
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Kriminalitas | 13 Desember 2018 - 12:04 WIB

BNN gagalkan penyelundupan 15 ribu pil ekstasi dari pasutri

Aktual Dalam Negeri | 13 Desember 2018 - 11:53 WIB

Presiden berikan pengarahan pada Jambore Sumber Daya PKH

Aktual Dalam Negeri | 13 Desember 2018 - 11:43 WIB

KSAU resmikan Sathar 65 di Lanud Iswahjudi

Manajemen | 13 Desember 2018 - 11:35 WIB

Waspadai investasi bodong dengan melihat ciri-cirinya

Aktual Dalam Negeri | 13 Desember 2018 - 11:26 WIB

Sandiaga tanggapi soal isu HAM dalam visi misi

Hukum | 13 Desember 2018 - 11:15 WIB

KPK tuntut maksimal Bupati Cianjur agar jera

<p>Pemilik rumah sakit satwa liar di ujung utara Queensland telah didenda $ 4.500 (atau setara Rp 45 juta) karena memelihara satwa liar tanpa izin setelah mengambil seekor ular dari halaman tetangganya.</p><p>Harry Kunz dinyatakan bersalah di Pengadilan Magistrasi Atherton karena memelihara hewan yang dilindungi setelah dituduh mengambil seekor ular piton dari tempat tinggal seorang penduduk.</p><p>"Selain denda $ 4.500 (atau setara Rp 45 juta), saya juga harus membayar biaya hukum sebesar $ 6.000 (atau setara Rp 60 juta)," katanya.</p><p>Pria berusia 70 tahun itu merawat dan melepaskan ribuan hewan asli Australia yang terluka dan yatim piatu selama tiga dekade terakhir di Rumah Sakit Satwa Liar Eagle Nest yang didirikannya di wilayah Millstream di Atherton Tablelands, sebelah barat Cairns.</p><p>Tempat perlindungan tersebut memiliki tingkat keberhasilan 78 persen untuk satwa liar yang diselamatkan dan telah dikategorikan sebagai badan amal sejak tahun 2003.</p><h2>Dianggap tak bersalah</h2><p>Kunz, yang berasal dari Austria, mengatakan bahwa ia sangat terpukul oleh keputusan pengadilan tersebut, terutama karena tempat perlindungan satwa liarnya yang tidak mencari keuntungan sangat bergantung pada sumbangan masyarakat.</p><div class="view-image-embed-full" > <div class="view-richTallCaptionByline linked" > <figure> <div class="component comp-image"> <img src="http://www.abc.net.au/cm/rimage/9548638-16x9-thumbnail.jpg?v=2" data-sizes="auto" data-src="http://www.abc.net.au/cm/rimage/9548638-16x9-thumbnail.jpg?v=2" data-srcset="http://www.abc.net.au/cm/rimage/9548638-16x9-thumbnail.jpg?v=2 160w, http://www.abc.net.au/cm/rimage/9548638-16x9-small.jpg?v=2 220w, http://www.abc.net.au/cm/rimage/9548638-16x9-medium.jpg?v=2 460w, http://www.abc.net.au/cm/rimage/9548638-16x9-large.jpg?v=2 700w " title="Harry" alt="Ada lebih dari 1200 hewan asli Australia yang terluka dan yatim piatu di Rumah Sakit Satwa Liar Eagles Nest." class="lazyload" data-expand="0" /> </div> <figcaption> <div class="caption">Ada lebih dari 1200 hewan asli Australia yang terluka dan yatim piatu di Rumah Sakit Satwa Liar Eagles Nest.</div> <div class="comp-rich-text credit clearfix" id="comp-rich-text7" > <p>ABC Far North: Brendan Mounter</p> </div> </figcaption> </figure> </div> </div><p>Ia mengatakan, dirinya hanya melakukan bantuan untuk seorang tetangga.</p><p>"Seorang perempuan menelepon saya dan meminta saya untuk mengeluarkan seekor ular yang ia temukan di rumahnya sehingga saya mengambilnya dan memasukkannya ke dalam kandang di tempat perlindungan, berniat untuk melepaskannya seperti yang telah saya lakukan ribuan kali sebelumnya," kata Kunz .</p><p>"Tapi petugas EHP (Departemen Perlindungan Lingkungan dan Pelestarian Warisan) melakukan inspeksi dan mengatakan bahwa saya menyimpan ular itu.</p><aside class="comp-rich-text-blockquote comp-embedded-float-full source-pullquote" > <i class="fa fa-quote-left quote-marks" aria-hidden="true"></i> <div class="quote"> <p>&quot;Saya tidak akan membayar denda karena saya masih percaya bahwa saya tidak melakukan kesalahan.&quot;</p> </div> <i class="fa fa-quote-right quote-marks" aria-hidden="true"></i> </aside><p>Kunz, yang mewakili dirinya di pengadilan, mengatakan bahwa ia tidak memiliki izin yang diperlukan untuk menyimpan ular itu karena ia tidak mampu membayar biaya hampir $ 6.000 (atau setara Rp 60 juta).</p><p>Izin itu juga melibatkan beberapa kursus pelatihan wajib, termasuk pertolongan pertama, untuk memenuhi kepatuhan.</p><h2>Denda berat menyusul pembunuhan buaya</h2><div class="view-image-embed-full" > <div class="view-richTallCaptionByline linked" > <figure> <div class="component comp-image"> <img src="http://www.abc.net.au/cm/rimage/9548640-16x9-thumbnail.jpg?v=2" data-sizes="auto" data-src="http://www.abc.net.au/cm/rimage/9548640-16x9-thumbnail.jpg?v=2" data-srcset="http://www.abc.net.au/cm/rimage/9548640-16x9-thumbnail.jpg?v=2 160w, http://www.abc.net.au/cm/rimage/9548640-16x9-small.jpg?v=2 220w, http://www.abc.net.au/cm/rimage/9548640-16x9-medium.jpg?v=2 460w, http://www.abc.net.au/cm/rimage/9548640-16x9-large.jpg?v=2 700w " title="Australia" alt="Rumah Sakit Satwa Liar Eagle Nest yang berusia 36 tahun" class="lazyload" data-expand="0" /> </div> <figcaption> <div class="caption">Rumah Sakit Satwa Liar Eagle Nest yang berusia 36 tahun memiliki tingkat kesuksesan sebesar 78% dalam membebaskan hewan Australia yang terluka dan yatim piatu.</div> <div class="comp-rich-text credit clearfix" id="comp-rich-text8" > <p>ABC Far North: Brendan Mounter</p> </div> </figcaption> </figure> </div> </div><p>Denda tersebut dikeluarkan hanya dua minggu setelah petani tebu Queensland utara, Errol Copley, 69 tahun, didenda $ 500 (atau setara Rp 5 juta) karena membunuh seekor buaya, meskipun hukuman maksimum untuk pelanggaran tersebut adalah $ 28.383 (atau setara Rp 283 juta).</p><p>Pada tahun 2016, Kunz menjadi berita utama ketika ia menawarkan untuk memberi tempat perlindungan hewan itu secara gratis kepada orang yang tepat, mengatakan bahwa usianya tak memungkinkan lagi untuk mengelola tempat itu.</p><p>Penjaga satwa liar itu masih mencari-cari meski lebih dari 6.000 kandidat dari seluruh dunia mengekspresikan ketertarikan mereka.</p><p>Departemen Perlindungan Lingkungan dan Warisan telah dihubungi untuk memberikan komentar mengenai denda tersebut.</p><p><a class="external" href="http://www.abc.net.au/news/2018-03-14/wildlife-carer-fined-for-removing-snake-for-neighbour/9546518" target="_blank" title="">Simak berita ini dalam bahasa Inggris di sini.</a></p>

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
loading...

Kamis, 13 Desember 2018 - 10:51 WIB

KPK panggil Bupati Jepara terkait kasus suap

Rabu, 12 Desember 2018 - 06:25 WIB

Mantan diplomat Kanada dikabarkan ditahan di China

Senin, 10 Desember 2018 - 10:28 WIB

IHSG alami tekanan searah bursa Asia

Minggu, 09 Desember 2018 - 21:53 WIB

Kapolri: Separuh polisi belum punya rumah

elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com