Senin, 17 Desember 2018 | 18:08 WIB

Daftar | Login

MacroAd

0 /

DPS Pilgub Jateng di Sukoharjo turun 1,5 persen

Senin, 00 0000 - 00:00 WIB    |    Penulis : Sigit Kurniawan    |    Editor : Administrator
Foto: Deni Suryanti.
Foto: Deni Suryanti.
<p>Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah menetapkan Daftar Pemilih Sementara (DPS) Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Tengah. DPS Pilgub di Sukoharjo sebanyak 657.683 pemilih. Turun 32.732 orang dari Daftar Penduduk Potensial Pemilih Pemilu (DP4) sebanyak 690.415. Jumlah tersebut turun sekitar 1,5 persen dalam proses pencocokan dan penelitian yang dilakukan petugas pemutakhiran data pemilih beberapa waktu lalu.</p><p>Komisioner KPU Kabupaten Sukoharjo, Mulat Bayu Aji mengatakan, berkurangnya jumlah DPS tersebut dipengaruhi oleh beberapa factor. Diantaranya adalah pemilih yang tidak memenuhi syarat baik itu pindah domisili, meninggal dunia, tidak dikenal atau lain sebagainya. KPU juga mencermati adanya tambahan pemilih pemula, tetapi belum memiliki KTP Elektronik maupun surat keterangan (suket) pengganti KTP El. "Hal tersebut terjadi karena mereka memang belum melakukan rekam data. Jumlahnya mencapai 9.874 orang," katanya seperti dilaporkan Kontributor elshinta, Deni Suryanti, Jumat (16/3).</p><p>Menurut Mulat Bayu, saat ini tugas Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil  kabupaten setempat yang paling berperan menerbitkan KTP El atau Suket. Mengingat dalam aturan baru nanti, pemilih harus menunjukkan kartu identitas berupa KTP.  Ada aturan baru yang memperbolehkan pemilih berpindah Tempat Pemungutan Suara (TPS). Sehingga terjadi pergeseran pemilih dari satu TPS ke TPS lain. Namun hal ini tidak akan berpengaruh pada pengurangan maupun penambahan  daftar pemilih secara umum. "Penambahan maupun pengurangan hanya terjadi pada tingkat TPS," imbuhnya.</p><p>Sementara, Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Kabupaten Sukoharjo, Bambang Wuryanto menambahkan DPS yang ditetapkan KPU tetap dicermati. Jangan sampai pemilih tercecer karena luput didata maupun tidak memiliki syarat KTP. DPS Sifatnya masih sementara sehingga ada kemungkinan jumlahnya bertambah maupun berkurang. "Selain itu masih ada tahapan tahapan perbaikan sebelum ditetapkan sebagai Daftar Pemilih Tetap (DPT)," terangnya.  </p>
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Asia Pasific | 17 Desember 2018 - 17:55 WIB

Sembilan orang tewas akibat bom mobil di Suriah

Aktual Pemilu | 17 Desember 2018 - 17:33 WIB

KPU jamin hak pemilih yang belum masuk DPT

Pileg 2019 | 17 Desember 2018 - 17:12 WIB

Jokowi sebut caleg PKB punya militansi tinggi

<p>Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah menetapkan Daftar Pemilih Sementara (DPS) Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Tengah. DPS Pilgub di Sukoharjo sebanyak 657.683 pemilih. Turun 32.732 orang dari Daftar Penduduk Potensial Pemilih Pemilu (DP4) sebanyak 690.415. Jumlah tersebut turun sekitar 1,5 persen dalam proses pencocokan dan penelitian yang dilakukan petugas pemutakhiran data pemilih beberapa waktu lalu.</p><p>Komisioner KPU Kabupaten Sukoharjo, Mulat Bayu Aji mengatakan, berkurangnya jumlah DPS tersebut dipengaruhi oleh beberapa factor. Diantaranya adalah pemilih yang tidak memenuhi syarat baik itu pindah domisili, meninggal dunia, tidak dikenal atau lain sebagainya. KPU juga mencermati adanya tambahan pemilih pemula, tetapi belum memiliki KTP Elektronik maupun surat keterangan (suket) pengganti KTP El. "Hal tersebut terjadi karena mereka memang belum melakukan rekam data. Jumlahnya mencapai 9.874 orang," katanya seperti dilaporkan Kontributor elshinta, Deni Suryanti, Jumat (16/3).</p><p>Menurut Mulat Bayu, saat ini tugas Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil  kabupaten setempat yang paling berperan menerbitkan KTP El atau Suket. Mengingat dalam aturan baru nanti, pemilih harus menunjukkan kartu identitas berupa KTP.  Ada aturan baru yang memperbolehkan pemilih berpindah Tempat Pemungutan Suara (TPS). Sehingga terjadi pergeseran pemilih dari satu TPS ke TPS lain. Namun hal ini tidak akan berpengaruh pada pengurangan maupun penambahan  daftar pemilih secara umum. "Penambahan maupun pengurangan hanya terjadi pada tingkat TPS," imbuhnya.</p><p>Sementara, Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Kabupaten Sukoharjo, Bambang Wuryanto menambahkan DPS yang ditetapkan KPU tetap dicermati. Jangan sampai pemilih tercecer karena luput didata maupun tidak memiliki syarat KTP. DPS Sifatnya masih sementara sehingga ada kemungkinan jumlahnya bertambah maupun berkurang. "Selain itu masih ada tahapan tahapan perbaikan sebelum ditetapkan sebagai Daftar Pemilih Tetap (DPT)," terangnya.  </p>

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.

Minggu, 16 Desember 2018 - 16:13 WIB

Ini cara cegah kejahatan `SIM swap fraud` ala Bareskrim

Sabtu, 15 Desember 2018 - 21:27 WIB
Hari Menanam Nasional 2018

PKSM dan Pramuka bagikan 3.500 batang pohon kepada pengguna jalan

Sabtu, 15 Desember 2018 - 21:19 WIB

Disdukcapil Kotabaru memusnahkan ratusan KTP-el rusak

Jumat, 14 Desember 2018 - 17:56 WIB

Capres Jokowi dialog dengan pelaku usaha muda UKM

elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com