Sabtu, 21 April 2018

Teror miras oplosan

Selasa, 10 April 2018 09:30

Ilustrasi. Sumber Foto : https://bit.ly/2qizcij Ilustrasi. Sumber Foto : https://bit.ly/2qizcij
Ayo berbagi!

Minuman keras oplosan masih menjadi momok mematikan hingga saat ini. Di Cicalengka, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, miras oplosan telah menyebabkan sejumlah warga menjadi korban meninggal dunia. 

Reporter Elshinta, Endang Sudrajat melaporkan, Selasa (10/4), reaksi dari miras oplosan yang terjadi di Cicalengka dimulai sejak Jumat (6/4) lalu. Kemungkinan ada yang sudah bereaksi satu hari setelah mengonsumsi miras oplosan dan ada pula yang dua atau tiga hari baru bereaksi. 

Seorang warga, An, memeriksakan suaminya ke rumah sakit yang mengalami muntah-muntah setelah berdasarkan pengakuan suaminya mengonsumsi miras oplosan.

Kepada Elshinta, ia mengatakan, sejak Jumat suaminya sudah tidak dapat bekerja. “Sejak Jumat udah enggak keluar, enggak ngojek, malam muntah-muntah dan ada darahnya. Saya enggak tahu kalau dia mengonsumsi miras oplosan, karena saat itu sedang di rumah,” ungkapnya. 

Berdasarkan data yang belum dapat dinyatakan valid karena belum ada keterangan resmi dari rumah sakit, jumlah pasien yang dirawat di RSUD Cicalengka sejak Jumat (6/4) lalu diperkirakan sudah lebih dari 86 orang. Untuk korban meninggal dunia hampir mencapai 30 orang dan saat ini yang masih dalam perawatan berjumlah 17 orang, di antaranya 10 orang di ruang perawatan dan 7 masih di UGD.

Reporter Elshinta melaporkan, untuk sementara data tersebut dapat berubah sewaktu-waktu, entah bertambah atau pun berkurang karena ada yang harus dirujuk ke RSUD Majalaya, RS Hasan Sadikin, atau pun rumah sakit lainnya.

Mengenai penjagaan di sekitar RSUD Cicalengka dilakukan oleh TNI/Polri dan Satpol PP sejak Senin kemarin.

Menurut penjelasan Kapolres Kabupaten Bandung, AKBP Indra Hernawan, terjualnya miras oplosan ini sudah seminggu ke belakang. Sejak Kamis (5/4) sudah terjual semua miras oplosan di beberapa tempat di Kecamatan Cicalengka. Sehingga mulai dari Minggu (8/4) mengonsumsi dan hingga hari ini mereka terkena dampaknya.

“Sampai saat ini posko sudah terbentuk, namun pemerintah setempat belum menetapkan kasus ini sebagai kejadian luar biasa. Menurut pihak rumah sakit ini hanya peningkatan status pasien saja bukan KLB. Posko sudah berdiri dan nama-nama korban pun sudah mulai disosialisasikan sejak Senin kemarin. Koordinasi yang dilakukan oleh Bimas Polres Kab Bandung atau pun dari Kodim 06/09, menyusur sejumlah masyarakat dan mengumumkan dengan berkoordinasi dengan RT/RW, apabila ada keluhan silakan secepatnya berobat agar nanti tidak terkena dampaknya,” papar Kapolres.

Dari pantauan Reporter Elshinta, korban meninggal, setelah dikonfirmasi ke beberapa tim medis, mengalami muntah, mual, mata buram, dan sesak napas.

Penulis : Yuno.

Editor : Dewi Rusiana.

Ikuti Twitter @ElshintaDotCom untuk mendapatkan seluruh Informasi terbaru dari Elshinta.
REDAKSI-FrY

Mari Berbagi berita ini!

Info dari Anda

Komentar