Sabtu, 21 Juli 2018 | 03:11 WIB

Daftar | Login

banner kuping banner kuping
Macro Ad

/

Metanol minuman keras oplosan sebabkan kebutaan-kematian

Senin, 00 0000 - 00:00 WIB    |    Penulis : Andi Juandi    |    Editor : Administrator
Ilustrasi. Sumber Foto: https://bit.ly/2JBuhRE
Ilustrasi. Sumber Foto: https://bit.ly/2JBuhRE
<p>Kandungan metanol atau alkohol industri yang terdapat dalam minuman keras (miras) oplosan dan telah banyak memakan korban jiwa belakangan ini, disebutkan bisa menyebabkan kebutaan permanen hingga kematian dalam waktu cukup singkat.</p><p>Berdasarkan makalah ilmiah dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) yang dikutip di Jakarta, Kamis (12/4), kerusakan berbagai organ tubuh akibat metanol bisa terjadi setelah enam hingga 30 jam pascaperiode laten berupa gejala keracunan metanol.</p><p>Pada umumnya, gejala keracunan metanol muncul 30 menit hingga dua jam setelah mengkonsumsi alkohol yang dioplos metanol. Gejala keracunan yang mula-mula timbul dapat berupa mual, muntah, rasa kantuk, vertigo, mabuk, gastritis, diare, sakit pada punggung dan lembab pada anggota gerak. Setelah itu, dalam periode enam hingga 30 jam penderitanya bisa mengalami gangguan penglihatan, kebutaan permanen, kejang, koma, gagal ginjal akut, hingga kematian.</p><p>BPOM menyebutkan miras oplosan merupakan minuman keras yang biasanya merupakan berbagai campuran zat. Di antaranya dicampur dengan metanol, alkohol teknis (dengan kadar etanol di atas 55 persen), obat-obatan, minuman bersoda, suplemen kesehatan, bahkan ada juga yang dicampur dengan bahan kimia.</p><p>Dari berbagai bahan tersebut, metanol salah satu bahan yang paling berbahaya. Metanol adalah alkohol industri yang dibuat secara sintesis dan biasanya tersedia dalam konsentrasi tinggi untuk keperluan industri. Metanol dengan senyawa kimia CH3OH banyak digunakan dalam cat, penghilang pernis, pelarut dalam industri, cairan mesin fotokopi, pembuatan formaldehid, aseton (pembersih cat kuku), metil derivat dan asam anorganik. Tanpa dicampur dengan zat lain, metanol sudah sangat berbahaya bagi kesehatan. (Ant)</p>
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Pileg 2019 | 20 Juli 2018 - 21:30 WIB

PKB: Menteri jadi caleg tidak ganggu kinerja kementerian

Sosbud | 20 Juli 2018 - 21:19 WIB

KPPPA: Anak cermin keberhasilan-kegagalan orang tua

Aktual Dalam Negeri | 20 Juli 2018 - 21:07 WIB

Kemenhub targetkan aturan angkutan online berlaku September

Pembangunan | 20 Juli 2018 - 20:44 WIB

Angkasa Pura tegaskan Terminal 4 Soetta bukan untuk LCC

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com