Minggu, 16 Desember 2018 | 23:32 WIB

Daftar | Login

MacroAd

0 /

Skandal kerahasiaan informasi di medsos

Pejabat sementara CEO Cambridge Analytica mundur mendadak

Senin, 00 0000 - 00:00 WIB    |    Penulis : Mario Vau    |    Editor : Administrator
Sumber foto: https://tcrn.ch/2ILwWam
Sumber foto: https://tcrn.ch/2ILwWam
<p>Dalam sebuah siaran pers, perusahaan konsultan politik Cambridge Analytica mengumumkan mundurnya pelaksana tugas Chief Executive Officernya. Hal ini merupakan pergantian posisi CEO dalam waktu kurang dari dua bulan, setelah terkuaknya skandal penyalahgunaan informasi oleh perusahaan tersebut menggunakan data yang dihimpun dari platform media sosial terpopuler di dunia, Facebook. </p><p>Cambridge Analytica mengumumkan bahwa pejabat sementara Direktur Utama, Alexander Tayler akan mengosongkan posisi itu dan kembali ke peran lamanya sebagai Chief Data Officer di perusahaan yang sama. Sebelumnya di penghujung bulan Maret, Dirut yang lama, Alexander Nix dibebastugaskan, seperti dilaporkan oleh situs teknologi informasi&nbsp;<i>Techcrunch</i>, usai sebuah pemberitaan dari hasil investigasi jurnalistik oleh <i>Channel 4 News</i> dari Inggris terkait penyalahgunaan informasi dan praktek-praktek tidak etis dari konsultan politik tersebut. </p><p>Meski belum ada pengumuman resmi, namun berdasarkan laporan dari The Wall Street Journal, diperkirakan bahwa posisi Dirut yang ditinggalkan akan diisi oleh Julian Wheatland, yang merupakan pimpinan dari SCL Group, yang merupakan perusahaan terafiliasi dengan Cambridge Analytica. </p><p>Sementara pendiri dan Dirut Facebook, Mark Zuckerberg tengah menghadapi secara sukarela Komisi&nbsp; Energi dan Persaingan Usaha dari Kongres AS. Di antara sejumlah kekhawatiran yang diangkat oleh para perwakilan legislatif yang duduk di komisi tersebut adalah jaminan kerahasiaan informasi pengguna Facebook, serta seberapa besar peran dari penyalahgunaan data Facebook dalam mempengaruhi pemilih jelang Pilpres 2016 yang berujung pada terpilihnya Donald Trump sebagai Presiden AS ke 45. Diperkirakan lebih dari 87 akun Facebook terkena dampak dari penyalahgunaan informasi yang berhasil dihimpun oleh perusahaan konsultan Cambridge Analytica melalui pihak ketiga. </p><p>Indonesia sendiri adalah termasuk dalam sepuluh besar negara yang pemilik akunnya berpotensi terkena dampak dari skandal ini dengan 1.1 juta akun yang dilaporkan terkena imbasnya. Pemerintah Indonesia, melalui Kementerian Komunikasi dan Informati telah mengeluarkan <a href="https://elshinta.com/news/142474/2018/04/11/kominfo-berikan-peringatan-tertulis-kedua-pada-facebook" target="_blank" rel="nofollow">sejumlah peringatan tertulis</a> kepada Facebook untuk memberikan penjelasan yang memadai. Selain itu, Polri sebagai otoritas yang berwenang juga telah berencana <a href="https://elshinta.com/news/142623/2018/04/12/polri-akan-panggil-facebook-pekan-ini" target="_blank" rel="nofollow">memanggil Facebook</a> untuk sejumlah klarifikasi. </p><p>Sebagian dari pemerintahan daerah tingkat I dan II akan memasuki <a href="https://elshinta.com/news/142145/2018/04/09/bawaslu-harapkan-partisipasi-masyarakat-dalam-pilkada-2018" target="_blank" rel="nofollow">pilkada</a> dalam waktu dekat di tahun ini yang sangat diharapkan partisipasi masyarakat oleh Bawaslu. Sementara tahun 2019 merupakan ajang perhelatan pesta akbar demokrasi, yaitu Pilpres 2019. Menjadi kepentingan nasional untuk mengetahui sejauh apa kemungkinan-kemungkinan yang dapat saja disalahgunakan pihak ketiga untuk mempengaruhi hasil daripada pemilihan tersebut. </p>
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Liga Indonesia | 16 Desember 2018 - 21:50 WIB

Persewar Papua tahan imbang Persik Kediri 1-1

Afrika | 16 Desember 2018 - 21:39 WIB

Dubes: Pasar Afrika capai Rp7.900 triliun

Aktual Dalam Negeri | 16 Desember 2018 - 21:25 WIB

Presiden minta aparat kemanan serius tangani pembalakan liar

Aktual Pemilu | 16 Desember 2018 - 21:12 WIB

KPU Bantul peroleh 70 kotak suara rusak

Kecelakaan | 16 Desember 2018 - 20:50 WIB

Anggota Polres Mojokerto tewas akibat kecelakaan

Otomotif | 16 Desember 2018 - 20:37 WIB

Perhatikan hal ini jika berkendara saat hujan

<p>Dalam sebuah siaran pers, perusahaan konsultan politik Cambridge Analytica mengumumkan mundurnya pelaksana tugas Chief Executive Officernya. Hal ini merupakan pergantian posisi CEO dalam waktu kurang dari dua bulan, setelah terkuaknya skandal penyalahgunaan informasi oleh perusahaan tersebut menggunakan data yang dihimpun dari platform media sosial terpopuler di dunia, Facebook. </p><p>Cambridge Analytica mengumumkan bahwa pejabat sementara Direktur Utama, Alexander Tayler akan mengosongkan posisi itu dan kembali ke peran lamanya sebagai Chief Data Officer di perusahaan yang sama. Sebelumnya di penghujung bulan Maret, Dirut yang lama, Alexander Nix dibebastugaskan, seperti dilaporkan oleh situs teknologi informasi&nbsp;<i>Techcrunch</i>, usai sebuah pemberitaan dari hasil investigasi jurnalistik oleh <i>Channel 4 News</i> dari Inggris terkait penyalahgunaan informasi dan praktek-praktek tidak etis dari konsultan politik tersebut. </p><p>Meski belum ada pengumuman resmi, namun berdasarkan laporan dari The Wall Street Journal, diperkirakan bahwa posisi Dirut yang ditinggalkan akan diisi oleh Julian Wheatland, yang merupakan pimpinan dari SCL Group, yang merupakan perusahaan terafiliasi dengan Cambridge Analytica. </p><p>Sementara pendiri dan Dirut Facebook, Mark Zuckerberg tengah menghadapi secara sukarela Komisi&nbsp; Energi dan Persaingan Usaha dari Kongres AS. Di antara sejumlah kekhawatiran yang diangkat oleh para perwakilan legislatif yang duduk di komisi tersebut adalah jaminan kerahasiaan informasi pengguna Facebook, serta seberapa besar peran dari penyalahgunaan data Facebook dalam mempengaruhi pemilih jelang Pilpres 2016 yang berujung pada terpilihnya Donald Trump sebagai Presiden AS ke 45. Diperkirakan lebih dari 87 akun Facebook terkena dampak dari penyalahgunaan informasi yang berhasil dihimpun oleh perusahaan konsultan Cambridge Analytica melalui pihak ketiga. </p><p>Indonesia sendiri adalah termasuk dalam sepuluh besar negara yang pemilik akunnya berpotensi terkena dampak dari skandal ini dengan 1.1 juta akun yang dilaporkan terkena imbasnya. Pemerintah Indonesia, melalui Kementerian Komunikasi dan Informati telah mengeluarkan <a href="https://elshinta.com/news/142474/2018/04/11/kominfo-berikan-peringatan-tertulis-kedua-pada-facebook" target="_blank" rel="nofollow">sejumlah peringatan tertulis</a> kepada Facebook untuk memberikan penjelasan yang memadai. Selain itu, Polri sebagai otoritas yang berwenang juga telah berencana <a href="https://elshinta.com/news/142623/2018/04/12/polri-akan-panggil-facebook-pekan-ini" target="_blank" rel="nofollow">memanggil Facebook</a> untuk sejumlah klarifikasi. </p><p>Sebagian dari pemerintahan daerah tingkat I dan II akan memasuki <a href="https://elshinta.com/news/142145/2018/04/09/bawaslu-harapkan-partisipasi-masyarakat-dalam-pilkada-2018" target="_blank" rel="nofollow">pilkada</a> dalam waktu dekat di tahun ini yang sangat diharapkan partisipasi masyarakat oleh Bawaslu. Sementara tahun 2019 merupakan ajang perhelatan pesta akbar demokrasi, yaitu Pilpres 2019. Menjadi kepentingan nasional untuk mengetahui sejauh apa kemungkinan-kemungkinan yang dapat saja disalahgunakan pihak ketiga untuk mempengaruhi hasil daripada pemilihan tersebut. </p>

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.

Minggu, 16 Desember 2018 - 16:13 WIB

Ini cara cegah kejahatan `SIM swap fraud` ala Bareskrim

Sabtu, 15 Desember 2018 - 21:27 WIB
Hari Menanam Nasional 2018

PKSM dan Pramuka bagikan 3.500 batang pohon kepada pengguna jalan

Sabtu, 15 Desember 2018 - 21:19 WIB

Disdukcapil Kotabaru memusnahkan ratusan KTP-el rusak

Jumat, 14 Desember 2018 - 17:56 WIB

Capres Jokowi dialog dengan pelaku usaha muda UKM

elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com