Sabtu, 21 April 2018

Menag:

Ganti rugi korban travel umroh tunggu keputusan pengadilan

Kamis, 12 April 2018 18:15

Istimewa. Foto: Diurnawan/Radio Elshinta Istimewa. Foto: Diurnawan/Radio Elshinta
Ayo berbagi!

Para korban biro trevel umroh di Indonesia masih harus bersabar. Karena ganti rugi baru bisa dilakukan setelah putusan pengadilan. 

Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin mengatakan dari putusan pengadilan, baru bisa diketahui berapa aset yang dimiliki oleh biro travel yang izinnya dicabut. "Dari jumlah aset itu, kita bisa menentukan berapa besaran yang akan diberikan kembali kepada para korban," kata Lukman di Kota Medan, Rabu (11/4), seperti dilaporkan Kontributor Elshinta Dirunawan.

Dia pun meminta agar masyarakat lebuh cermat memilih biro travel Haji dan umroh. Karena saat ini banyak biro travel yang bersaing harga untuk mendapat konsumen. Saat ini biaya referensi untuk umrah adalah Rp20 juta. "Jadi kalau ada yang menawarkan lebih murah, itu bukan malah harus diburu. Kita harus waspada kenapa semurah itu," katanya. 

Dia menuturkan, saat ini sudah 13 biro travel haji dan umroh yang dicabut izinnya karena terbukti melanggar hukum. Korbannya tak sedikit. Mencapai ratusan bahkan ribuan orang. 

Teranyar, biro Firs Travel dan Abu Tours masih hangat di pemberitaan media. Untuk First Travel sudah masuk ke pengadilan. Sedangkan Abu Tours sedang didalami kepolisian. 

Kementerian Agama mengajak masyarakat juga ikut melakukan pengawasan. Khususnya para calon jamaah haji dan Umroh. Kemenag tengah membahas langkah pencegahan terjadinya kasus serupa. "Kami akan melakukan pengawasan preventif, dengan membuat regulasi yang lebih ketat dan membangun Sistem Informasi Pengawasan Terpadu (Sipatuh) berbasis aplikasi online," pungkasnya. 

Penulis: Andi Juandi

Editor: Sigit Kurniawan.

Ikuti Twitter @ElshintaDotCom untuk mendapatkan seluruh Informasi terbaru dari Elshinta.
REDAKSI-AnJ

Mari Berbagi berita ini!

Info dari Anda

Komentar