Bersaksi di Kongres AS, CEO Facebook jadi pembicaraan warganet
Elshinta
Kamis, 12 April 2018 - 16:19 WIB | Penulis : Dody Handoko | Editor : Administrator
Bersaksi di Kongres AS, CEO Facebook jadi pembicaraan warganet
Sumber: Twitter

Untuk pertama kalinya, CEO Facebook Mark Zuckerberg tampil secara sukarela atas panggilan oleh Energy and Competition Committee  (komisi energy dan persaingan usaha) dari badan legislatif AS, Kongres pada hari Selasa (10/04) dan Rabu (11/04). Pada sejumlah kesempatan tersebut, pendiri media sosial terpopuler dunia dengan lebih dari 2 milyar pengguna itu meminta maaf atas kejadian yang menyebabkan sejumlah informasi pribadi sekitar 87 akun Facebook disalahgunakan oleh pihak ketiga.

Sementara Zuckerberg sibuk menghadapi rentetan pertanyaan dari sejumlah anggota dewan legistlatif AS itu, beberapa di antaranya nampak “gaptek”. Semisal Senator AS asal negara bagian Utah, Orrin Hatch. Dalam sesi tanya jawab pada hari pertama kesaksian itu, Hatch kebingungan memahami mengapa Facebook masih dapat berkomitmen untuk menyediakan layanan Facebook secara gratis. Ketika dikonfirmasi oleh Zuckerberg bahwa Facebook selalu akan menyediakan versi layanan secara gratis, Hatch bertanya, “Lalu saya tidak memahami bagaimana model bisnis Facebook dapat berkelanjutan apabila layanan yang anda berikan gratis?”

Dengan ekspresi agak kebingungan dan mata terbelalak, Zuckerberg menjawab bahwa iklan merupakan cara mempertahankan layanan secara cuma-cuma.

 

Sen. Hatch: "If [a version of Facebook will always be free], how do you sustain a business model in which users don't pay for your service?"
Mark Zuckerberg: "Senator, we run ads." https://t.co/CbFO899XlUpic.twitter.com/bGKWks7zIk

— CBS News (@CBSNews) April 10, 2018

 

Akan tetapi pembicaraan warganet di medsos nampaknya lebih menarik. Salah satu tema yang terus menerus dilempar oleh warganet adalah ketika sebagian menyadari adanya kemiripan ekspresi datar Mark Zuckerberg di dalam sesi tanya jawab dengan komisi congress, dengan Letnan Data (yang diperankan actor Brent Spiner) dari serial televisi Star Trek. Karakter Letnan Data adalah seorang cyborg, robot yang menyerupai manusia.

Yang menjadi lelucon kecil adalah persoalan yang menyebabkan Facebook menjadi sorotan, yaitu dugaan penyalahgunaan data informasi pengguna akun, sementara tokoh Data itu sendiri namanya memang terinspirasi dari kemahirannya memamerkan fakta bedasarkan sejumlah data, serta kemiripan ekspresi antar Zuckerber ketika menghadap komisi kongres AS dengan perilaku Letnan Data dalam serial televisi itu.

 

 

Mark Zuckerberg’s manner has always reminded me of someone, but I could never quite grasp hold of it.

Just now it hit me, watching him testify about data. pic.twitter.com/4Zs2eGlsHD

— Matthew Teague (@MatthewTeague) April 10, 2018

 

Penulis dan pemilik akun @MatthewTeague mencuit: "Gerak-gerik Mark Zuckerbeg selalu mengingatkan saya akan seseorang, namun hingga kini belum  ketahuan siapa. Bari sekarang saya menyadarinya, ketika dia bersaksi tentang data." 

Bahkan caranya meminum air pun disorot oleh sejumlah netizen. Gerakan terkesan mekanis yang diambil oleh Zuckerberg ketika minum dijadikan sejumlah meme oleh warganet.

 

 

Anyone who says Mark Zuckerberg isn’t a robot 🤖 explain THIS

Checkmate #Zuckerbergpic.twitter.com/jyeFpS78ja

— Mark Zuckerberg Memes (@ZuckerbergMemes) April 11, 2018

 

 

Ragam plesetan dan meme yang pada permukaan menghibur ini, menutup kekecewaan sejumlah pengguna Facebook yang merasa dimanfaatkan oleh platform media sosial populer ini untuk keuntungan komersial yang kurang mengindahkan kerahasiaan data pribadi mereka.

 

 

This meme took the idea right outta my head. You know everyone is thinking it. #Qanon 8chan #ZuckHearing#Zuckerberg robot #Zuckerberg memes pic.twitter.com/5RxaJjNktW

— WokeAF (@WokeAF78) April 12, 2018

 

 

Seperti diketahui, dari pengakuan Facebook sendiri setidaknya 87 juta akun pengguna Facebok diduga telah terkompromi dan rentan pada kemungkinan penyalahgunaan informasi oleh pihak ketiga, sebagaimana pernah dilakukan oleh konsultan politik Cambridge Analytica.

Meski telah mengambil sejumlah langkah, yang terutama dalam mengaudit akses data Facebook oleh pihak ketiga, dan berjanji untuk memberitahukan kepada pihak-pihak yang terkena dampak, namun seperti diakui COO Facebook sendiri, terdapat masalah kepercayaan dengan publik. Dalam wawancara di Today Show pada CNBC, Shery Sandberg yang merupakaan COO Facebook mengakui bahwa “Kami kira data tersebut telah dihapus dan seharusnya kami memastikannya.”

Kelalaian itu telah mengakibatkan sejumlah badan legislatif di sejumlah negara, termasuk Amerika Serikat, Inggris, Israel, Australia dan juga kini Indonesia untuk mengambil langkah-langkah guna memastikan seberapa besar – jika ada – dampak dari dugaan kebocoran data pribadi pengguna akun Facebook itu.

Tidak kurang dari Menteri Komunikasi dan Informatika, Rudiantara bahkan meminta warganet untuk “Puasa” dari Facebook sementara waktu. Dipastikan Polri akan memanggil Facebook untuk meminta sejumlah klarifikasi. 

 

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Tidak hanya memainkannya, Menkominfo dorong anak muda buat gim
Sabtu, 14 September 2019 - 11:15 WIB
Elshinta.com - Industri gim dan esports di Indonesia memiliki potensi yang besar. Untuk Menteri Komu...
Menkominfo: BJ Habibie menginspirasi konsep leapfrog
Kamis, 12 September 2019 - 08:58 WIB
Elshinta.com - Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Rudiantara mengakui bahwa konsep `l...
Gerakan Siberkreasi tumbuhkan produktivitas warganet Indonesia
Rabu, 11 September 2019 - 17:49 WIB
Elshinta.com - Gerakan Nasional Literasi Digital Siberkreasi merupakan gerakan sinergis yang mendor...
AMMDes ambulance feeder dan penjernih air dapat apresiasi Menkes
Selasa, 10 September 2019 - 10:43 WIB
Elshinta.com - Pengembangan Alat Mekanis Multiguna Pedesaan (AMMDes) mendapat apresiasi dari Kem...
Dongkrak ekonomi di era industri 4.0, RI makin `gercep`
Kamis, 05 September 2019 - 09:44 WIB
Elshinta.com - Pemerintah bertekad semakin gerak cepat (gercep) untuk memasuki era industri 4.0 me...
Menristekdikti sebut lima PTN akan berkolaborasi kembangkan mobil listrik
Selasa, 03 September 2019 - 21:24 WIB
Elshinta.com - Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Mohamad Nasir mengata...
Peringati HUT ke-1 MTCRC, RI-Korea gelar aksi bersih pantai Cirebon 
Selasa, 03 September 2019 - 20:57 WIB
Elshinta.com - Marine Technology Cooperation Research Center (MTCRC) merupakan lembaga riset intern...
Wapres-Menristekdikti resmikan sistem navigasi keselamatan transportasi BPPT
Kamis, 29 Agustus 2019 - 11:25 WIB
Elshinta.com - Wakil Presiden Indonesia Jusuf Kalla bersama Menteri Riset, Teknologi dan Pendidika...
Soal akar bajakah obat kanker, ini kata Kemenkes
Selasa, 27 Agustus 2019 - 10:14 WIB
Elshinta.com - Menteri Kesehatan (Menkes) Nila Moeloek mengatakan, untuk upaya pencegahan kanker, ...
Menkes apresiasi penelitian tanaman bajakah dan glukometer
Selasa, 27 Agustus 2019 - 09:15 WIB
Elshinta.com - Menteri Kesehatan (Menkes), Nila Moeloek mengapresiasi siswa periset muda asal SMA ...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV
InfodariAnda (IdA)

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined offset: 1

Filename: widget/infodarianda.php

Line Number: 24

Backtrace:

File: /home/cfi/web/www/html/elshinta.com/application/views/elshinta/widget/infodarianda.php
Line: 24
Function: _error_handler

File: /home/cfi/web/www/html/elshinta.com/application/views/elshinta/view_berita_detail.php
Line: 207
Function: include

File: /home/cfi/web/www/html/elshinta.com/application/libraries/Template.php
Line: 16
Function: view

File: /home/cfi/web/www/html/elshinta.com/application/controllers/Berita.php
Line: 144
Function: load

File: /home/cfi/web/www/html/elshinta.com/index.php
Line: 294
Function: require_once