Jumat, 20 April 2018

Bersaksi di Kongres AS, CEO Facebook jadi pembicaraan warganet

Kamis, 12 April 2018 16:19

Sumber: Twitter Sumber: Twitter
Ayo berbagi!

Untuk pertama kalinya, CEO Facebook Mark Zuckerberg tampil secara sukarela atas panggilan oleh Energy and Competition Committee  (komisi energy dan persaingan usaha) dari badan legislatif AS, Kongres pada hari Selasa (10/04) dan Rabu (11/04). Pada sejumlah kesempatan tersebut, pendiri media sosial terpopuler dunia dengan lebih dari 2 milyar pengguna itu meminta maaf atas kejadian yang menyebabkan sejumlah informasi pribadi sekitar 87 akun Facebook disalahgunakan oleh pihak ketiga.

Sementara Zuckerberg sibuk menghadapi rentetan pertanyaan dari sejumlah anggota dewan legistlatif AS itu, beberapa di antaranya nampak “gaptek”. Semisal Senator AS asal negara bagian Utah, Orrin Hatch. Dalam sesi tanya jawab pada hari pertama kesaksian itu, Hatch kebingungan memahami mengapa Facebook masih dapat berkomitmen untuk menyediakan layanan Facebook secara gratis. Ketika dikonfirmasi oleh Zuckerberg bahwa Facebook selalu akan menyediakan versi layanan secara gratis, Hatch bertanya, “Lalu saya tidak memahami bagaimana model bisnis Facebook dapat berkelanjutan apabila layanan yang anda berikan gratis?”

Dengan ekspresi agak kebingungan dan mata terbelalak, Zuckerberg menjawab bahwa iklan merupakan cara mempertahankan layanan secara cuma-cuma.

Akan tetapi pembicaraan warganet di medsos nampaknya lebih menarik. Salah satu tema yang terus menerus dilempar oleh warganet adalah ketika sebagian menyadari adanya kemiripan ekspresi datar Mark Zuckerberg di dalam sesi tanya jawab dengan komisi congress, dengan Letnan Data (yang diperankan actor Brent Spiner) dari serial televisi Star Trek. Karakter Letnan Data adalah seorang cyborg, robot yang menyerupai manusia.

Yang menjadi lelucon kecil adalah persoalan yang menyebabkan Facebook menjadi sorotan, yaitu dugaan penyalahgunaan data informasi pengguna akun, sementara tokoh Data itu sendiri namanya memang terinspirasi dari kemahirannya memamerkan fakta bedasarkan sejumlah data, serta kemiripan ekspresi antar Zuckerber ketika menghadap komisi kongres AS dengan perilaku Letnan Data dalam serial televisi itu.

Penulis dan pemilik akun @MatthewTeague mencuit: "Gerak-gerik Mark Zuckerbeg selalu mengingatkan saya akan seseorang, namun hingga kini belum  ketahuan siapa. Bari sekarang saya menyadarinya, ketika dia bersaksi tentang data." 

Bahkan caranya meminum air pun disorot oleh sejumlah netizen. Gerakan terkesan mekanis yang diambil oleh Zuckerberg ketika minum dijadikan sejumlah meme oleh warganet.

Ragam plesetan dan meme yang pada permukaan menghibur ini, menutup kekecewaan sejumlah pengguna Facebook yang merasa dimanfaatkan oleh platform media sosial populer ini untuk keuntungan komersial yang kurang mengindahkan kerahasiaan data pribadi mereka.

Seperti diketahui, dari pengakuan Facebook sendiri setidaknya 87 juta akun pengguna Facebok diduga telah terkompromi dan rentan pada kemungkinan penyalahgunaan informasi oleh pihak ketiga, sebagaimana pernah dilakukan oleh konsultan politik Cambridge Analytica.

Meski telah mengambil sejumlah langkah, yang terutama dalam mengaudit akses data Facebook oleh pihak ketiga, dan berjanji untuk memberitahukan kepada pihak-pihak yang terkena dampak, namun seperti diakui COO Facebook sendiri, terdapat masalah kepercayaan dengan publik. Dalam wawancara di Today Show pada CNBC, Shery Sandberg yang merupakaan COO Facebook mengakui bahwa “Kami kira data tersebut telah dihapus dan seharusnya kami memastikannya.”

Kelalaian itu telah mengakibatkan sejumlah badan legislatif di sejumlah negara, termasuk Amerika Serikat, Inggris, Israel, Australia dan juga kini Indonesia untuk mengambil langkah-langkah guna memastikan seberapa besar – jika ada – dampak dari dugaan kebocoran data pribadi pengguna akun Facebook itu.

Tidak kurang dari Menteri Komunikasi dan Informatika, Rudiantara bahkan meminta warganet untuk “Puasa” dari Facebook sementara waktu. Dipastikan Polri akan memanggil Facebook untuk meminta sejumlah klarifikasi. 

Ikuti Twitter @ElshintaDotCom untuk mendapatkan seluruh Informasi terbaru dari Elshinta.
REDAKSI-Ma

Mari Berbagi berita ini!

Info dari Anda

Komentar