Sabtu, 15 Desember 2018 | 15:13 WIB

Daftar | Login

MacroAd

0 /

Sebanyak 228 ribu pelanggan PLN mengadu

Senin, 00 0000 - 00:00 WIB    |    Penulis : Andi Juandi    |    Editor : Administrator
Sumber Foto: https://bit.ly/2GPuMKa
Sumber Foto: https://bit.ly/2GPuMKa
<p>Kepala Seksi Tarif Tenaga Listrik dan Subsidi Kementerian ESDM, David F Silalahi mengatakan sejak Januari - Maret 2018 sudah terdapat 228 ribu pelanggan PLN melakukan pengaduan melalui saluran aduan subsidi tepat sasaran yang disediakan.</p><p>"Pengaduan yang ada tersebut terkait kebijakan reformasi subsidi listrik tepat sasaran. Masyarakat atau pelanggan sebelumnya menerima subsidi kini dilakukan penataan. Berhubung mereka merasa tidak mampu dan pemerintah memberi ruang maka mereka melakukan aduan," ujarnya di Pontianak, Kamis (12/4).</p><p>Ia menjelaskan melalui mekanisme aduan layanan tepat sasaran yang teknisnya, data pelanggan dimasukkan oleh pihak kantor kecamatan sebagaimana wewenang yang telah diberikan siapapun yang merasa berhak mendapatkan subsidi bisa mengajukan. "Pemerintah tidak ingin yang berhak mendapatkan subsidi tidak mendapatkannya. Kalau ada kurang mampu dan ketika dari pendataan dulu ada yang keliru bisa meminta tinjau kembali. Kita tidak memungkiri bahwa saat pendataan ada yang tidak di rumah atau pindah rumah," jelas dia.</p><p>David menjelaskan dari aduan yang masuk dan berdasarkan verifikasi, sudah ada dikembalikan lagi haknya untuk mendapatkan subsidi. Selain mendapatkan subsidi kembali uang pembelian listrik non subsidi juga dikembalikan. "Ada 2,4 juta pelanggan yang dikembalikan lagi haknya. Dari pelanggan yang ada tersebut akibat terlanjur naik dari listrik yang dibelinya maka dikembalikan dengan total semua secara nasional sebesar Rp680 miliar," katanya.</p><p>Menurutnya, khusus untuk di Kalbar dari Januari - Maret 2018 ada sebanyak 1.600 aduan terkait program subsidi tepat sasaran tersebut. Sebanyak 875 pelanggan yang mengadu tersebut hak subsidinya sudah dikembalikan lagi. "Kita mendorong pemerintah daerah untuk mensosialisasikan kepada masyarakat terkait layanan aduan listrik susbsidi tepat sasaran. Kepada masyarakat jika merasa tidak mampu silahkan mengadu," jelasnya. (Ant)</p>
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Politik | 15 Desember 2018 - 15:09 WIB

SBY geram bendera Partai Demokrat dirobek dan dibuang

Aktual Pemilu | 15 Desember 2018 - 14:56 WIB

Lumajang lumbung suara Hanura Jatim 2019

Megapolitan | 15 Desember 2018 - 14:37 WIB

Satgas Saber Pungli temukan dugaan pungli di BUMN

Aktual Dalam Negeri | 15 Desember 2018 - 14:25 WIB

Menhan RI berkunjung ke Pekalongan

Sosbud | 15 Desember 2018 - 14:14 WIB

Ribuan santri di Kudus ikuti jalan sehat

<p>Kepala Seksi Tarif Tenaga Listrik dan Subsidi Kementerian ESDM, David F Silalahi mengatakan sejak Januari - Maret 2018 sudah terdapat 228 ribu pelanggan PLN melakukan pengaduan melalui saluran aduan subsidi tepat sasaran yang disediakan.</p><p>"Pengaduan yang ada tersebut terkait kebijakan reformasi subsidi listrik tepat sasaran. Masyarakat atau pelanggan sebelumnya menerima subsidi kini dilakukan penataan. Berhubung mereka merasa tidak mampu dan pemerintah memberi ruang maka mereka melakukan aduan," ujarnya di Pontianak, Kamis (12/4).</p><p>Ia menjelaskan melalui mekanisme aduan layanan tepat sasaran yang teknisnya, data pelanggan dimasukkan oleh pihak kantor kecamatan sebagaimana wewenang yang telah diberikan siapapun yang merasa berhak mendapatkan subsidi bisa mengajukan. "Pemerintah tidak ingin yang berhak mendapatkan subsidi tidak mendapatkannya. Kalau ada kurang mampu dan ketika dari pendataan dulu ada yang keliru bisa meminta tinjau kembali. Kita tidak memungkiri bahwa saat pendataan ada yang tidak di rumah atau pindah rumah," jelas dia.</p><p>David menjelaskan dari aduan yang masuk dan berdasarkan verifikasi, sudah ada dikembalikan lagi haknya untuk mendapatkan subsidi. Selain mendapatkan subsidi kembali uang pembelian listrik non subsidi juga dikembalikan. "Ada 2,4 juta pelanggan yang dikembalikan lagi haknya. Dari pelanggan yang ada tersebut akibat terlanjur naik dari listrik yang dibelinya maka dikembalikan dengan total semua secara nasional sebesar Rp680 miliar," katanya.</p><p>Menurutnya, khusus untuk di Kalbar dari Januari - Maret 2018 ada sebanyak 1.600 aduan terkait program subsidi tepat sasaran tersebut. Sebanyak 875 pelanggan yang mengadu tersebut hak subsidinya sudah dikembalikan lagi. "Kita mendorong pemerintah daerah untuk mensosialisasikan kepada masyarakat terkait layanan aduan listrik susbsidi tepat sasaran. Kepada masyarakat jika merasa tidak mampu silahkan mengadu," jelasnya. (Ant)</p>

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.

Jumat, 14 Desember 2018 - 17:56 WIB

Capres Jokowi dialog dengan pelaku usaha muda UKM

Kamis, 13 Desember 2018 - 10:51 WIB

KPK panggil Bupati Jepara terkait kasus suap

Rabu, 12 Desember 2018 - 06:25 WIB

Mantan diplomat Kanada dikabarkan ditahan di China

elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com