Jumat, 20 April 2018

ACT distribusikan roti untuk warga Suriah

Kamis, 12 April 2018 17:37

Foto: Istimewa. Foto: Istimewa.
Ayo berbagi!

Siang itu, puluhan orang tampak memadati sebuah bangunan di Hazano, sebuah perkampungan yang masuk wilayah Idlib, Suriah. Lelaki, wanita, dan anak-anak nampak berdiri mengantre di depan bangunan tersebut. Sementara itu, di ujung depan antrean, terlihat beberapa beberapa orang yang tengah membawa setumpuk khobz, roti bundar pipih yang menjadi panganan pokok warga Suriah. Beberapa anak terlihat tergopoh-gopoh membawa tumpukan roti berdiameter 25 sentimeter tersebut.

Hari itu, Selasa (10/4), proses pendistribusian paket-paket khobz untuk para pengungsi Suriah tengah berlangsung. Setiap hari, roti-roti ini menjadi santapan utama para pengungsi Suriah asal Ghouta yang baru berada di Idlib. Semua merupakan sumbangsih masyarakat Indonesia yang disalurkan melalui program pabrik roti gagasan Aksi Cepat Tanggap (ACT).

Dalam rilisnya yang diterima redaksi elshinta.com, Kamis (12/4) disebutkan, selain Hazano, pendistribusian bantuan pangan berupa roti juga dilakukan di Killi, sebuah desa yang hanya berjarak satu mil di sebelah timur laut Hazano. Sebagaimana di Hazano, proses distribusi paket-paket roti di Killi juga dipadati oleh para penerima manfaat yang terdiri dari para pengungsi yang baru saja tiba dari Ghouta Timur maupun para pengungsi yang sudah tiba terlebih dahulu.

Bekerja sama dengan pabrik roti di lokal di Turki, program pabrik roti ACT memproduksi hingga 2.400 potong khobz tiap harinya. Dari Reyhanli, kota di dekat perbatasan Suriah tempat pabrik roti berada, paket-paket ini dibawa masuk ke Idlib melalui gerbang Cilvegozu dengan mengantongi izin dari otoritas Turki maupun Suriah.

Selain kepada para pengungsi di Idlib, paket-paket roti ini juga dibagikan kepada para pengungsi yang tinggal di kamp pengungsian maupun flat yang terletak di perbatasan Turki dan Suriah.

Kehadiran program pabrik roti ACT ini sangat berharga bagi para pengungsi Suriah. Di tengah krisis kemanusiaan yang telah berkecamuk selama bertahun-tahun, di mana para korban perang harus hidup di pengungsian dengan kondisi kekurangan bahan makanan, bantuan makanan berupa paket-paket khobz ini dapat membantu mereka untuk bertahan hidup.

Imad Muhammad al-Zayn, salah satu penerima bantuan paket roti asal Madira, Ghouta timur, mengaku bahwa dirinya sangat berterima kasih atas bantuan roti yang ia terima setiap hari. “Alhamdulillah, saya suka sekali rotinya. Terima kasih Indonesia, semoga Allah membalas dengan kebaikan,” katanya.

Ikuti Twitter @ElshintaDotCom untuk mendapatkan seluruh Informasi terbaru dari Elshinta.
REDAKSI-SiK

Mari Berbagi berita ini!

Info dari Anda

Komentar