Sabtu, 21 Juli 2018 | 14:38 WIB

Daftar | Login

banner kuping banner kuping
Macro Ad

/

Orang cenderung cari jalan pintas atasi gejala darah tinggi

Tujuan #3: Kehidupan sehat dan sejahtera

Senin, 00 0000 - 00:00 WIB    |    Penulis : Mario Vau    |    Editor : Administrator
Sumber foto: https://bit.ly/2JGwOtM
Sumber foto: https://bit.ly/2JGwOtM
<p>Sebuah penelitian menunjukkan bahwa ketika diberikan pilihan, orang masih cenderung mencari jalan pintas dengan mengkonsumsi obat atau minuman teh tertentu ketimbang beraktivitas fisik. Bahkan jika berolahraga dapat memperpanjang usia hingga lima tahun, sejumlah orang masih ada yang menolaknya. </p><p>Adalah penelitian yang dilakukan oleh <i>Yale University</i> menemukan bahwa satu dari 14 orang tidak akan berolahraga demi menurunkan tekanan darahnya untuk memperoleh harapan hidup lebih lama, seperti dlansir dari <i>The Daily Telegraph</i>. Menurut survei ini, hanya keharusan disuntik sebulan sekali yang nampak lebih tidak menarik ketimbang olahraga regular, dalam mengatasi tekanan darah tinggi. </p><p>Tekanan darah adalah kondisi yang sedemikian kerap mengakibatkan kematian mendadak sehingga diberi julukan <i>the silent killer</i> (si pembunuh senyap),  dan diperkirakan menjadi penyebab hingga separuh dari serangan jantung dan stroke yang menimpa penderitanya. Padahal, kemungkinan tersebut dapat dihindari atau dikurangi kemungkinannya dengan olahraga rutin. </p><p>Survei sejenis yang dilakukan sejumlah dokter spesialis jantung ini melibatkan 1384 lelaki dan perempuan yang ditanyakan keinginannya untuk mengadopsi empat pilihan gaya hidup untuk memperpanjang hidup dari sebulan, satu tahun hingga lima tahun. Sebagian besar responden berusia di bawah 45 tahun namun menderita gejala penyakit darah tinggi. </p><p>Dari hasil survey, mengkonsumsi obat-obatan menjadi pilihan pertama, diikuti oleh meminum the, kemudian olahraga rutin lalu disuntik berkala setiap bulan atau dua kali setahun di posisi terakhir. </p><p>Sebanyak 79 persen responden bersedia mengkonsumsi obat-obatan apabila dapat memperpanjang hidup satu bulan, 90 persen untuk satu tahun hidup ekstra dan 96 persen untuk hidup lima tahun lebih lama. </p><p>Sedangkan mengkonsumi teh yang dikenal kaya zat antioksidan menjadi pilihan bagi 78 persen, 91 persen dan 96 persen untuk harapan hidup satu bulan, setahun dan lima tahun lebih lama. </p><p>Angka tersebut langsung terjun bebas, ketika olahraga menjadi pilihan mengatasi tekanan darah tinggi, yaitu 63 persen, 84 persen dan 96 persen  secara berturut-turut satu bulan, setahun dan lima tahun. </p><p>Hanya suntikan bulanan yang lebih tidak menarik dengan sebanyak 51, 74 dan 88 persen yang bersedia disuntik supaya hidup lebih lama 1, 12 bulan dan lima tahun; sementara suntikan setiap enam bulan lebih menarik dibanding bulanan dengan 68, 85 dan 93 persen untuk 1, 12 bulan dan lima tahun hidup. </p><p>Tekanan darah yang dianggap dalam kisaran normal adalah apabila lebih dari 90/60 mm Hg dan kurang dari 120/80. Apapbila berada di kisaran antara 120/80 dan 140/90 masih dalam ambang batas normal, namun sebaiknya anda berupaya menurunkannya. </p><p>Untuk mereka yang memiliki tekanan darah di atas 140/90  atau lebih dalam period sejumlah pekan, maka maka sebaiknya anda mengelola gaya hidup dengan lebih baik: berolahraga rutin, setidaknya 30 menit sehari dan mengurangi asupan makanan asin yang dapat menyebabkan peningkatan tekanan darah. </p><p> </p><p> </p>
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Kecelakaan | 21 Juli 2018 - 14:12 WIB

5 tewas, 1 kritis akibat kecelakaan di Tol Cipali

Hobby | 21 Juli 2018 - 13:56 WIB

Tren pecinta burung berkicau meningkat di Indonesia

Aktual Dalam Negeri | 21 Juli 2018 - 13:38 WIB

Hadia Daeng Saming, jemaah kedua asal Indonesia wafat di Tanah Suci

Formula 1 | 21 Juli 2018 - 13:14 WIB

Verstappen tercepat dalam sesi latihan di GP Jerman

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com