Sabtu, 15 Desember 2018 | 15:11 WIB

Daftar | Login

MacroAd

0 /

Penderita DBD di Mukomuko bertambah

Senin, 00 0000 - 00:00 WIB    |    Penulis : Andi Juandi    |    Editor : Administrator
ilustrasi. Foto: Elshinta.com
ilustrasi. Foto: Elshinta.com
<p>Penderita demam berdarah dengue (DBD) di Kabupaten Mukomuko, Provinsi Bengkulu, hingga pertengahan bulan April 2018 sebanyak 44 kasus, atau bertambah dibandingkan dengan bulan Maret tahun ini sebanyak 25 kasus.</p><p>"Jumlah penderita DBD di daerah ini lebih banyak dibandingkan bulan Januari hingga April tahun 2017 sebanyak 28 kasus," kata Petugas Monitoring dan Evaluasi Global Fund (GF) Dinas Kesehatan Kabupaten Mukomuko Ruli Herlindo di Mukomuko, Kamis (12/4).</p><p>Ia menyatakan jumlah penderita DBD di daerah itu terutama di Desa Semundam mengalami peningkatan diduga karena penyakit itu datang dari daerah lain.</p><p>Ia menjelaskan, ada sejumlah warga di Desa Semundam, Kecamatan Ipuh ke Kota Bengkulu, kemudian pulang lagi ke daerah itu jatuh sakit karena DBD dari Kota Bengkulu.&nbsp;Selain itu, katanya, karena faktor lingkungan di pemukiman penduduk di daerah itu yang tidak bersih. Karena kurannya kesadaran masyarakat menjaga kebersihan lingkungan.</p><p>Ia menyatakan, instansi itu telah melakukan fogging fokus atau pengasapan di 44 lokasi yang ditemukan kasus DBD, guna mencegah penyebaran penyakit ini.&nbsp;Petugas instansinya, katanya, melakukan kegiatan pengasapan untuk membunuh nyamuk Aedes aegeypti yang menjadi penyebab penyakit DBD.</p><p>Selain itu, ia mengatakan, instansinya rutin melakukan sosialisasi tentang bahaya DBD dan cara menghindarinya kepada masyarakat setempat.&nbsp;Ia minta, masyarakat yang terkena penyakit DBD segera berobat ke puskesmas terdekat agar cepat ditangani. Puskesmas setempat siap memberikan bantuan kepada penderita penyakit DBD.&nbsp;Karena faktor kematian akibat penyakit ini karena keterlambatan dalam penanganan pasien. (Ant)</p>
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Politik | 15 Desember 2018 - 15:09 WIB

SBY geram bendera Partai Demokrat dirobek dan dibuang

Aktual Pemilu | 15 Desember 2018 - 14:56 WIB

Lumajang lumbung suara Hanura Jatim 2019

Megapolitan | 15 Desember 2018 - 14:37 WIB

Satgas Saber Pungli temukan dugaan pungli di BUMN

Aktual Dalam Negeri | 15 Desember 2018 - 14:25 WIB

Menhan RI berkunjung ke Pekalongan

Sosbud | 15 Desember 2018 - 14:14 WIB

Ribuan santri di Kudus ikuti jalan sehat

<p>Penderita demam berdarah dengue (DBD) di Kabupaten Mukomuko, Provinsi Bengkulu, hingga pertengahan bulan April 2018 sebanyak 44 kasus, atau bertambah dibandingkan dengan bulan Maret tahun ini sebanyak 25 kasus.</p><p>"Jumlah penderita DBD di daerah ini lebih banyak dibandingkan bulan Januari hingga April tahun 2017 sebanyak 28 kasus," kata Petugas Monitoring dan Evaluasi Global Fund (GF) Dinas Kesehatan Kabupaten Mukomuko Ruli Herlindo di Mukomuko, Kamis (12/4).</p><p>Ia menyatakan jumlah penderita DBD di daerah itu terutama di Desa Semundam mengalami peningkatan diduga karena penyakit itu datang dari daerah lain.</p><p>Ia menjelaskan, ada sejumlah warga di Desa Semundam, Kecamatan Ipuh ke Kota Bengkulu, kemudian pulang lagi ke daerah itu jatuh sakit karena DBD dari Kota Bengkulu.&nbsp;Selain itu, katanya, karena faktor lingkungan di pemukiman penduduk di daerah itu yang tidak bersih. Karena kurannya kesadaran masyarakat menjaga kebersihan lingkungan.</p><p>Ia menyatakan, instansi itu telah melakukan fogging fokus atau pengasapan di 44 lokasi yang ditemukan kasus DBD, guna mencegah penyebaran penyakit ini.&nbsp;Petugas instansinya, katanya, melakukan kegiatan pengasapan untuk membunuh nyamuk Aedes aegeypti yang menjadi penyebab penyakit DBD.</p><p>Selain itu, ia mengatakan, instansinya rutin melakukan sosialisasi tentang bahaya DBD dan cara menghindarinya kepada masyarakat setempat.&nbsp;Ia minta, masyarakat yang terkena penyakit DBD segera berobat ke puskesmas terdekat agar cepat ditangani. Puskesmas setempat siap memberikan bantuan kepada penderita penyakit DBD.&nbsp;Karena faktor kematian akibat penyakit ini karena keterlambatan dalam penanganan pasien. (Ant)</p>

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.

Jumat, 14 Desember 2018 - 17:56 WIB

Capres Jokowi dialog dengan pelaku usaha muda UKM

Kamis, 13 Desember 2018 - 10:51 WIB

KPK panggil Bupati Jepara terkait kasus suap

Rabu, 12 Desember 2018 - 06:25 WIB

Mantan diplomat Kanada dikabarkan ditahan di China

elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com