Kemristekdikti: Sistem penilaian baru SBMPTN hasil kajian
Kamis, 12 April 2018 - 21:12 WIB | Penulis : | Editor : Administrator
Sumber Foto: https://bit.ly/2EFGOQk

Direktur Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan (Belmawa) Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemristekdikti) Intan Ahmad mengatakan sistem penilaian baru Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) merupakan hasil kajian yang mendalam.

"Ini sudah mengikuti kajian yang mendalam dan oleh ahli dan itu sesuatu yang dilakukan oleh negara maju agar seleksi mahasiswa menjadi lebih adil," ujar Intan di Jakarta, Kamis (12/4).

Menurut dia, dengan sistem penilaian baru tersebut, jika menjawab salah dan tidak menjawab maka nilainya nol lebih adil dibandingkan sistem plus dan minus.

Intan memberi contoh jika perguruan tinggi hanya menerima 200 orang, jika menggunakan sistem penilaian baru akan lebih mudah menentukan siapa yang berhak untuk masuk ke perguruan tinggi negeri tersebut. "Dengan model penilaian baru tersebut, lebih mudah membedakan dan bisa melihat dengan tajam kemampuan calon mahasiswa satu dengan yang lainnya." Intan menjelaskan sistem penilaian baru tersebut merupakan bagian dari perbaikan terus-menerus yang dilakukan oleh panitia pusat SBMPTN.

Panitia Pusat SBMPTN mengganti metode penilaian pada SBMPTN 2018 dengan tidak hanya memperhitungkan jumlah soal yang dijawab dengan benar dan salah oleh peserta, tetapi juga memperhitungkan karakteristik setiap soal khususnya tingkat kesulitan dan sensitivitasnya dalam membedakan kemampuan peserta. Metode penilaian oleh panitia pusat dilakukan melalui tiga tahap. Tahap pertama, seluruh jawaban peserta SBMPTN 2018 akan diproses dengan memberi skor stau pada setiap jawaban yang benar dan nol untuk setiap jawaan yang salah atau tidak dijawab.

Tahap dua dengan menggunakan Teori Response Butir, maka setiap soal akan dianalisis karakteristiknya, di antaranya adalah tingkat kesulitan relatifnya terhadap soal yang lain, dengan mendasarkan pada pola respon jawaban seluruh peserta tes 2018. Tahap ketiga adalah karakteristik soal yang diperoleh pada tahap dua, kemudian digunakan untuk menghitung skor setiap peserta. Soal-soal sulit akan mendapatkan bobot lebih tinggi dibanding soal yang lebih mudah. Tahap-tahap penghitungan skor dilakukan oleh tim yang memiliki kompetensi dibidang pengujian, pengukuran dan penilaian. (Ant)

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Rabu, 24 April 2019 - 13:25 WIB
Elshinta.com - Yayasan Dharma Karya menampilkan  konten-konten tradisional dalam bentuk se...
Selasa, 23 April 2019 - 19:12 WIB
Elshinta.com - Hari pertama pelaksanaan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) di SMPN 23...
Selasa, 23 April 2019 - 18:46 WIB
Elshinta.com - Dewan Pendidikan Kota Kediri melakukan pemantauan pelaksanaan ujian bagi si...
Selasa, 23 April 2019 - 15:47 WIB
Elshinta.com - Secara bertahap, Pemerintah Daerah (Pemda) Kota Cirebon akan membantu sekol...
Selasa, 23 April 2019 - 09:11 WIB
Elshinta.com - Hari kedua Ujian Sekolah Berstandar Nasional (USBN) dengan mata pelajaran M...
Senin, 22 April 2019 - 20:39 WIB
Elshinta.com - Sebanyak 14.404 peserta Ujian Nasional (UN) dari 49 SMP dan 65 Madrasah Tsa...
Senin, 22 April 2019 - 19:36 WIB
Elshinta.com - Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy mengatakan s...
Senin, 22 April 2019 - 16:16 WIB
Elshinta.com - Sebanyak 200 siswa SMPN 1 Kota Bengkulu yang mengikuti Ujian Nasional Berba...
Senin, 22 April 2019 - 15:55 WIB
Elshinta.com - Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy mengatakan U...
Senin, 22 April 2019 - 15:46 WIB
Elshinta.com - Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy meminta sisw...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV
InfodariAnda (IdA)