Senin, 17 Desember 2018 | 01:47 WIB

Daftar | Login

MacroAd

0 /

73,5 hektare tambak di Penajam tercemar tumpahan minyak

Senin, 00 0000 - 00:00 WIB    |    Penulis : Andi Juandi    |    Editor : Administrator
Sumber Foto: https://bit.ly/2qoVf7c
Sumber Foto: https://bit.ly/2qoVf7c
<p>Tumpahan minyak mentah di perairan Teluk Balikpapan telah mencemari lebih kurang 73,5 hektare tambak di Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, kata Kepala Bidang Perikanan Tangkap dan Perizinan Dinas Perikanan setempat, Mulyono.</p><p>"Tambak itu berupa budidaya udang dan bandeng milik 12 warga Kabupaten Penajam Paser Utara," ujar Mulyono ketika ditemui Antara di Penajam, Kamis (12/4).</p><p>Data sementara Dinas Perikanan Kabupaten Penajam Paser Utara juga mencatat sekitar 123 kolam milik 12 warga, serta lima petak karamba tancap dan 17.000 bibit tanaman bakau (mangrove) di wilayah Penajam Paser Utara juga terdampak tumpahan minyak mentah di Teluk Balikpapan tersebut. "Satu unit bagang serta sedikitnya 630 alat tangkap milik nelayan di Kabupaten Penajam Paser Utara rusak tercemar tumpahan minyak mentah itu," ucap Mulyono.</p><p>Sedangkan nelayan Kabupaten Penajam Paser Utara yang terdampak kebocoran pipa penyalur minyak mentah milik Pertamina di kawasan RT 04 Kelurahan Nenang tercatat sementara sebanyak 19 orang, termasuk 116 unit alat tangkap jenis bubu rusak terdampak bocornya pipa minyak tersebut. </p><p>Untuk mengumpulkan data kerugian dampak bencana pencemaran minyak mentah, Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara membentuk dua tim terpadu lintas instansi dan personel. "Tim terpadu itu, bertugas mendata dan merekapitulasi, serta melakukan investigasi korban yang terdampak pencemaran minyak mentah milik Pertamina," jelas Sekretaris Kabupaten Penajam Paser Utara Tohar, ketika ditemui terpisah.</p><p>Pendataan tersebut lanjut Tohar, dilakukan terhadap korban terdampak tumpahan minyak mentah di Teluk Balikpapan, serta kebocoran pipa penyalur minyak mentah di kawasan RT 04 Kelurahan Nenang, Kecamatan Penajam. Tim terpadu yang beranggotakan Dinas Perikanan, Dinas Lingkungan Hidup, pejabat kewilayahan, RT serta Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) itu diberi waktu satu pekan untuk mendata jumlah korban terdampak pencemaran minyak mentah di sektor perikanan maupun lingkungan.</p><p>Sementara PT Pertamina (Pesero) menyatakan, siap memberikan ganti rugi atas pencemaran yang terjadi akibat tumpahan minyak mentah di teluk Balikpapan, serta kobocoran pipa penyalur minyak mentah di kawasan RT 04 Kelurahan Nenang, Kecamatan Penajam tersebut. Pemberian ganti rugi mengacu pada data kerugian yang dapat dipercaya, sebab dana ganti rugi atas pencemaran minyak mentah yang dikeluarkan PT Pertamina (Pesero) itu akan diaudit dan bisa dipertanggungjawabkan. (Ant)</p>
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Liga Indonesia | 16 Desember 2018 - 21:50 WIB

Persewar Papua tahan imbang Persik Kediri 1-1

Afrika | 16 Desember 2018 - 21:39 WIB

Dubes: Pasar Afrika capai Rp7.900 triliun

Aktual Dalam Negeri | 16 Desember 2018 - 21:25 WIB

Presiden minta aparat kemanan serius tangani pembalakan liar

Aktual Pemilu | 16 Desember 2018 - 21:12 WIB

KPU Bantul peroleh 70 kotak suara rusak

Kecelakaan | 16 Desember 2018 - 20:50 WIB

Anggota Polres Mojokerto tewas akibat kecelakaan

Otomotif | 16 Desember 2018 - 20:37 WIB

Perhatikan hal ini jika berkendara saat hujan

<p>Tumpahan minyak mentah di perairan Teluk Balikpapan telah mencemari lebih kurang 73,5 hektare tambak di Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, kata Kepala Bidang Perikanan Tangkap dan Perizinan Dinas Perikanan setempat, Mulyono.</p><p>"Tambak itu berupa budidaya udang dan bandeng milik 12 warga Kabupaten Penajam Paser Utara," ujar Mulyono ketika ditemui Antara di Penajam, Kamis (12/4).</p><p>Data sementara Dinas Perikanan Kabupaten Penajam Paser Utara juga mencatat sekitar 123 kolam milik 12 warga, serta lima petak karamba tancap dan 17.000 bibit tanaman bakau (mangrove) di wilayah Penajam Paser Utara juga terdampak tumpahan minyak mentah di Teluk Balikpapan tersebut. "Satu unit bagang serta sedikitnya 630 alat tangkap milik nelayan di Kabupaten Penajam Paser Utara rusak tercemar tumpahan minyak mentah itu," ucap Mulyono.</p><p>Sedangkan nelayan Kabupaten Penajam Paser Utara yang terdampak kebocoran pipa penyalur minyak mentah milik Pertamina di kawasan RT 04 Kelurahan Nenang tercatat sementara sebanyak 19 orang, termasuk 116 unit alat tangkap jenis bubu rusak terdampak bocornya pipa minyak tersebut. </p><p>Untuk mengumpulkan data kerugian dampak bencana pencemaran minyak mentah, Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara membentuk dua tim terpadu lintas instansi dan personel. "Tim terpadu itu, bertugas mendata dan merekapitulasi, serta melakukan investigasi korban yang terdampak pencemaran minyak mentah milik Pertamina," jelas Sekretaris Kabupaten Penajam Paser Utara Tohar, ketika ditemui terpisah.</p><p>Pendataan tersebut lanjut Tohar, dilakukan terhadap korban terdampak tumpahan minyak mentah di Teluk Balikpapan, serta kebocoran pipa penyalur minyak mentah di kawasan RT 04 Kelurahan Nenang, Kecamatan Penajam. Tim terpadu yang beranggotakan Dinas Perikanan, Dinas Lingkungan Hidup, pejabat kewilayahan, RT serta Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) itu diberi waktu satu pekan untuk mendata jumlah korban terdampak pencemaran minyak mentah di sektor perikanan maupun lingkungan.</p><p>Sementara PT Pertamina (Pesero) menyatakan, siap memberikan ganti rugi atas pencemaran yang terjadi akibat tumpahan minyak mentah di teluk Balikpapan, serta kobocoran pipa penyalur minyak mentah di kawasan RT 04 Kelurahan Nenang, Kecamatan Penajam tersebut. Pemberian ganti rugi mengacu pada data kerugian yang dapat dipercaya, sebab dana ganti rugi atas pencemaran minyak mentah yang dikeluarkan PT Pertamina (Pesero) itu akan diaudit dan bisa dipertanggungjawabkan. (Ant)</p>

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.

Minggu, 16 Desember 2018 - 16:13 WIB

Ini cara cegah kejahatan `SIM swap fraud` ala Bareskrim

Sabtu, 15 Desember 2018 - 21:27 WIB
Hari Menanam Nasional 2018

PKSM dan Pramuka bagikan 3.500 batang pohon kepada pengguna jalan

Sabtu, 15 Desember 2018 - 21:19 WIB

Disdukcapil Kotabaru memusnahkan ratusan KTP-el rusak

Jumat, 14 Desember 2018 - 17:56 WIB

Capres Jokowi dialog dengan pelaku usaha muda UKM

elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com