Kurang tidur mungkin tingkatkan risiko Alzheimer
Kamis, 12 April 2018 - 21:44 WIB | Penulis : | Editor : Administrator
Ilustrasi. Sumber Foto: https://health.clevelandclinic.org/wp-content/uploads/sites/3/2013/01/iStock_000054327644_Small.jpg

Kurang tidur bisa meningkatkan risiko terkena penyakit Alzheimer. Sebuah penelitian yang melibatkan 20 orang yang kurang tidur menemukan bahwa kondisi itu meningkatkan protein beta-amyloid di salah satu bagian otak hingga lima persen.

Orang yang lumayan pikun memiliki 21 persen beta-amyloid lebih banyak di otak mereka dibandingkan lansia sehat lain, sementara penderita Alzheimer punya 43 persen lebih banyak.

Tidur bisa membersihkan beta-amyloid yang bisa menumpuk dan menghalangi jalan penting untuk daya ingat di otak seperti dilansir Daily Mail. Meski demikian belum jelas apakah dampak kurang tidur sehari berlangsung untuk jangka panjang atau hanya keesokan harinya.

Ketua penelitian, Dr Ehsan Shokri-Kojori, dari National Institutes of Health in Maryland, mengatakan: “Meningkatnya beta-amyloid di otak orang yang kurang tidur sepertinya merupakan proses yang merugikan. Prediksi yang memungkinkan berdasarkan hasil ini adalah kebiasaan tidur buruk menciptakan risiko penyakit Alzheimer. “

Para peneliti mengamati efek kurang tidur para 20 orang bertubuh sehat berusia antara 22 dan 72 selama dua malam. Ada yang diperbolehkan tidur mulai pukul 10 malam hingga 7 pagi, sisanya begadang. Otak mereka kemudian dipindai untuk menunjukkan peningkatan beta-amyloid secara signifikan di dua bagian otak yang rentan terdampak pada pasien Alzheimer.

Hippocampus berperan penting untuk daya ingat, sementara thalamus berperan sebagai pusat penyampaian untuk sinyal saraf motor dan sensori. Setelah begadang, kelompok yang kurang tidur memiliki beta-amyloid lima persen lebih banyak, seperti dimuat di jurnal Proceedings of the National Academy of Sciences. Peneliti percaya tidur sepertinya punya peran penting dalam sistem “pembuangan sampah” alami yang membersihkan bahan yang mengancam tubuh, termasuk membuang amyloid-beta dari otak. (Ant)

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Rabu, 24 April 2019 - 19:09 WIB
Elshinta.com - Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan (BBPOM) Padang, Sumatera Barat (Sumbar) ...
Minggu, 14 April 2019 - 13:13 WIB
Elshinta.com - Seorang spesialis penyakit retina dan direktur Ophthalmic Research at the L...
Jumat, 12 April 2019 - 16:14 WIB
Elshinta.com - Perbaikan gizi adalah salah satu upaya nyata untuk mengakhiri kemiskinan di Indo...
Kamis, 11 April 2019 - 19:58 WIB
Elshinta.com - Pemerintah kabupaten Kudus Jawa Tengah meluncurkan layanan kegawatdaruratan dan ...
Selasa, 09 April 2019 - 14:16 WIB
Elshinta.com - Indonesia perlu meningkatkan kewaspadaan masyarakat terhadap ancaman penyak...
Senin, 08 April 2019 - 13:49 WIB
Elshinta.com - Sebuah studi para peneliti Jepang menyatakan jika Anda sering buang air kec...
Sabtu, 06 April 2019 - 17:16 WIB
Elshinta.com - Dokter spesialis anak Dr Setia Budi Salekede Sp.A(K) mengatakan penyakit in...
Sabtu, 30 Maret 2019 - 20:16 WIB
Elshinta.com -Pasien kanker punya risiko merasakan sakit fisik lebih tinggi karena menanggung b...
Sabtu, 30 Maret 2019 - 15:19 WIB
Elshinta.com -Sebanyak 150 anak Sekolah Dasar dibersihkan telinganya di Rumah Sakit Umum Daerah...
Rabu, 27 Maret 2019 - 17:18 WIB
Elshinta.com -Ahli dermatologi dari Perhimpunan Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin (PERDOSKI) J...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV
InfodariAnda (IdA)