Sabtu, 15 Desember 2018 | 22:13 WIB

Daftar | Login

MacroAd

0 /

Bangun Trauma Center

RS Mardi Rahayu Kudus jadi rujukan kasus trauma di Pantura Timur

Senin, 00 0000 - 00:00 WIB    |    Penulis : Andi Juandi    |    Editor : Administrator
Istimewa. Foto: Sutini/Radio Elshinta
Istimewa. Foto: Sutini/Radio Elshinta
<p>Banyaknya kasus trauma yang tidak tertangani dengan baik, sehingga menimbulkan kecacatan maupun komplikasi pada pasien membuat Rumah Sakit (RS) Mardi Rahayu Kudus, Jawa Tengah melakukan launching Trauma Center dan layanan ESWL untuk penangganan batu ginjal.&nbsp;</p><p>Menurut Direktur RS Mardi Rahayu, dr. Pujianto pihaknya mendedikasikan diri untuk menangani semua kasus trauma termasuk trauma mayor guna menyelamatkan jiwa dan mencegah terjadinya komplikasi dan kecacatan pada pasien. "Dengan sumber daya memadai, kami siap menjadi rujukan untuk pasien trauma dari sejumlah kabupaten disekitar Kudus," ungkapnya, Kamis (12/4), seperti dilaporkan&nbsp;<i>Kontributor Elshinta, Sutini.</i></p><p>Selain itu, Kata Pujianto RSMR sebagai Trauma Center juga menyelenggarakan program pencegahan trauma dan refreshing penanganan trauma bagi seluruh staf medik yang terlibat dalam penanganan trauma. Dimana pihaknya telah berkali-kali mengadakan pelatihan Pertolongan Pertama Gawat Darurat pada beberapa perusahaan, komunitas rohaniwan, kaum muda dan &nbsp;komunitas klub mobil.&nbsp;</p><p>"Kerjasama dengan berbagai pihak telah kami lakukan seperti BPJS Ketenagakerjaan untuk menanggani kasus kecelakaan kerja, serta Jasa Raharja guna pembiayaan kasus lakalantas. Sehingga pasien yang memenuhi ketentuan akan gratis," imbuhnya.</p><p>Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kudus Joko Dwi Putranto menyatakan, keberadaan trauma center ini dapat meningkatkan pelayanan bagi masyarakat. Karena tidak semua RS mempunyai sarana dan prasarana pendukung. "Semoga impian menjadikan kabupaten Kudus Kabupaten rujukan dengan semua pasien dapat tertangani di Kudus tidak perlu keluar kota dapat terwujud," katanya.&nbsp;</p><p><br></p><p>Penulis: Andi Juandi</p><p>Editor: Sigit Kurniawan.</p>
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Kriminalitas | 15 Desember 2018 - 21:59 WIB

Petani mengeluh sayurannya banyak dicuri

Politik | 15 Desember 2018 - 21:39 WIB

PDI Perjuangan sanggah tuduhan pengrusakan bendera Demokrat

Aktual Pemilu | 15 Desember 2018 - 21:07 WIB

KPU soal kotak suara berbahan karton

Pendidikan | 15 Desember 2018 - 20:41 WIB

Menristek dorong mahasiwa memiliki semangat bela negara

<p>Banyaknya kasus trauma yang tidak tertangani dengan baik, sehingga menimbulkan kecacatan maupun komplikasi pada pasien membuat Rumah Sakit (RS) Mardi Rahayu Kudus, Jawa Tengah melakukan launching Trauma Center dan layanan ESWL untuk penangganan batu ginjal.&nbsp;</p><p>Menurut Direktur RS Mardi Rahayu, dr. Pujianto pihaknya mendedikasikan diri untuk menangani semua kasus trauma termasuk trauma mayor guna menyelamatkan jiwa dan mencegah terjadinya komplikasi dan kecacatan pada pasien. "Dengan sumber daya memadai, kami siap menjadi rujukan untuk pasien trauma dari sejumlah kabupaten disekitar Kudus," ungkapnya, Kamis (12/4), seperti dilaporkan&nbsp;<i>Kontributor Elshinta, Sutini.</i></p><p>Selain itu, Kata Pujianto RSMR sebagai Trauma Center juga menyelenggarakan program pencegahan trauma dan refreshing penanganan trauma bagi seluruh staf medik yang terlibat dalam penanganan trauma. Dimana pihaknya telah berkali-kali mengadakan pelatihan Pertolongan Pertama Gawat Darurat pada beberapa perusahaan, komunitas rohaniwan, kaum muda dan &nbsp;komunitas klub mobil.&nbsp;</p><p>"Kerjasama dengan berbagai pihak telah kami lakukan seperti BPJS Ketenagakerjaan untuk menanggani kasus kecelakaan kerja, serta Jasa Raharja guna pembiayaan kasus lakalantas. Sehingga pasien yang memenuhi ketentuan akan gratis," imbuhnya.</p><p>Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kudus Joko Dwi Putranto menyatakan, keberadaan trauma center ini dapat meningkatkan pelayanan bagi masyarakat. Karena tidak semua RS mempunyai sarana dan prasarana pendukung. "Semoga impian menjadikan kabupaten Kudus Kabupaten rujukan dengan semua pasien dapat tertangani di Kudus tidak perlu keluar kota dapat terwujud," katanya.&nbsp;</p><p><br></p><p>Penulis: Andi Juandi</p><p>Editor: Sigit Kurniawan.</p>

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.

Sabtu, 15 Desember 2018 - 21:27 WIB
Hari Menanam Nasional 2018

PKSM dan Pramuka bagikan 3.500 batang pohon kepada pengguna jalan

Sabtu, 15 Desember 2018 - 21:19 WIB

Disdukcapil Kotabaru memusnahkan ratusan KTP-el rusak

Jumat, 14 Desember 2018 - 17:56 WIB

Capres Jokowi dialog dengan pelaku usaha muda UKM

elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com