Presiden Jokowi diangkat sebagai Panglima Perang Asmat
Jumat, 13 April 2018 - 06:11 WIB | Penulis : | Editor : Administrator
Presiden Jokowi didampingi Ibu Negara Iriana saat meninjau pembangunan jembatan Holtekamp, Papua, Kamis (12/4). Sumber foto: https://bit.ly/2v5BTbY

Presiden Joko Widodo diangkat sebagai `Cesmaipits` atau panglima perang Suku Asmat, saat melakukan kunjungan kerja ke kabupaten pesisir selatan Papua yang hampir sebagian besar topografisnya berawa-rawa, Kamis (12/4).

Menurut Kabag Humas Pemkab Asmat, Reza Ba`adilla, pemberian nama panglima dan gelar adat tersebut ditandai dengan penyerahan Noken (tas orang Papua) dan Po (dayung) Asmat sepanjang tiga meter, bertempat di Pelabuhan Agats, ibu kota Kabupaten Asmat.

"Ini adalah bentuk ucapan terima kasih dan penghargaan masyarakat Asmat kepada Presiden Joko Widodo karena dukungan dan perhatian yang luar biasa Bapak Presiden kepada masyarakat Asmat," kata Reza.

Ia menerangkan, dayung merupakan simbol pemberian mandat kekuasaan dan kepemimpinan dalam adat Asmat untuk mendayung perahu Republik Indonesia agar tidak melenceng dari tujuan negara.

Sebelum penyerahan dayung, terlebih dahulu dilakukan ritual berupa tarian perang sebagai simbol keberhasilan orang Asmat setelah menaklukkan lawannya di medan perang.

Sementara itu, Wakil Bupati Asmat, Thomas Eppe Safanpo mengatakan, Presiden Jokowi merupakan presiden pertama RI yang melakukan kunjungan kerja di Kabupaten Asmat. Ia menyampaikan, pemerintah kabupaten dan masyarakat Asmat sangat mengapresiasi perhatian Presiden Jokowi atas penanganan masalah wabah campak dan gizi buruk pada periode September 2017 hingga pertengahan Januari lalu yang merenggut banyak korban jiwa anak-anak (lebih dari 70 orang anak-anak Asmat meninggal akibat gizi buruk dan campak).

"Kami sudah menderita, tapi kami percaya bapak presiden sebagai panglima perang akan memimpin kami ke arah yang lebih baik. Dengan pekikan adat ini, bapak presiden sah menjadi pemimpin kami," kata Thomas, mantan Ketua DPRD Asmat itu. (Ant)

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Kamis, 25 April 2019 - 17:27 WIB
Elshinta.com - Kepolisian Resor Majalengka, Jawa Barat melaksanakan pembinaan rohani dan mental...
Kamis, 25 April 2019 - 17:19 WIB
Elshinta.com - Aliansi Pekerja Buruh Daerah (APBD) Sumatera Utara meminta Presiden RI dan ...
Kamis, 25 April 2019 - 16:55 WIB
Elshinta.com - Sejumlah ormas Islan di Kota Depok mendukung protes Pemkot Depok kepada Komisi P...
Kamis, 25 April 2019 - 16:48 WIB
Elshinta.com - Hingga Kamis (25/4) sore, pukul 16:30:05 WIB, data yang masuk di Sistem Informas...
Kamis, 25 April 2019 - 16:45 WIB
Elshinta.com - Menyambut bulan suci Ramadan, Aksi Cepat Tanggap (ACT) kembali menggelar pr...
Kamis, 25 April 2019 - 16:36 WIB
Elshinta.com - Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati mengatakan, agar pengerjaan...
Kamis, 25 April 2019 - 15:08 WIB
Elshinta.com - Jumlah kendaraan pemudik diprediksi akan meningkat saat mudik Lebaran 2019....
Kamis, 25 April 2019 - 14:46 WIB
Elshinta.com - Balai Karantina Ikan dan Pengendalian Mutu (BKIPM) Hasil Perikanan Jambi mencata...
Kamis, 25 April 2019 - 14:38 WIB
Elshinta.com - Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri Irjen Refdi Andri memprediksi ...
Kamis, 25 April 2019 - 13:44 WIB
Elshinta.com - Pemberitaan bohong atau hoaks semakin banyak beredar di masyarakat. Pemerin...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV
InfodariAnda (IdA)