Sabtu, 21 April 2018

Presiden Jokowi diangkat sebagai Panglima Perang Asmat

Jumat, 13 April 2018 06:11

Presiden Jokowi didampingi Ibu Negara Iriana saat meninjau pembangunan jembatan Holtekamp, Papua, Kamis (12/4). Sumber foto: https://bit.ly/2v5BTbY Presiden Jokowi didampingi Ibu Negara Iriana saat meninjau pembangunan jembatan Holtekamp, Papua, Kamis (12/4). Sumber foto: https://bit.ly/2v5BTbY
Ayo berbagi!

Presiden Joko Widodo diangkat sebagai `Cesmaipits` atau panglima perang Suku Asmat, saat melakukan kunjungan kerja ke kabupaten pesisir selatan Papua yang hampir sebagian besar topografisnya berawa-rawa, Kamis (12/4).

Menurut Kabag Humas Pemkab Asmat, Reza Ba`adilla, pemberian nama panglima dan gelar adat tersebut ditandai dengan penyerahan Noken (tas orang Papua) dan Po (dayung) Asmat sepanjang tiga meter, bertempat di Pelabuhan Agats, ibu kota Kabupaten Asmat.

"Ini adalah bentuk ucapan terima kasih dan penghargaan masyarakat Asmat kepada Presiden Joko Widodo karena dukungan dan perhatian yang luar biasa Bapak Presiden kepada masyarakat Asmat," kata Reza.

Ia menerangkan, dayung merupakan simbol pemberian mandat kekuasaan dan kepemimpinan dalam adat Asmat untuk mendayung perahu Republik Indonesia agar tidak melenceng dari tujuan negara.

Sebelum penyerahan dayung, terlebih dahulu dilakukan ritual berupa tarian perang sebagai simbol keberhasilan orang Asmat setelah menaklukkan lawannya di medan perang.

Sementara itu, Wakil Bupati Asmat, Thomas Eppe Safanpo mengatakan, Presiden Jokowi merupakan presiden pertama RI yang melakukan kunjungan kerja di Kabupaten Asmat. Ia menyampaikan, pemerintah kabupaten dan masyarakat Asmat sangat mengapresiasi perhatian Presiden Jokowi atas penanganan masalah wabah campak dan gizi buruk pada periode September 2017 hingga pertengahan Januari lalu yang merenggut banyak korban jiwa anak-anak (lebih dari 70 orang anak-anak Asmat meninggal akibat gizi buruk dan campak).

"Kami sudah menderita, tapi kami percaya bapak presiden sebagai panglima perang akan memimpin kami ke arah yang lebih baik. Dengan pekikan adat ini, bapak presiden sah menjadi pemimpin kami," kata Thomas, mantan Ketua DPRD Asmat itu. (Ant)

Ikuti Twitter @ElshintaDotCom untuk mendapatkan seluruh Informasi terbaru dari Elshinta.
REDAKSI-der

Mari Berbagi berita ini!

Info dari Anda

Komentar