Senin, 17 Desember 2018 | 01:47 WIB

Daftar | Login

MacroAd

0 /

Polisi buru tujuh buronan kasus miras oplosan

Senin, 00 0000 - 00:00 WIB    |    Penulis : Dewi Rusiana    |    Editor : Administrator
Kapolda Jawa Barat, Irjen Pol Agung Budi Maryoto. Sumber foto: https://bit.ly/2IPDTaj
Kapolda Jawa Barat, Irjen Pol Agung Budi Maryoto. Sumber foto: https://bit.ly/2IPDTaj
<p>Polda Jawa Barat memburu tujuh buron terkait kasus minuman keras oplosan yang menyebabkan ratusan orang keracunan, 41 orang di antaranya meninggal dunia, di Cicalengka, Kabupaten Bandung, Jawa Barat.</p><p>Demikian dinyatakan Kepala Kepolisian Daerah Jawa Barat, Irjen Pol Agung Budi Maryoto saat jumpa pers kasus miras oplosan di Cicalengka, Bandung, Kamis (12/4). "Kami juga sudah menerbitkan tujuh DPO (Daftar Pencarian Orang)," kata dia. </p><p>Dalam kasus ini, Kapolda mengatakan, pihak kepolisian sementara baru menetapkan tersangka Hamciak, yakni istri dari salah seorang buronan Syamsudin Simbolon yang berperan sebagai peracik minuman keras, dan kemudian menahan seorang penjual minuman keras ginseng, Julianto Silalahi.</p><p>Hasil pemeriksaan sementara, jelas dia, Syamsudin merupakan peracik minuman keras oplosan yang dilakukannya bersama tiga orang yakni Asep, Uwa dan Soni yang akhirnya diperjual belikan di sejumlah tempat di wilayah Cicalengka dan sekitarnya.</p><p>"Syamsudin, Asep, Uwa, dan Soni, keempat orang itu merupakan pembuat miras," katanya.</p><p>Selain empat orang tersebut, lanjut Kapolda, ada tersangka lain yang sedang diburu polisi, yakni Asep, Willy, dan Roy, mereka berperan sebagai agen penjual minuman keras. Tiga tersangka itu menjual minuman kerasnya di wilayah Kecamatan Nagreg, Cicalengka, Jalan Bypass Cicalengka, Kabupaten Bandung, dan di Cibiru, Kota Bandung.</p><p>Kepolisian masih menyelidiki lebih lanjut titik penjualan minuman keras tersebut diecerkan kembali atau dijual langsung kepada konsumen, bahkan polisi juga masih mendalami kadar dari minuman racikan itu. "Kalau dia (Syamsudin) ditangkap bisa ditanya kadarnya, dari hasil uji lab, ada kandungan metanol dan etanol dalam miras itu," katanya, dikutip <i>Antara</i>.</p>
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Liga Indonesia | 16 Desember 2018 - 21:50 WIB

Persewar Papua tahan imbang Persik Kediri 1-1

Afrika | 16 Desember 2018 - 21:39 WIB

Dubes: Pasar Afrika capai Rp7.900 triliun

Aktual Dalam Negeri | 16 Desember 2018 - 21:25 WIB

Presiden minta aparat kemanan serius tangani pembalakan liar

Aktual Pemilu | 16 Desember 2018 - 21:12 WIB

KPU Bantul peroleh 70 kotak suara rusak

Kecelakaan | 16 Desember 2018 - 20:50 WIB

Anggota Polres Mojokerto tewas akibat kecelakaan

Otomotif | 16 Desember 2018 - 20:37 WIB

Perhatikan hal ini jika berkendara saat hujan

<p>Polda Jawa Barat memburu tujuh buron terkait kasus minuman keras oplosan yang menyebabkan ratusan orang keracunan, 41 orang di antaranya meninggal dunia, di Cicalengka, Kabupaten Bandung, Jawa Barat.</p><p>Demikian dinyatakan Kepala Kepolisian Daerah Jawa Barat, Irjen Pol Agung Budi Maryoto saat jumpa pers kasus miras oplosan di Cicalengka, Bandung, Kamis (12/4). "Kami juga sudah menerbitkan tujuh DPO (Daftar Pencarian Orang)," kata dia. </p><p>Dalam kasus ini, Kapolda mengatakan, pihak kepolisian sementara baru menetapkan tersangka Hamciak, yakni istri dari salah seorang buronan Syamsudin Simbolon yang berperan sebagai peracik minuman keras, dan kemudian menahan seorang penjual minuman keras ginseng, Julianto Silalahi.</p><p>Hasil pemeriksaan sementara, jelas dia, Syamsudin merupakan peracik minuman keras oplosan yang dilakukannya bersama tiga orang yakni Asep, Uwa dan Soni yang akhirnya diperjual belikan di sejumlah tempat di wilayah Cicalengka dan sekitarnya.</p><p>"Syamsudin, Asep, Uwa, dan Soni, keempat orang itu merupakan pembuat miras," katanya.</p><p>Selain empat orang tersebut, lanjut Kapolda, ada tersangka lain yang sedang diburu polisi, yakni Asep, Willy, dan Roy, mereka berperan sebagai agen penjual minuman keras. Tiga tersangka itu menjual minuman kerasnya di wilayah Kecamatan Nagreg, Cicalengka, Jalan Bypass Cicalengka, Kabupaten Bandung, dan di Cibiru, Kota Bandung.</p><p>Kepolisian masih menyelidiki lebih lanjut titik penjualan minuman keras tersebut diecerkan kembali atau dijual langsung kepada konsumen, bahkan polisi juga masih mendalami kadar dari minuman racikan itu. "Kalau dia (Syamsudin) ditangkap bisa ditanya kadarnya, dari hasil uji lab, ada kandungan metanol dan etanol dalam miras itu," katanya, dikutip <i>Antara</i>.</p>

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.

Minggu, 16 Desember 2018 - 16:13 WIB

Ini cara cegah kejahatan `SIM swap fraud` ala Bareskrim

Sabtu, 15 Desember 2018 - 21:27 WIB
Hari Menanam Nasional 2018

PKSM dan Pramuka bagikan 3.500 batang pohon kepada pengguna jalan

Sabtu, 15 Desember 2018 - 21:19 WIB

Disdukcapil Kotabaru memusnahkan ratusan KTP-el rusak

Jumat, 14 Desember 2018 - 17:56 WIB

Capres Jokowi dialog dengan pelaku usaha muda UKM

elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com