Rabu, 26 September 2018 | 04:58 WIB

Daftar | Login

kuping kiri paragames kuping kanan paragames
emajels

/

Polisi buru tujuh buronan kasus miras oplosan

Senin, 00 0000 - 00:00 WIB    |    Penulis : Dewi Rusiana    |    Editor : Administrator
Kapolda Jawa Barat, Irjen Pol Agung Budi Maryoto. Sumber foto: https://bit.ly/2IPDTaj
Kapolda Jawa Barat, Irjen Pol Agung Budi Maryoto. Sumber foto: https://bit.ly/2IPDTaj
<p>Polda Jawa Barat memburu tujuh buron terkait kasus minuman keras oplosan yang menyebabkan ratusan orang keracunan, 41 orang di antaranya meninggal dunia, di Cicalengka, Kabupaten Bandung, Jawa Barat.</p><p>Demikian dinyatakan Kepala Kepolisian Daerah Jawa Barat, Irjen Pol Agung Budi Maryoto saat jumpa pers kasus miras oplosan di Cicalengka, Bandung, Kamis (12/4). "Kami juga sudah menerbitkan tujuh DPO (Daftar Pencarian Orang)," kata dia. </p><p>Dalam kasus ini, Kapolda mengatakan, pihak kepolisian sementara baru menetapkan tersangka Hamciak, yakni istri dari salah seorang buronan Syamsudin Simbolon yang berperan sebagai peracik minuman keras, dan kemudian menahan seorang penjual minuman keras ginseng, Julianto Silalahi.</p><p>Hasil pemeriksaan sementara, jelas dia, Syamsudin merupakan peracik minuman keras oplosan yang dilakukannya bersama tiga orang yakni Asep, Uwa dan Soni yang akhirnya diperjual belikan di sejumlah tempat di wilayah Cicalengka dan sekitarnya.</p><p>"Syamsudin, Asep, Uwa, dan Soni, keempat orang itu merupakan pembuat miras," katanya.</p><p>Selain empat orang tersebut, lanjut Kapolda, ada tersangka lain yang sedang diburu polisi, yakni Asep, Willy, dan Roy, mereka berperan sebagai agen penjual minuman keras. Tiga tersangka itu menjual minuman kerasnya di wilayah Kecamatan Nagreg, Cicalengka, Jalan Bypass Cicalengka, Kabupaten Bandung, dan di Cibiru, Kota Bandung.</p><p>Kepolisian masih menyelidiki lebih lanjut titik penjualan minuman keras tersebut diecerkan kembali atau dijual langsung kepada konsumen, bahkan polisi juga masih mendalami kadar dari minuman racikan itu. "Kalau dia (Syamsudin) ditangkap bisa ditanya kadarnya, dari hasil uji lab, ada kandungan metanol dan etanol dalam miras itu," katanya, dikutip <i>Antara</i>.</p>
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Pembangunan | 25 September 2018 - 22:27 WIB

Pembangunan infrastruktur dorong pengembangan pariwisata Indonesia

Megapolitan | 25 September 2018 - 22:17 WIB

Kemnaker gagalkan pengiriman 20 pekerja migran Indonesia ilegal

Aktual Sepakbola | 25 September 2018 - 21:39 WIB

Timnas U-19 Indonesia menyerah dari China 0-3

Aktual Dalam Negeri | 25 September 2018 - 21:29 WIB

Wapres hadiri pembukaan Sidang Umum ke-73 PBB

Politik | 25 September 2018 - 21:14 WIB

TKN Jokowi-Ma'ruf: Presiden komitmen tidak langgar PKPU

Aktual Olahraga | 25 September 2018 - 20:56 WIB

Indonesia incar dua medali emas tenis meja Asian Para Games 2018

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
loading...

Kamis, 20 September 2018 - 16:37 WIB

KPU gelar pleno penetapan capres/cawapres Pilpres 2019

Kamis, 20 September 2018 - 16:00 WIB

KPU Muko-muko tetapkan 281 DCT anggota legislatif

Kamis, 20 September 2018 - 14:56 WIB

1.350 bibit pohon ditanam di lahan kritis

Rabu, 19 September 2018 - 16:23 WIB

Gubernur Babel kunjungi balita positif virus Rubella

elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com