Jumat, 20 April 2018

FKUB: Calon kepala daerah jangan politisasi agama

Jumat, 13 April 2018 08:39

Sumber foto: https://bit.ly/2qrfjWA Sumber foto: https://bit.ly/2qrfjWA
Ayo berbagi!

Masyarakat dan calon kepala daerah yang akan bertarung dalam Pilkada 2018 diharapkan untuk tidak menggunakan agama sebagai alat politik.

Hal itu seperti diingatkan Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Provinsi Bali, Ida Pengelingsir Agung Putra Sukahet di Denpasar, Jumat (13/4).

"Hal ini penting diingatkan semua pihak, karena perhelatan Pilkada merupakan sebagai sarana untuk mencari pemimpin yang baik untuk membangun daerah Bali maupun bangsa Indonesia sehingga kerukunan, kedamaian tetap terwujud," kata Ida.

Untuk di Bali, ia menilai, kerukunan antara umat beragama di Bali hingga saat ini sudah sangat baik dan hal ini harus terus direkatkan agar tidak terpecah belah menjelang Pilkada 2018. "Saya mengimbau agar menjauhi kampanye negatif dan jangan pernah melakukan kampanye hitam, dan saya mengajak masyarakat agar pelaksanaan Pilkada ini berjalan sukses," tandasnya.

Ida mengatakan, apabila ada perbedaan dalam memilih calon kepala daerah, hal itu adalah wajar dalam demokrasi. Namun setelah Pilkada, jelasnya, masyarakat mesti mendukung siapa pun yang menjadi gubernur dan bupati. "Bagi gubernur dan bupati yang terpilih juga harus menganggap semua masyarakat di Bali diperlakukan secara sama dan adil. Tidak ada lagi yang berfikir bahwa ada kelompok yang tidak memilih dirinya," ujarnya. (Ant)

Masih ada lagi informasi Pilkada Serentak 2018 menarik untuk anda, klik disini.

Ikuti Twitter @ElshintaDotCom untuk mendapatkan seluruh Informasi terbaru dari Elshinta.
REDAKSI-der

Mari Berbagi berita ini!

Info dari Anda

Komentar